murniramli

Kepanasan

In Serba-Serbi Jepang on Juli 26, 2010 at 3:20 am

Matahari di Jepang belakangan ini benar-benar membakar. Dilaporkan sudah ada puluhan orang yang meninggal karena tak kuat menderita kepanasan atau ada juga yang mengalami dehidrasi. Kebanyakan korban adalah nenek dan kakek-kakek. Panas di Nagoya dan beberapa daerah industri semakin bertambah karena kebanyakan tanah sudah diaspal yang kalau diukur suhunya mencapai 50 derajat lebih. Rerumputan sudah jarang ditemui, dan pepohonan hanya mengelompok di taman-taman kota. 

Setiap hari di TV disiarkan tata cara untuk menghindari dehidrasi dan kepanasan. Sementara itu kebijakan menekan CO2 dan pembengkakan biaya listrik mulai gencar dilakukan di mana-mana, termasuk kampus kami. Sekalipun di semua ruangan telah dilengkapi dengan AC, namun penggunaannya sangat ketat dan agak aneh.

Misalnya saja, AC dinyalakan selama 1 jam dan dimatikan selama setengah jam. AC tidak dinyalakan saat jam makan siang. Atau ambang batas penyetelan suhu adalah 28 derajat. Di ruang belajar saya bahkan disiapkan kipas angin yang bisa dipakai saat AC dimatikan.

Di rumah lebih sengsara lagi. Pemasangan AC seharian tentunya akan menimbulkan pembengkakan biaya listrik bulanan. Tetapi kalau tidak memasang AC, maka rasanya seperti bersauna di dalam kamar. Di kalangan orang-orang tua Jepang ada yang tidak mengggunakan AC, dan dilaporkan beberapa korban yang meninggal adalah karena kepanasan di dalam kamar.

Beberapa tips yang disampaikan di TV adalah :

Jika hendak keluar rumah :
1. Pakai topi lebar yang menutupi bagian muka dan tengkuk. Dari pengukuran panas diketahui bahwa daerah kepala pada saat terik akan bersuhu di atas 50 derajat. Atau pergunakan payung anti UV.
2. Bawalah selalu handuk kecil untuk melap keringat. Sesekali basahi handuk dengan air dan taruh di tengkuk atau di badan
3. Selalu membawa minuman. Yang disarankan adalah minuman sport drink yang dapat menggantikan ion-ion yang hilang. Dan jangan terlalu sering minum minuman yang dingin sekalipun sangat melegakan, sebab minuman dingin biasanya akan menggampangkan terkena radang tenggorokan.
4. Ketika menunggu lampu merah, menunggulah di tempat yang teduh.
5. Usahakan berjalan di tempat-tempat yang teduh.
6. Mata termasuk yang menderita selama musim panas, jadi sebaiknya menggunakan sun glass.
7. Jangan lupa selalu menggunakan lotion anti UV atau sun cream.
8. Menggunakan baju yang menyerap keringat

Untuk keperluan musim panas, ibu-ibu di Jepang sangat kreatif. Supaya kulit lengan tidak hitam, ada kaus tangan panjang sampai bahu. Lalu untuk melindungi kepala ada aneka topi lebar, dan ada topi sebagai pengganti sun glass.

Hal lain yang sangat mengganggu adalah pemasangan AC di malam hari. Udara kering yang ditimbulkannya menyebabkan tenggorokan sakit. Karenanya berdasarkan saran para pakar, sebaiknya AC di rumah disetel 28 derajat karena suhu yang lebih rendah lagi akan berakibat menurunnya suhu badan dengan perbedaan yang besar dengan suhu lingkungan luar. Biasanya yang seperti ini gampang sekali terkena penyakit. Lalu sebelum tidur biasakan minum air segelas untuk menghindari kering tenggorokan. Dan pasang handuk basah di leher. Jika memasang kipas angin, arahkan putaran anginnya ke atas supaya dapat mensirkulasikan udara yang dikeluarkan oleh AC. AC sebaiknya diset per dua jaman, dan kipas angin dapat dinyalakan terus, sehingga ketika AC beristirahat, fungsinya dapat digantikan oleh kipas angin.

Nyamuk dan serangga juga berkeliaran di musim panas. Kalau di Indonesia biasanya kita menggunakan lotion anti nyamuk, di Jepang ada gelang karet khusus yang bisa melawan nyamuk.

Kalau sudah panas begini, saya sangat merindukan rumah saya yang sejuk di Madiun. Sekalipun Indonesia panas, di beberapa perumahan warga rajin menanam pohon-pohonan sehingga suasana tetap sejuk.

Suhu panas akan semakin meningkat barangkali di bulan Agustus saat kami harus menjalankan ibadah puasa yang panjang.

  1. Di Bogor cuacanya tidak menentu kadang panas bukan main kadang hujan berhari-hari. Tapi cuaca di tempat mba Moer luar biasa ya… Semoga mba Moer diberi kesabaran dalam ramadhan kali ini menghadapi cuaca yang bukan main.. Selamat menjalankan ibadah shaum ya, mba..

  2. di Batam saat ini malah sering hujan. Jarang sekali matahari bersinar terik. Walapun di sana panas, tetap semangat ya mbak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: