murniramli

Yang gratis di Jepang :Tissue

In Serba-serbi Indonesia, Serba-Serbi Jepang on Desember 7, 2010 at 4:07 am

Saya belum pernah membeli tissue bungkusan kecil di Jepang sebab setiap minggu saya pasti mendapatkan tissue gratis yang dibagikan oleh berbagai perusahaan, kursus, pemerintah kota dll di pintu keluar stasiun kereta atau di dekat kafetaria. Saking banyaknya kalau dikumpulkan barangkali bisa satu tas🙂

Membagikan tissue gratis biasanya dilakukan oleh mahasiswa part time atau staf perusahaan bersangkutan. Kadang-kadang saya tidak begitu perlu tissue tersebut, tapi karena solider dengan para part timer, saya sering menerimanya saja sebagai bentuk bantuan mempercepat kerja sesama🙂

Beberapa hari lalu saya bertugas mengajar di Toyota. Cuaca semakin menggigit di Jepang dan dengan jaket tebal, slayer tebal dan tangan dimasukkan ke dalam saku jaket yang hangat, rasanya malas mengacungkannya untuk sekedar menerima pemberian tissue yang diterima. Tetapi pembagian tissue hari itu agak lain, sebab beberapa orang polisi berbaju biru (sebenarnya bukan polisi mungkin, tapi security team) ikut membagikan, dan kelihatannya ada seorang yang ditinggikan di situ sebab seorang polisi lainnya sibuk memotret gerak-geriknya. Seorang bapak tua menyodorkan tissuenya saat saya baru saja keluar dari tangga eskalator, sambil mengangguk saya menerimanya, dan langsung memasukkannya ke dalam saku. Saat melewati para polisi, bapak yang dipotret tadi menyerahkan tissue kepada saya sambil mengucapkan terima kasih, dan tanpa saya sadari kilatan blitz mengenai wajah saya. Wah, jangan-jangan saya dimasukkan koran kota keesokan harinya🙂

Sambil berjalan bergegas menuju stasiun kereta berikutnya karena saya harus trasfer kereta menuju tempat mengajar, iseng saya amati tissue yang diberikan. Gambarnya seperti di bawah ini :

 

Sumber : Koleksi sendiri (Des,2010)

Itu adalah tissue yang dibagikan sebagai upaya mengkampanyekan program keamanan kota. Gambar pak polisi juga tertera di situ. Ya, kota Toyota cukup giat menyelenggarakan program-program serupa. Intinya sebenarnya ajakan pemerintah kota kepada warganya untuk bekerjasama membangun kota. Program “machi zukuri” atau pengembangan kota menjadi issue yang merebak sejak beberapa tahun lalu. Masing-masing kota bebas merancang program-program pembangunan kota dan sama sekali terlepas dari tekanan dan intervensi pusat. Program utama yang dikembangkan biasanya adalah masalah keamanan lingkungan, perlindungan anak, dan juga family support dalam pengasuhan anak.

Selain tissue, sebenarnya saya pernah juga menerima bandage semacam tensoplast dari kelompok anak cacat yang sedang mengumpulkan uang sumbangan. Biasanya saya gemar memasukkan koin-koin kecil ke dalam kotak yang mereka bawa, dan sebagai imbalannya saya menerima bandage 2 biji yang dimasukkan dalam kemasan unik.

Kalau untuk promosi dan kampanye  banyak yang menggunakan tissue, maka sebagai ucapan terima kasih keikutsertaan survey yang pernah saya terima adalah kartu diskon beli buku yang disebut “tosho kaado” sebesar 500 yen atau kartu diskon belanja di konbini sebesar 500 yen juga. Katanya kadang-kadang ada juga yang memberi block note dan bolpen. Tetapi ini saya kira tergantung kantong penyurvei. Jika bertepatan dengan mahasiswa, biasanya tanpa pemberian seperti itu, dan cukup dengan ucapan terima kasih. Ya, sebab lumayan menguras isi kantong jika harus menyediakan kartu diskon untuk 20-an partisipan misalnya.

Selain tissue yang dibagikan gratis, suatu kemajuan lagi menurut saya di Nagoya, yaitu kebijakan gratis tissue toilet di semua toilet di stasiun kereta. Kalau dulu kami harus membeli tissue 100 yen di mesin otomatis penjual tissue di depan toilet, atau kadang-kadang orang Indonesia yang tidak merasa sreg menggunakan tissue membawa sendiri air botolan ke dalam toilet, maka kira-kira sejak September lalu, semua stasiun di Jepang (barangkali) sudah menyiapkan tissue toilet gratis🙂  Saya kira ini kebijakan yang baik, sebab kadang-kadang di stasiun ada juga orang Jepang yang jorok tidak membersihkan kotorannya atau menyisakan sampah di kamar mandi, dan bahkan bau pesing di beberapa stasiun besar di Nagoya adalah hal yang sudah terkenal. Karenanya, kadang-kadang saya lebih memilih ke toilet department store ketimbang toilet stasiun. Tapi mungkin ada yang protes, sehingga toilet stasiun agak mendingan belakangan ini🙂

Di Indonesia juga ada kemajuan besar. Sewaktu pulang yang lalu, saya merasa lega memasuki toilet stasiun dan terminal tanpa harus membayar karena sudah ada tulisan GRATIS. Sayangnya di stasiun Bandung sebelum masuk peron, toiletnya sangat tidak layak, dan masih harus bayar, pun mushollanya. Mungkin ke depan, para pengelola stasiun bisa menyiapkan toilet yang lebih representative bagi para penumpang.

 

 

  1. ya…betul banget, aku dapet banyak tissue disana…gambar tissuenya juga unik-unik2 sempat dikoleksi sih…he..he..

  2. KIA Picanto Makin Mini…

    Mantaf artikelnya gans… senang bisa berkunjung ke situsnya :)…

  3. semoga bahan dasar tisunya tidak berasal dari kayu hutan tropis, kalau iya berarti ikut merusak lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: