murniramli

Bagaimana tabiat makan anda ?

In Serba-Serbi Jepang on Juni 9, 2010 at 10:09 am

Orang Jepang sangat peduli dengan asupan kalori harian. Normalnya kita memerlukan 2000 kalori per hari. Dan seperti biasa, makanan kemasan apapun yang kita beli di Jepang, semuanya lengkap dengan penjelasan ingriedent berikut besarnya kandungan gizi termasuk kalorinya. Jadi sebenarnya mudah saja mengatur agar kalori makanan yang kita telan sebesar 2000 kalori.

Tetapi akhir-akhir ini dilaporkan banyak orang Jepang yang mengalami tekanan darah tinggi dan juga menderita diabetes  karena tidak sehatnya pola dan tabiat makan mereka. Ini menjangkiti terutama orang-orang yang tinggal di perkotaan.

Karena kegiatan di perkotaan semakin sibuk, maka waktu makan semakin sempit. Misalnya saja orang Jepang menikmati makan pagi rata-rata 8 menit saja. Makan siang sekalipun diberikan waktu istirahat selama satu jam, mereka makan siang hanya 15 menit, sebab waktu istirahat lebih banyak terpakai untuk mencari restoran yg enak. Makan malam biasanya agak panjang, sebab kebanyakan makan di rumah dengan keluarga atau di restoran dengan teman-teman, tetapi seringkali terlambat, jam 9 malam misalnya.

Tadi malam di sebuah channel disiarkan tentang bagaimana mengatur pola dan tabiat makan agar terhindar dari gejala diabetes (糖尿病=tounyoubyou) dan gula darah (血糖値=kettouchi) tinggi . Saya rangkumkan tips-tipsnya berikut ini :

1.Kurangi jumlah makanan, atur supaya sesuai dengan kalori yang diperlukan.

2. Makan harus pelan-pelan. Makanan harus dikunyah sebanyak 30-40 kali. Dari hasil pengukuran langsung pergerakan gula darah yang ditampilkan di TV, ditunjukkan bahwa orang-orang yang makan cepat-cepat, gula darahnya segera melonjak.

3. Kurangi makan yang manis-manis

4. Dahulukan makan sayuran ketimbang nasi dan lauk, dan tetap kunyah pelan-pelan.

5. Jangan lupa sarapan. Orang yang lalai sarapan, biasanya akan balas dendam makan banyak di waktu siang, dan gula darah meningkat tajam pada periode ini.

6. Kurangi stress (wah ini susah untuk mahasiswa yg sedang menulis disertasi !).

7. Dalam satu jam setelah makan lakukan gerakan badan, jalan-jalan, olah raga, berendam di air panas (ofuro), sebab energi akan segera terpakai. Jika sudah lebih satu jam, makanan sudah tidak dapat terolah menjadi energi tapi tertinggal menjadi tumpukan lemak🙂

Dulu sewaktu masih punya kebiasaan makan di kafetaria kampus saya selalu menyempatkan berjalan dua kali putaran fakultas karena sesudahnya saya akan duduk terus hingga berjam-jam mengetik di depan komputer. Kebiasaan itu hampir tidak pernah saya lakukan lagi sekarang, sebab saya hampir tidak punya waktu makan siang di kantin kampus, dan biasanya saya makan siang di ruang belajar, lalu bersiap-siap untuk lari mengejar kereta untuk pergi bekerja part time.

Di musim panas seperti biasa nafsu makan berkurang, tetapi nafsu minum meningkat tajam. Saya bisa menghabiskan 3-4 botol sehari. Tapi seperti biasa saya gemar makan es krim🙂
Jadi, tetap saja berat badan hanya bisa turun sekilo.

  1. Bagaimana pula dengan saudara-saudara di Indonesia masih dijumpai… yang mau dimakan saja ndak… ada…

  2. Mungkin tdk separah di Indonesia, ttp karena kondisi ekonomi memburuk akhir2 ini, beberapa kali di TV dilaporkan orang Jepang ada yg sampai mencuri krn tdk ada uang u beli makanan.

    Kadang2 kita berfikir Allah tdk adil, mengapa ada orng yg diberi kelebihan makan dan ada yg tidak diberinya makanan? Saya memahami bhw Allah telah sangat adilnya memberikan penghidupan kepada semua makhluknya. saudara-saudara yg kelebihan makanan diujinya dg kelebihan tsb, apakah dia mau berbagi. Saudara2 yg kekurangan makanan diujinya apakah dapt bersabar dg kondisi tsb. Saya sangat meyakini bhw Allah memberikan rahmat dan kebahagiaan yg lain kpd orang2 yg kekurangan makanan, atau menunda datangnya rahmat itu hingga masa yg tepat (saya pun pernah hanya makan nasi berlauk garam dan minyak goreng…pada masa2 sulit dulu…itupun alhamdulillah sudah lebih baik krn bisa makan nasi).
    Tulisan di atas bukan bermaksud menyinggung saudara2 yg sedang kekurangan makanan tp sekedar anjuran u saudara2 yg sudah makan dg layak agar dapat hidup sehat.

  3. Menurut yang saya tahu, asupan kalori bukan hanya satu2nya petunjuk diet bagi orang sehat (bagi yang sehat lho) tapi juga komposisi dari makanan yang berkontribusi menghasilkan kalori tersebut, karena kalori bisa dari karbohidrat, lemak dan protein. Nah, yang saya tahu menurut US FDA komposisi karbohidrat bagi kontribusi kalori yang tepat adalah sekitar 58%. Jadi andaikan jumlah kalori yang harus masuk adalah 2000 Kalori yang dari karbohidrat haruslah sekitar 1160 Kalori (bagi orang normal/sehat).

    Betul kata mbak murni bilang, hidup berkelebihan juga merupakan suatu ujian. Kita sama-sama mengetahui bahwa asupan kalori yang terlalu banyakpun dalam jangka panjang (apalagi jikalau asupan kalori kebanyakan dari lemak) akan merugikan kesehatan. Menurut saya, itu juga merupakan ujian bagi seseorang yang berkelebihan makan…🙂

  4. @Pak Yari :
    Terima kasih info tambahannya, Pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: