murniramli

Sejarah : Mencatat Detil Sebuah Perubahan

In Manajemen Pendidikan, Organizational Learning, Sejarah on September 23, 2010 at 12:56 am

Sebelum lulus bulan Juli lalu, saya jauh hari sudah mulai mengumumkan pada institusi/kelompok yang saya dipercayai menjadi pemegang kendali, untuk mundur. Sekalipun banyak teman yang meminta jangan mundur dan mumpung masih berada di Nagoya agar tetap menjabat jabatan yang sama. Saya sebenarnya tidak benar-benar mundur, sekalipun saya melepaskan jabatan tersebut. Jabatan yang saya peroleh karena status sebagai mahasiswa tentunya harus saya lepaskan setelah saya lulus. Tetapi pekerjaan di bidang tersebut tidak saya hentikan sebab saya sungguh cinta bekerja dan menggemari pekerjaan itu.

Kedua institusi tersebut adalah Majalah Inovasi Online yang dikelola PPI Jepang. Selama periode 2007 hingga per Juli 2010 saya diijinkan menjadi Editor Utama. Bukan karena keahlian saya dalam bidang publikasi dan keredaksian, tetapi barangkali karena saya nekat bolak-balik “menembaki” semua mahasiswa/peneliti Indonesia di Jepang untuk menulis, dan paling rajin “mengganggu” teman-teman editor untuk “bangun” mengurusi majalah. Mereka “terpaksa” menerima saya sebagai pimpinan redaksi karena kenekatan tersebut barangkali. Setelah lulus saya mohon ijin agar diperkenankan menjadi reviewer di bidang pendidikan, sekalipun sangat jarang tulisan pendidikan yg masuk. Tetapi karena pernah menekuni bidang pertanian selama hampir 8 tahun, saya dengan nekat juga mengatakan dapat mereview tulisan berbau pertanian.

Institusi lain yang juga saya nekat menyatakan diri sebagai pengelolanya adalah Kelompok Belajar Bhinneka yang teman-teman di Nagoya lebih senang menyebutnya Sekolah Bhinneka. Sesuai tradisi di Jepang, pimpinan sekolah disebut sebagai “Kouchou Sensei” maka saya pun mendapat panggilan baru tersebut. Anak-anak kadang-kadang tidak tahu nama asli saya selain mengenali bahwa saya kouchou sensei.

Bekerja di Majalah IO adalah sebuah kesenangan sekaligus menciptakan tantangan baru. Saya barangkali termasuk tipe orang yang senang menciptakan tantangan tetapi kadang-kadang kerepotan menghadapinya, sebagaimana kenekatan saya menjadi interpreter/penerjemah tanpa punya selembar lisensi JLPT🙂 Kenekatan-kenekatan tersebut selalu menimbulkan eksima di tangan dan kaki, dan menyebabkan perut saya sakit. Tetapi beruntunglah sepertinya Allah telah menganugerahi saya dengan sifat memiliki tanggung jawab dan menggemari ke-perfect-an kerja. Jika sudah mendekati deadline penerbitan, saya biasanya lembur hingga larut malam, mengedit dan memeriksa kembali semua tulisan yang sudah diPDF-kan sebelum terbit keesokan harinya. Tentu saja saya tidak menjadi sedetil ini ketika sangat disibukkan dengan urusan seminar dan penelitian.

Karena tidak terlibat sejak awal berdirinya IO, maka saya kurang mendalami detil perubahannya kecuali selama saya menjabat. Lain halnya dengan KK Bhinneka, karena saya menjadi salah satu pendirinya maka saya memiliki rekaman tulisan dan foto tentang detil perubahannya hingga selesai masa jabatan.

Rekaman itulah yang kemarin saya kirimkan dalam bentuk laporan ilmiah kepada advisor foreign student di ECIS, Nagoya University. Beliau meminta laporan ringkas yang nantinya akan diperbaikinya untuk diterbitkan dalam Journal ECIS, Nagoya University Maret tahun depan. Sebelumnya saya sudah memberikan laporan secara lisan kepada Tanaka Sensei, dan beliau mengatakan akan menuliskannya jika saya tidak ada waktu membuat laporan. Saya kembali nekat mengatakan akan saya buatkan. Dan jadilah saya membongkar-bongkar file-file rekaman pendirian Sekolah Bhinneka untuk membuat sebuah laporan yang semula saya pikir ringkas saja, tetapi ternyata saya selalu “gila” menulis, sehingga laporan tersebut menjadi catatan detil sejarah pendirian Sekolah Bhinneka dan perubahan kebijakan yang kami terapkan. Tanaka sensei sangat berterima kasih dan saya pun bersyukur beliau mau memperbaiki redaksi kalimat bahasa Jepang agar layak terbit beserta komentar-komentar detilnya tentang alasan perubahan kebijakan dan impact-nya.Dua kali saya mengoreksi tulisan dan tak lupa saya tambahkan foto-foto pelengkap, dan sensei mengatakan ini sudah sangat OK dan siap terbit. Beliau juga menyarankan agar tulisan tsb diterbitkan dalam jurnal lain sebab sangat penting diketahui banyak orang.

Dari proses menyusun laporan Sekolah Bhinneka, saya mempelajari sebuah hal yang dulunya saya kurang serius mengerjakannya, yaitu mencatat detil sebuah perubahan. Saya sudah melewati masa-masa dan tempat bekerja yang saya dipercayai menjadi pemegang kebijakan sebelum datang ke Jepang. Banyak sudah perubahan yang saya buat tetapi lupa mencatat kenapa mesti berubah, kapan itu terjadi, dan apa dampak perubahan tersebut.

Pencatatan perubahan yang terjadi adalah sebuah refleksi untuk perbaikan ke depan. Melalui kesalahan masa lalu orang belajar untuk tidak mengulanginya dan selalu berfikir untuk membuat sesuatu yang baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: