murniramli

Manajemen Pendidikan Daerah di Kota Takahama

In Administrasi Pendidikan, Manajemen Sekolah, Pendidikan Dasar, SD di Jepang on Agustus 23, 2010 at 10:58 pm

Saya lanjutkan cerita tentang Seminar Gakkou zukuri dan Machi zukuri yang saya ikuti di kota Takahama, Aichi Sabtu lalu. Kali ini tentang forum diskusi (分科会)yang saya ikuti, yaitu tentang hubungan pemerintah, sekolah dan masyarakat. Selama belajar di Nagoya, sebenarnya ini major yang benar-benar saya tekuni. Dalam bahasa Jepangnya disebut 地域教育経営(baca chiiki kyouiku keiei).

Ada tiga komponen utama penggerak pendidikan di Jepang. Ke mana pun kita pergi, kita akan temukan orang-orang Jepang yang sangat 熱心(baca nesshin, artinya antusias) untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan di sekolah. Tidak hanya dalam PTA (Parent Teacher Association- entah kenapa sekolah Jepang lebih senang menggunakan istilah PTA ketimbang 保護者教員協会 baca hogoshakyouinkyoukai), tetapi akhir-akhir ini muncul pula kelompok-kelompok voluntary yang memfokuskan kegiatannya pada kegiatan-kegiatan alternatif untuk siswa. Misalnya おやじ会(baca oyajikai, arti Kelompok babe-babe). Isinya bukan hanya para ayah, tetapi juga kakek-kakek yang memiliki cucu ataupun tidak.

Kegiatan yang mereka lakukan adalah misalnya mengadakan outdoor learning di kebun Jagung milik salah satu anggota, mengadakan camp untuk anak-anak dan tentu saja ikut bergabung dengan warga setempat dalam setiap penyelenggaraan 年中行事 (baca nenchuugyouji, arti perayaan tahunan).

Bapak-bapak di Jepang sama saja dengan bapak-bapak yang sibuk di Indonesia, tetapi alangkah beruntungnya karena di antara mereka yang gila kerja, masih ada orang-orang yang mau ikut serta memikirkan pendidikan di sekolah daerah.

Selain masyarakat, pemerintah kota Takahama juga memberikan dukungan penuh pada sekolah-sekolah. Salah satu yang berpresentasi pada kesempatan itu adalah perwakilan dari 中央児童センター(baca chuuou jidou sentaa, artinya Lembaga Anak-anak Pusat) dan こども育成グループ(baca kodomo ikusei guruupu, arti Kelompok Pengembangan Anak). Keduanya menyampaikan sudut pandang pemerintah dalam pengembangan pendidikan anak. Banyak yang mereka lakukan, salah satunya adalah 子育て支援(baca kosodate shien, arti : bantuan pengasuhan anak). Orang tua yang sibuk bekerja atau keluarga-keluarga yang kesulitan mengasuh anak menjadi salah satu obyek kegiatan mereka.

Jika pemerintah dan masyarakat sudah sepakat, maka tinggalah sekarang pihak sekolah yang harus berbenah, membuka diri untuk menerima campur tangan luar dalam pengembangan pendidikan di masing-masing sekolah. Jika kepala sekolah dan guru masih bersikap enggan diganggu, maka tentu kegiatan ini tidak akan berhasil.

Kesan saya yang sangat mendalam adalah kepala sekolah, guru-guru dan pemerintah di kota Takahama seperti tidak berjarak. Mereka seakan sebuah keluarga besar yang sedang mengasuh anak-anak Takahama.

Bagaimana hingga semuanya tergerak untuk bekerja sama membangun pendidikan daerah ?

Saya pikir hal ini tidak lepas dari keterlibatan dosen dan peneliti dari universitas (Meijo Univ dan Nagoya Univ.) Keduanya menjadi 軸(baca jiku, arti poros penggerak) dalam menyatukan pemangku kepentingan di Takahama, melalui kegiatan 学校評価サルタンティング(baca gakkouhyouka konsarutantinngu, arti Konsultasi Program Evaluasi Sekolah), yang sudah dimulai sejak 2002. Kegiatan ini berlaku untuk SD dan SMP saja.

Ya, kadang-kadang kalau sudah berada dalam kemapanan, sebuah komunitas sulit untuk berubah dan sadar adanya masalah. Saat demikian, diperlukan kehadiran pihak luar untuk membuat semacam shock therapy, membangunkan orang-orang yang sedang tidur lelap dan tidak sadar bahwa pendidikan anak mereka sedang bermasalah.

  1. Blognya bagus, sharingnya juga ok! Semoga sistem pendidikan di Indonesia bisa seperti di Jepang🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: