murniramli

Semua Muslim Harus Siap dan Bisa

In Islamologi, Pendidikan Indonesia, Renungan on September 4, 2010 at 4:51 am

Ketika berada di negeri asing, seorang muslim mempunyai beban yang lebih berat ketimbang jika dia berada di negara dengan mayoritas muslim. Muslim di negara langka muslim harus menjadi muslim super.

Di Indonesia tidak ada yang khawatir siapa yang harus menjadi imam, sebab stok imam sangat banyak. Kebanyakan kita barangkali hanya sebagai makmum. Tidak ada yang perlu khawatir tentang pengurusan jenazah jika ada saudara muslim yang meninggal, sebab di setiap desa bahkan sudut kota pasti ada yang bisa melakukannya. Tidak ada yang perlu khawatir tentang penghulu saat ada yang ingin menikah.

Tetapi di negara dengan kelangkaan muslim, seperti Jepang, sangatlah sulit menemukan muslim dengan kapasitas super untuk mengerjakan tugas-tugas di atas.Alasan kebanyakannya adalah karena minimnya ilmu pengetahuan agama untuk menyelenggarakan tugas tersebut atau karena ketidakpercayaan diri.

Saya menganggap permasalahannya ada pada pendidikan agama Islam yang mesti diperbaiki baik di sekolah maupun di dalam keluarga dan lingkungan terdekat. Sebagaimana sering dibahas pendidikan agama di sekolah cenderung menghafal dan tidak berupaya untuk mengarahkan siswa untuk termotivasi mempelajari agamanya karena alasan urgensi keperluan seperti di atas. Akibat materi yang diajarkan sekedar untuk keperluan ujian, maka kita menjadi tahu ajaran agama kita sebatas untuk ujian.

Pendidikan agama di dalam kelurga juga sangat lemah. Memang akhir-akhir ini banyak orang tua yang mengirimkan anaknya ke TPA atau TQA atau ke pesantren, tetapi orang tua lupa bahwa tanggung jawab mendidik anak tentang agamanya, beban terbesarnya ada pada pihak orang tua. Orang tua tidak menjadi terbebas dengan sekedar mengirimkan anaknya ke pesantren ataupun TPA/TQA, tetapi mereka tetap berkewajiban menjadi muslim yang mampu memberikan ajaran dan teladan kepada anak-anaknya.

Dengan kata lain, jika ayah bisa menjadi imam dan terbiasa mengajak anak sholat berjamaah, maka si anak akan terbiasa dengan atmosfer ini. Ayah tentunya harus pelan-pelan melatih anak agar dapat pula menjadi imam sholat, misalnya dengan menjadi imam untuk adik-adiknya, atau teman-temannya.

Teman-teman anak yang kadang-kadang datang bermain ke rumah mesti ditanya, “sudah sholat belum ?” Kalau belum, ajaklah dan bimbinglah untuk selalu melakukan sholat berjamaah. Sayangnya banyak orang tua terlalu sibuk untuk mengurusi perkara sesepele ini.

Jadi, jika hendak mencetak pribadi muslim Indonesia yang berkarakter, pendidikan agama Islam harus diarahkan pada mencetak pribadi-pribadi muslim yang super, bukan sekedar siswa yang mampu mengucapkan syahadat, tetapi kewajiban dan tuntutan yang datang sesudahnya. Bukan sekedar dapat sholat dengan benar, tetapi dapat menjadi imam sholat, bukan saja dapat mengaji dengan benar, tetapi dapat membimbing sesamanya untuk mempelajari Al-Quran, bukan saja menghafal doa-doa, tetapi dapat memimpin doa dalam bacaan doa yang diajarkan Rasulullah SAW, bukan saja menghafal tatacara menangani jenazah, tetapi mampu menangani jenazah, dan beberapa tugas fardhu kifayah lainnya.

Seandainya boleh mengusulkan, semestinya orang-orang yang akan berangkat ke luar negeri, terutama ke negara-negara non muslim, semestinya mendapatkan pelatihan seperti ini, bukan hanya pelatihan bahasa dan atau pelatihan tentang budaya negara bersangkutan. Tetapi siapa yang mau peduli dengan masalah pribadi semacam ini di negara kita ?

Sebab kita sudah menganggap agama adalah hal pribadi, maka kadang-kadang kita kesulitan menempatkan hal-hal jam’iyyah seperti di atas pada konteksnya yang tepat. Bahwa untuk mendidik seseorang agar mampu menjadi imam, mampu memimpin doa, mengurusi jenazah dan lain-lain fardhu kifayah adalah bukan lagi masalah pribadi,tetapi kegiatan jam’iyyah yang semestinya ditangani pula secara jam’iyyah.Tidak salah menurut saya jika Kementrian Agama memfasilitasi ini jika diperlukan payung birokrasi.

Anyway, bukan yang lulusan pesantren saja yang harus bisa melaksanakan tugas-tugas di atas, tetapi semua muslim harus siap tanpa perkecualian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: