murniramli

Mendisiplinkan sejak bayi- pra sekolah di Jepang

In PAUD, Pendidikan pra sekolah, Serba-Serbi Jepang, Taman Kanak-Kanak on Agustus 20, 2010 at 12:40 am

Sudah berhari-hari saya perhatikan anak-anak yang sholat tarawih bersama dengan saya, meskipun masih balita sudah bisa memakai dan melepaskan mukenahnya sendiri. Mereka juga sudah bisa memakai baju sendiri mengenakan sepatu. Padahal umur mereka belum genap 3 tahun.

Belakangan saya baru tahu bahwa kebiasaan mengenakan baju sendiri sudah dilatihkan sejak di hoikuen (play group) di Jepang.

Anak-anak balita yang kedua orang tuanya bekerja atau kuliah, dan tidak ada yang mengasuh mereka di rumah dapat dititipkan di houikuen dari pagi (jam 8) sampai sore (jam 4) atau kadang-kadang sampai malam. Selama di hoikuen anak-anak akan dibimbing menjalankan proses keseharian sebagaimana di rumah, misalnya pipis, ganti celana, ganti baju, bermain, makan siang, tidur siang, selain ada tambahan pelajaran bernyanyi dan jalan-jalan.

Saat melatihkan mengenakan celana, ibu guru akan meletakkan celana di lantai dalam posisi siap pakai, maksudnya arah mulut celana menghadap ke anak. Lalu, anak akan didudukkan di sebuah dingklik (bangku) kecil, dan mereka diajari memasukkan kakinya satu persatu. Memakai baju pun demikian. Baju anak diletakkan di lantai dalam posisi kancing sudah terbuka (tergantung kemampuan anak dan model baju tentunya), lalu mereka akan dibimbing mengenakannya.

Memakai celana sambil berdiri bahkan tidak diajarkan, sebab anak-anak yang masih belum mantap berdirinya pastilah akan jatuh. Pantas saja, anak-anak balita yang menjadi makmum sholat saya, selalu duduk saat memakai mukenah 🙂

Kedisiplinan sederhana lainnya adalah ajaran untuk makan sambil duduk. Kalau di rumah, anak-anak biasanya tidak ada yang bisa makan diam, umumnya mesti main kejar-kejaran dengan ibunya. Di hoikuen, anak-anak didudukkan di bangku kecil khusus, dan di depannya dipasang piring. Agar piring tak jatuh, saya pernah melihat di TV, ada sekolah yang melekatkan piring ke meja sehingga statis, tidak bisa digerakkan anak. Cara makan pertama yang diajarkan adalah makan dengan sendok, sebab menggunakan sumpit dan garpu masih berbahaya untuk anak.

Pada saat acara berjalan-jalan, mereka dituntun untuk berjalan sambil mengayunkan tangan. Tangan tidak boleh dimasukkan ke dalam saku, sebab kalau terjatuh, akibatnya akan fatal, mereka akan terjerembab dan tangan sulit diandalkan untuk menahan wajah misalnya.

Kedisiplinan kecil tetapi sangat bermakna seperti itu menjadi bagian utama dalam pendidikan pra sekolah di Jepang. Kemandirian sejak bayi mulai ditanamkan, sehingga setiap anak dapat melakukan hal-hal kecil tanpa bantuan orang tuanya.

Iklan
  1. Wow! Playgroup di Indonesia sudah kayak gitu belum ya?
    Artikel ini jadi bahan pembelajaran untukku kelak kalo sudah punya anak.
    Ngomong-ngomong semenjak lulus jadi rajin ngeblog ya mbak?

  2. @Mba Avi : begitulah kalo saya sedang menganggur 🙂

  3. nice info..
    jadi tau juga ternyata gitu..
    makasih banyal..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: