murniramli

Kalau jenuh, carilah teman

In Serba-serbi Indonesia on April 18, 2010 at 11:44 am

Apa yang akan anda lakukan kalau merasa jenuh ? Saya punya kebiasaan mengganggu teman. Kebiasaan usil itu sudah ada sejak saya bisa berteman barangkali. Semasa TK dulu, saya masih ingat keusilan saya dengan teman sehingga saya diijinkan pulang oleh Ibu guru Tajuriah, guru TK saya yang baek. Aslinya, memang saya mencari-cari cara supaya bisa disuruh pulang cepat🙂 Tapi supaya tidak jenuh, sebaiknya carilah teman dan cobalah kegiatan lain.

Pertemanan tanpa kita sadari mengalir begitu saja. Sebelum kita memilah-milah siapa yang sebaiknya diajak berteman, secara alami sudah ada pagar-pagar yang tercipta di sekeliling kita, sehingga beberapa orang merasa tak nyaman jika hendak masuk dalam lingkungan itu.

Dulu semasa kuliah, banyak teman yang saya pikir agak menjauh karena masalah kerudung yang saya pakai. Sebenarnya upaya menutup aurat bukan jalan untuk menjauh dan membuat teman-teman lain merasa jauh. Tetapi teman-teman yang tidak berkerudung tentunya merasakan hal yang sama dengan apa yang saya rasakan waktu belum berkerudung dulu. Saya selalu menganggap teman-teman yang setiap hari mengajak saya berkerudung di SMA dulu sebagai polisi atau lebih tepatnya malaikat, yang kadang-kadang membuat saya takut bertemu mereka. Seperti ada yang memisahkan kotak kami, bahwa mereka orang suci dan saya orang berdosa.

Saya tidak ingin teman-teman saya berfikir seperti itu ketika saya mengenakan kerudung. Sebab, sekalipun telah memakainya, saya sama saja dengan mereka, manusia yang tak luput dari dosa dan khilaf.

Semasa tinggal di Bogor dulu saya mengajarkan tafsir Al-Quran dengan bekal ilmu shorogan yang menjadi santapan setiap subuh dulu di pesantren.Sekalipun bukan sekelas ulama kelas atas, saya tergolong orang-orang nekat yang suka mengajar. Ibu-ibu anggota pengajian saya adalah para ibu sepuh yang boleh dikata sebaya dengan mamak atau nenek saya. Saya lupa bagaimana saya bisa bertemu dengan mereka, dan kemudian menjadi pengajar mereka. Pertemanan dengan mereka membuat saya menjadi lebih arif dan bijaksana. Saya tidak sekedar mengajar, tapi saya dinasehati tentang kearifan hidup yang tidak bisa didapat di bangku kuliah.

Saya berkawan dengan yang muda maupun yang tua, tetapi tidak dengan yang kurang santun. Dengan teman-teman muda banyak hal yang saya pelajari, banyak hal yang tidak saya alami dulu ketika seumuran mereka. Teman-teman muda sangat energik, seakan tidak pernah kehabisan ide ragam aktivitas. Sekalipun saya masih bisa segesit mereka, tetapi teman-teman muda saya pikir sangat menghargai prinsip,kesenangan dan ketidakbisaan saya mengikuti ritme mereka. Pertemanan dengan mereka membawa kemudaan🙂

Di Jepang ada istilah “otaku”, disematkan untuk orang-orang yang gemar menyendiri di rumah mengerjakan hobinya saja dan tidak melakukan hal yang lain, apalagi bertemu orang lain. Misalnya orang yang hanya menonton DVD saja, membaca komik saja, dll. Saya memang menggemari kampus, tapi barangkali saya belum terkategorikan “otaku kampus”.

Kejenuhan itu biasanya datang pada hari libur. Karena sudah terbiasa dengan suasana belajar di hari biasa, kadang-kadang saya masih ingin belajar juga di hari Sabtu dan Minggu. Saya memberikan kesempatan kepada orang lain untuk belajar dan sekaligus memberi kesempatan kepada otak saya untuk bekerja mengeluarkan apa yang dikandungnya. Karena itu, saya memutuskan mengajar dan belajar dengan teman-teman di hari Sabtu dan Minggu. Hari Sabtu adalah hari yang paling menyibukkan, sebab biasanya saya mengajar orang Jepang di pagi hari kemudian lanjut dengan mengajar shorogan yang paling saya sukai karena berkumpul dengan teman-teman dan bebas tertawa, tetapi tetap kami memperoleh ilmu dari ayat-ayat yang kami baca. Sorenya jika masih sempat, menengok teman-teman yang sedang mengajar anak-anak di sekolah bhinneka.

Bertemu teman dalam suasana yang riang ataupun letih sekalipun adalah obat mujarab untuk mengatasi jenuh. Karenanya supaya dapat bertemu teman, selalulah mengadakan atau mengada-adakan kegiatan yang mengajak teman berkumpul🙂

  1. ada salam kenal dari temanku…namanya Nadia ja’far abdat…katanya blogmu inspiratif sekali buatnya…

  2. @Mbak Retno : Alhamdulillah wastaghfirullah.
    Salam kenal kembali kepada Mba Nadia.
    dan terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.
    Mba Retno piye kabare ? Masih sering ketemu Mba Lilis, Mba Ida, Mba Yuyun ndak ? atau si Heni ?

    • kalau dg lilis sy sudah lama ga ketemu&kontak, begitu juga dengan heni..kalao dengan ida dan yuyun masih sering kontak…btw, kapan lulus&pulang ke indonesia?

  3. terima kasih sobat

  4. DMAKASIH

  5. mari menjalin persahabatan, silaturahmi karena dalam Islam juga telah diajarkan seperti itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: