murniramli

Membaca = Tidak Minum Sake

In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Serba-serbi Indonesia, Serba-Serbi Jepang on Agustus 28, 2010 at 3:34 am

Saya pulang dari masjid kira-kira pukul 10 malam dan tiba di rumah pukul 11-an tadi malam. Ada sebuah acara yang sangat saya gemari, yaitu 教えてMr.ニュース池上彰のそうなんだニッポン (baca : oshiete Mr. Nyuusu Ikegami Akira no sou nanda nippon). Mr Nyuusu = Mr. News adalah Pak Ikegami Akira, seorang nara sumber pertelevisian di Jepang. Keunikan Pak Ikegami adalah ilmu dan wawasannya yang sangat luas berkat banyaknya buku yang beliau baca dan luasnya cakupan bacaannya.

Tayangan tadi malam menggambarkan kunjungan beliau ke toko buku dan rekomendasinya terhadap buku-buku yang selayaknya dibaca oleh anak-anak di Jepang. Buku-buku yang direkomendasikannya adalah buku-buku terbitan 30-40 tahun yang lalu. Buku-buku anak-anak Jepang yang kaya isi dan dalam kandungannya. Salah satu buku yang diperkenalkannya adalah 君たちはどう生きるか (baca : kimitachi wa dou ikiruka, terjemahan : Bagaimana kalian menempuh hidup ini ?)

Pak Ikegami mempunyai pendapat tentang toko buku yang menurut saya menarik sekali. Dengan kehadiran internet dan iPad, jumlah toko buku memang agak menurun. Buku-buku bahkan bisa dibaca secara online karena sudah banyak situs yang menyediakan bacaan-bacaan online. Tetapi menurut Pak Ikegami, mencari buku di toko buku sangat menyenangkan. Sebab, sekalipun kita ingin membeli satu buku, kita bisa mengetahui apa yang terjadi di dunia terkini dengan melihat tema-tema buku-buku yang dipajang. Kadang-kadnag hanya satu buku sebenarnya yang ingin kita beli, tetapi lebih seringnya yang dibeli bertambah banyak.

Benar adanya. Saya pun termasuk orang yang gemar mengoleksi buku, dan agak berbeda mungkin dengan Pak Ikegami yang membeli buku-buku baru, saya lebih banyak menghabiskan uang untuk membeli buku-buku bekas.

Terkait dengan penelitian yang saya tekuni, biasanya saya mencari literatur penting melalui situs googlebooks, dan setelah dapat, saya akan mengecek keberadaan buku tersebut di amazon atau situs buku bekas berbahasa Jepang, dan kalau harga cocok, biasanya akan saya pesan online.

Sayangnya banyak dari buku-buku tersebut yang belum sempat saya baca. Entahlah, kebiasaan membaca mulai agak berkurang atau tepatnya waktu untuk membaca agak berkurang sebab kebanyakan buku yang saya punyai adalah buku-buku serius yang perlu waktu untuk membacanya. Tetapi buku-buku berbahasa Indonesia biasanya akan selesai saya baca dalam sehari, mungkin karena tidak ada halangan bahasa.

Minat bacaan saya mengalami pergeseran dari masa ke masa. Ketika SD dulu, saya senang sekali membaca buku-buku sains Balai Pustaka. Di SMP saya senang membaca buku-buku sastra pujangga lama dan baru yang semuanya tersedia di perpustakaan sekolah. Di SMA saya mulai menggemari buku-buku politik, dan tentu saja novel. Saat menjadi mahasiswa di IPB, koleksi buku-buku Islam dalam beragam topik saya lahap rata-rata sehari satu buku. Dan saya mulai mengoleksi buku-buku pertanian baik yang berbahasa Indonesia ataupun Inggris. Tetapi jumlahnya tetap tidak mengalahkan buku-buku Islam yang saya punyai. Minat bacaan saya semakin mengerucut saat berada di Jepang, tetapi saya mulai tidak suka membaca novel. Saya lebih banyak menghabiskan waktu membaca buku-buku sejarah pendidikan, sesuai dengan penelitian yang saya tekuni.

Bagaimana menciptakan waktu supaya bisa membaca buku ?
Pak Ikegami selain membaca buku sebuah sehari juga selalu membaca koran 8 buah sehari. Menurut Pak Ikegami, waktu membaca dapat seseorang harus menghentikan kebiasaan minum sake. Ya, dengan minum sake tentu tidak ada yang bisa berkonsentrasi membaca buku.

Tetapi intinya sama dengan beliau hendak mengatakan bahwa waktu membaca dapat diciptakan dengan menghentikan kebiasaan menghabiskan waktu dengan kegiatan yang sia-sia.

Tampaknya internet, chatting dan komunitas obrolan di dunia maya juga telah menjadi salah satu pekerjaan menghabiskan waktu dan mengurangi minat baca🙂

  1. Menulis di blog juga termasuk pekerjaan menghabiskan waktu dan mengurangi minat baca si penulis😈

    Tapi bersyukurlah, karena tulisan dalam blog justru bisa membangkitkan minat baca para pengunjung blog:mrgreen:

  2. tapi browsing lewat internet jg bisa nambah wawasan jg tergantung kitanya klo kita manfaatkan sbaik mungkin maka imbasnya waktu kita ga sia2 berlama2 internetan klo cuma untuk chatting dan koment2 status yg ga jelas di fb ato twiteran mending baca buku cetak aja..krna bisa berimajinasi dg apa yg kita baca^____^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: