murniramli

Archive for Maret, 2010|Monthly archive page

Penelitian di Sekolah dan Karya Tulis Ilmiah Guru

In Dinas Pendidikan Jepang, Manajemen Sekolah, Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, SD di Jepang, Serba-serbi Indonesia, Serba-Serbi Jepang, SMA di Jepang, SMK Jepang, SMP Jepang on Maret 24, 2010 at 6:11 am

Saya baca sebuah postingan di milis, banyak guru yang tidak bisa menulis karya ilmiah. Berita lainnya beberapa guru menjiplak karya orang lain, atau membayar orang untuk menulis karya ilmiah. Semuanya ingin mendapatkan sertifikasi sehingga rela melakukan tindakan amoral tersebut. Baca entri selengkapnya »

Coba dulu, baru katakan susah

In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Pendidikan Tinggi, Penelitian Pendidikan on Maret 22, 2010 at 9:52 am

Dua hari yang lalu, ada seorang mahasiswa asing dari Cina, meminta saya untuk mengajarinya bagaimana membuat tabel.  Dia katakan bahwa pelajaran membuat tabel dengan program Excel atau Word pernah dipelajarinya, tetapi itu sudah lama sekali, sehingga dia sudah lupa semuanya. Diceritakannya pula bahwa, dia baru mengenal komputer pada masa perguruan tinggi, dan itu pun komputer yang mereka pergunakan bukan model baru, dan hanya berapa jam dalam seminggu. Teman saya itu adalah suku Mongol yang tinggal di padang savana Cina. Baca entri selengkapnya »

Menghargai penulisan sebuah tulisan ilmiah

In Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan on Maret 20, 2010 at 12:43 pm

Sebagai peneliti atau akademisi, hanya ada satu cara efektif untuk berkomunikasi dengan sesama peneliti melalui media yang dapat dipertanggungjawabkan, yaitu menulis artikel ilmiah di Jurnal Ilmiah. Tentu saja, belakangan ini media blog menjadi tempat untuk menuliskan pemikiran, tetapi tampaknya blog belum diterima secara universal sebagai sumber referensi sebab tulisan banyak yang tidak disertai dengan referensi pula, dan kadang-kadang sulit menilai keasliannya sebab banyak tulisan yang dicopy paste secara bebas. Baca entri selengkapnya »

Menuliskan kembali

In Serba-Serbi Jepang on Maret 18, 2010 at 10:37 am

Ada yang membuat saya selalu mules belakangan ini, satu artikel ilmiah bahasa Inggris yg seharusnya disubmit bulan ini, dan yang kedua tugas menjadi penerjemah. Artikel bahasa Inggris mentok, karena saya kehabisan waktu. Sedangkan tugas sebagai penerjemah, semakin memberatkan karena materinya yang semakin rumit. Baca entri selengkapnya »

Problem Siswa Kelas 1 SD di Jepang

In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, SD di Jepang, SMA di Jepang, Taman Kanak-Kanak on Maret 16, 2010 at 3:09 am

Baru-baru ini dilaporkan bahwa Putri Aiko, anak semata wayang Pangeran Naruhito dan Putri Masako meninggalkan sekolah karena sakit perut. Perkaranya bukan sakit perut biasa, sebab beberapa hari selanjutnya Putri Aiko enggan pergi ke sekolah. Juru bicara istana mengatakan bahwa Putri Aiko telah diperlakukan buruk oleh anak laki-laki di sekolahnya yang baru, SD Gakushuin, Tokyo. Baca entri selengkapnya »

Menggratiskan buku pelajaran

In Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan, SD di Jepang, SMP Jepang on Maret 15, 2010 at 1:28 pm

Salah satu yang paling menguras kantong orang tua adalah keharusan membeli buku pelajaran pada setiap tahun ajaran baru. Dulu masa saya masih SD, masih mending karena saya mewarisi buku kakak yang banyak coretannya, lalu adik saya mewarisi buku saya yang sudah lusuh sekali, sampai-sampai dia tidak usah lagi berfikir banyak karena jawaban soal-soal sudah saya kerjakan semua 🙂 Baca entri selengkapnya »

Tangga Berjalan

In Serba-Serbi Jepang on Maret 11, 2010 at 11:05 am

Dalam bahasa Jepang, tangga berjalan diterjemahkan sebagai esukare-ta, yang merupakan penyebutan dari bentuk bahasa Inggrisnya, escalator. Penemu eskalator pasti bukan orang Jepang. Baca entri selengkapnya »

Wisuda SMP Nishin

In Pendidikan Dasar, Pendidikan Jepang, Serba-Serbi Jepang, SMP Jepang on Maret 10, 2010 at 12:59 pm

Di tulisan yang lalu, saya mengisahkan tentang kesempatan melihat wisuda SMA yang boleh saya katakan cukup liberal karena tidak disertai dengan penghormatan bendera dan lagu kebangsaan. Tanggal 8 Maret bertepatan dengan wisuda SMP di wilayah Aichi. Saya mendapatkan kehormatan sebagai undangan untuk melihat tradisi upacara kelulusan yang menurut saya sangat sakral. Kebetulan sekali sensei yang biasa memeriksa disertasi saya dan juga mantan kepala sekolah SMA mempunyai banyak kenalan kepala sekolah. Dan secara kebetulan pula SMP yang kami kunjungi adalah SMP yang setahun lalu dikunjungi oleh rombongan kepala sekolah dari Indonesia, dan saat itu saya menjadi penerjemah rombongan. Jadi, kepala sekolah, wakasek SMP Nisshin masih ingat saya. Baca entri selengkapnya »

Guru Senior dan Guru Junior

In Pendidikan Jepang, Serba-Serbi Jepang on Maret 9, 2010 at 5:19 am

Ibu Selly, seorang guru di Bogor menanyai saya tentang bagaimana sikap guru senior kepada junior dan sebaliknya di sekolah-sekolah Jepang. Pertanyaan itu muncul sebab saya menuliskan dalam email, bahwa kalau ingin mempelajari keberhasilan pendidikan Jepang, maka kita harus belajar kepada guru-guru seniornya yang kira-kira berumur 50 tahun atau sudah pensiun. Saya pun menuliskan seandainya saya ada waktu saya ingin belajar kepada guru-guru senior di Indonesia. Baca entri selengkapnya »

Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung

In Renungan on Maret 6, 2010 at 12:48 pm

Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Saya sering berfikir bahwa saya termasuk orang yang gampang sekali beradaptasi. Masalah makanan yang sering menjadi hambatan yang dibicarakan orang setiap pergi ke sebuah tempat, tak pernah menjadi masalah utama, sebab saya bisa makan apa saja, kecuali yang memang dilarang. Karena saya lahir dan dibesarkan di tanah Bone, maka saya sangat suka ikan, dan lidah merasa asing ketika di tanah Jawa selama beberapa hari saya harus makan tempe. Tapi pada akhirnya saya seakan mewajibkan tempe sebagai teman sarapan. Ketika berada di tanah Sunda, saya muntah ketika pertama kali makan karedok, tetapi akhirnya setiap minggu saya pasti nongkrong di warung belakang kost, saya ketagihan. Dan di tanah Jepang, ketika jamaknya orang Jepang telah menyimpulkan bahwa orang asing tidak suka makan natto, saya malah suka memakannya. Baca entri selengkapnya »