murniramli

Anak-anak Jualan di Flea market

In Pendidikan Dasar, SD di Jepang, Serba-Serbi Jepang, SMP Jepang on Agustus 11, 2010 at 2:23 am

Bulan April, Juni, Juli,Agustus, Oktober adalah masa-masa banyak flea market di Nagoya. Sebenarnya di luar bulan-bulan itu masih banyak flea market lain yang sering diselenggarakan. Dulu saya sering ikut flea market yang diselenggarakan kampus, di bulan Oktober, April dan Juni. Bulan Oktober dan April untuk menyambut mahasiswa asing baru, sedangkan di bulan Juni dalam rangka ultah kampus.

Harga-harga yang ditawarkan dalam flea market sangat murah, dari 10 yen sampai 500 yen untuk barang keperluan sehari-hari dan 1000 yen-an untuk barang elektronik. Penjual di flea market untuk yang diselenggarakan kampus di bulan Oktober dan April adalah pihak NUFSA (pekumpulan mahasiswa asing di Nagoya Univ.). Sementara untuk yang bulan Juni, para penjual adalah siapa saja, warga Nagoya atau orang tua mahasiswa boleh ikut serta.

Nah, dalam flea market yang sering diadakan pada bulan Juni, kadang-kadang kita dapati penjual adalah anak-anak usia SD. Mereka kebanyakan menawarkan mainannya yang masih layak pakai tetapi sudah tidak mereka minati lagi. Ada kartu-kartu, mobil-mobilan, boneka, pernak-pernik lainnya. Barang-barang yang ditawarkan masih bagus bahkan ada yang baru.

Anak-anak menentukan sendiri harga barang, dan ramai menawarkan kepada para pengunjung barang-barang yang mereka jual. Kalau ada yang membeli, wajah gembira terlihat. Kadang-kadang saya membeli barang-barang mereka untuk menyenangkan anak-anak yang jualannya tidak laku-laku.

Jualan di flea market adalah sebuah didikan pekerti dan life skill. Dengan harapan dapat jualan di flea market anak-anak akan rajin merawat barang-barang dan mainannya. Mereka dididik untuk tidak boros dan senantiasa memelihara dan menghargai barang. Model jual beli juga melatih mereka berbicara dengan sopan kepada pembeli saat menawarkan barang. Pun belajar memahami arti mendapat keuntungan dan kerugian. Belajar memahami bagaimana agar beroleh keuntungan. Dan bukankah mereka juga dapat belajar matematika melalui penggunaan uang dalam jual beli.

Karenanya cukup menarik jika siswa-siswa SD dan SMP diajak untuk menyelenggarakan bazar sekolah yang di dalamnya mereka dapat berkreasi menjual barang-barang layak pakai yang mereka punyai atau membuat kue-kue, mainan hasil karya sendiri. Pelan-pelan, mereka akan belajar menghargai dan dihargai.

  1. Flea market patut di contoh di Indonesia, mengasah jiwa wiraswasta anak-anak sejak dini. Kata para ahli Indonesia belum maju karena prosentase penduduk yang jadi wirausaha masih kurang.
    Terima kasih Mbak Murni tulisannya bagus!

  2. makasih banyak mbak murni, hal ini sangat membuat saya terinspirasi, saya sangat berharap hal ini bisa diajarkan kepada anak-anak di indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: