murniramli

Langit malam ini

In Islamologi, Renungan, Sains on Mei 16, 2010 at 12:43 pm

Apakah anda sering memperhatikan langit di malam hari ?

Saya menggemari sekali memandang langit baik di siang hari maupun malam hari. Langit di malam hari kadang-kadang menakutkan tetapi kadang-kadang pula indah dan cantik. Di kampus saya tempat yang paling saya gemari untuk mengintip adalah jalan di depan fakultas pendidikan. Kalau pandangan kita arahkan ke barat, maka di sore hari pemandangan matahari terbenam akan sangat menawan, dan di malam hari jika berkesempatan kita akan melihat bulan yang cantik.

Malam ini, saya sampai di kampus sehabis pulang kerja kira-kira pukul delapan malam. Bulan tampak membentuk lengkungan sabit yang menarik dan di ujung salah satu sabitnya ada kerlipan bintang yang terlihat jelas. Posisi bulan seperti ini baru kali ini saya lihat seumur hidup. Saya hampir menabrak pembatas trotoar karena terus saja memandangi bulan sambil kaki terus melangkah.

Tak lama kemudian, saya kembali disibukkan dengan pekerjaan mereparasi disertasi sesaat setelah tiba di ruang belajar. Saat asyik-asyiknya membaca, tiba-tiba seseorang memanggil nama saya dengan halus hampir berbisik dari belakang. Saya terperanjat, dan ternyata seorang teman Jepang, guru SD di kota Toyota yang juga sedang kuliah doktor. Dia meminta maaf karena telah mengganggu dan mengagetkan saya, sambil berkata ada yang ingin ditunjukkannya, sesuatu yang misterius. Dia kemudian mengajak saya ke luar dan menunjukkan bulan yang tadi saya lihat.

Sambil memegang tangan saya dia berkata, “itu sangat jarang terjadi bukan ?”, dan bintang apa itu ? Saya kemudian mengiyakan, dan mengatakan juga melihat bulan ketika datang tadi. Karena kami sama-sama tidak hafal nama bintang, jadi kami tidak tahu bintang apa yang menempel di ujung sabit bulan. Saya lalu menjelaskan bahwa dalam posisi seperti itu, di penanggalan Islam, berarti masih awal-awal bulan.Teman saya berkata, dari tadi dia ingin menunjukkan hal itu kepada seseorang tapi tidak ada yang kelihatannya tertarik. Dan dia teringat bahwa saya biasanya di ruang belajar, maka diajaklah saya.

Tiba-tiba serombongan mahasiswa lewat sambil memegang bunga, kelihatannya mereka usai mengadakan pesta di hari Minggu, maka teman saya dengan beraninya bertanya, lalu seseorang dari rombongan tersebut yang kelihatannya dosen mengatakan : “Itu Kasei” (火星)atau Mars. Kami berterima kasih dan kembali naik ke ruang belajar.

Saya termasuk orang yang punya sifat penasaran besar. Kalau belum puas dengan penjelasan seseorang saya akan mencari jawabannya sendiri. Maka internet adalah penolong. Dengan mengetikkan kata kunci 今日の月の状態 (keadaan bulan pada hari ini), saya diantarkan oleh mas google untuk menengok situs ini. Situs itu adalah situs milik 国立天文台天分情報センター(Lembaga Pusat Informasi Antariksa), pada bagian 今日のこよみ(Kalender hari ini), gambar seperti ini terlihat dengan jelas menunjukkan kondisi langit yang terlihat dari Nagoya :

Di situ terlihat bahwa bulan saat ini sedang berdekatan dengan planet Venus (yang dalam bahasa Jepang disebut 金星=kinsei). Saya kemudian memanggil teman dan menjelaskan bahwa bintang yang terlihat itu adalah planet Venus, dan bukan Mars.

Sayangnya hari ini saya tak membawa kamera dan HP saya hanya 3 pixel, tak cukup bagus mengambil gambar bulan tsb.

Teman berterima kasih karena dia merasa ada teman yang sepenasaran dengannya tentang kemisteriusan langit malam ini. Dan berkata, bahwa mudah-mudahan Murni san mendapatkan keberuntungan dengan melihat itu. Saya tersenyum dalam hati tetapi tetap berterima kasih atas doanya yang baik.

Di dalam Islam tentu saja kita tidak diperkenankan mempercayai keberuntungan manusia dengan melihat benda langit. Tetapi hari ini saya sangat bersyukur karena diperkenankan melihat suatu kuasa Allah.

Bulan, bintang dan segala benda langit telah dijadikanNya sebagai penunjuk jalan bagi kafilah-kafilah yang melakukan perjalanan di malam hari. Sungguh sebuah ketakjuban tiada tara ketika memahami betapa mudahnya Allah memperjalankan hamba-hambaNya di tengah kegelapan dengan petunjuk bintang-bintangnya.

Langit malam ini gelap tapi di beberapa penjurunya terlihat bintang berkelap-kelip, indah sekali….

  1. saya termasuk suka mengamati langit di malam hari. sewaktu masih di SD dan SMP saya lakukan relatif intensif, karenanya saya sering menyaksikan meteor. Sekali melihat meteor membuat saya lebih sabar dan penasaran untuk melihat yang berikutnya.
    Karena saya tinggal di kampung yang waktu itu belum ada listrik maka mudah bagi saya mengamati bintang karena tidak ada pencemaran cahaya. Berkahnya tidak ada listrik kali. he …3x.
    Mungkin efek dari kebiasaan itu saya jadi orang yang suka merenung (atau melamun?), walaupun di tengah keramaian.
    Buahnya? Apa saja yang saya lihat dan amati ternyata mudah mengingatkan pada penciptanya. Subhanallah.

  2. sepertinya saya tau bulan dan venus waktu itu. di balikpapan terlihat jelas, satu bintang sangat terang tepat di atas bulan sabit dengan earthshine-nya. simply beautiful.

  3. dari kota saya, langit agak terlihat kabur karena terlalu terang..

  4. Assalamualaikum… Mbak,salam kenal… saya dari Surabaya🙂
    saya kagum sama isi blognya mbak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: