murniramli

Minat Bekerja Siswa SMA di Jepang

In Serba-Serbi Jepang, SMA di Jepang, SMK Jepang on Desember 15, 2010 at 3:22 am

Baru-baru ini Kementrian Pendidikan Jepang (MEXT) melaporkan tentang persentase siswa SMA yang berminat bekerja dan ratio kepastian penerimaan kerjanya atau presentase yang telah dinyatakan diterima sebagai pegawai baru. Setiap tahun MEXT membuat survey untuk mengevaluasi seberapa banyak mahasiswa dan siswa SMA/SMK yang berminat untuk bekerja dan berapa besar yang terserap dunia usaha.

Seperti banyak dilansir, dunia bisnis di Jepang saat ini mengalami resesi, sehingga sesuai dengan prediksi awal, tahun ini akan banyak perusahaan yang mengurangi jatah penerimaan pegawai barunya.

Lulusan SMA/SMK bulan April tahun 2011 diprediksikan sebanyak 1.o7juta orang, dan di antara jumlah tersebut jumlah siswa yang berminat bekerja sebesar 17.5% atau 187,000 siswa. Lalu, dari 17.5% siswa yang melamar kerja, hanya 8 juta yang diterima bekerja. Dengan demikian jumlah siswa yang diterima bekerja tahun ini sebesar 57.1% meningkat 1.9 point dibandingkan tahun lalu.

Dari jumlah siswa yang diterima bekerja terlihat perimbangan antara siswa dan siswi. Persentase siswa yang diterima sebesar 60.1 % dan siswi sebesar 50.8%. Jika dilihat dari jenis jurusannya maka sebanyak 76.2% siswa teknik memilih kerja, 63.1% siswa pelayanan sosial, dan 58.4% siswa jurusan bisnis memilih untuk bekerja.

Yang menarik pula adalah siswa-siswa di daerah paling Utara (Hokkaido) dan daerah Selatan (Okinawa) banyak yang tidak berminat bekerja, sekitar 24%~34%. Sementara siswa di daerah Toyama, Gifu dan Fukui menunjukkan minat besar untuk bekerja (74~78%). Daerah Hokkaido adalah daerah paling dingin di Jepang sementara Okinawa adalah daerah terpanas di Jepang. Barangkali ada hubungan antara cuaca dan minat bekerja🙂 Sementara daerah Toyama adalah wilayah yang sejak masa dulu memiliki vocational education yang bagus dan pemerintah setempat memiliki kebijakan mengunggulkan vocational education daripada general education. Toyama juga memiliki keunikan dari kebijakan pemerintahnya yang banyak tidak sepakat dengan pusat. Gifu dan Fukui adalah daerah dengan sumber alam yang melimpah dan jumlah industri kecil menengah yang cukup banyak.

Bagaimana dengan Aichi yang merupakan prefekture terkaya karena ada perusahaan raksasa Toyota ? Tampaknya minat bekerja siswa Aichi kurang setinggi siswa-siswa di Gifu sekalipun ada perusahaan besar automotive dan berbagai industri penunjangnya. Hal ini bisa saja disebabkan karena banyaknya universitas dan kesempatan melanjutkan yang lebih besar di Aichi.

Oleh karena itu, baru saja disiarkan di NHK bahwa sebuah perusahaan di kota Toyota berinisiatif mengadakan pengarahan kepada siswa SMA untuk merangsang minat kerja mereka.

Apabila ratio diterima bekerja siswa SMA/SMK meningkat tahun ini, hal sebaliknya terjadi pada mahasiswa. Jumlah mahasiswa yang diterima bekerja tahun ini mengalami penurunan. Berdasarkan survey MEXT Agustus 2010, lulusan universitas yang bekerja tetap sebesar 60.8%, lalu 13.4% melanjutkan ke pasca sarjana, 3.6% bekerja part time,dan 16.1% tidak bekerja dan tidak melanjutkan sekolah. Ratio penerimaan kerja tahun ini hanya 60%, merupakan angka terendah sejak 1996 ketika survey mulai diadakan pertama kali. Tampaknya ini dampak yang nyata sekali dari krisis ekonomi yang terjadi di Jepang saat ini. Para pakar juga menyebutkan bahwa kemungkinan banyak lulusan yang mengharapkan bekerja di perusahaan besar, dan kurang berminat pada industri kecil dan menengah. Tetapi tampaknya industri kecil menengah pun mengalami kesulitan membuka lowongan baru untuk lulusan universitas, dan lebih banyak mengutamakan lulusan SMA/SMK yang tentunya lebih murah dari segi penggajiannya.

 

  1. Sepertinya kultur dan lingkungan setempat mempengaruhi anak2 lulus SMA di Hokkaido dan Okinawa tak berminat langsung kerja. Hokkaido? Daerah sana kebanyakan orang berwiraswasta dari pada kerja pada orang lain, mulai dari berternak hingga berladang. Okinawa? Tempat wisata kayak pinggiran pantai Pulau Bali juga tak jauh beda, anak2 SMA nya masih kepengen melanjutkan “profesi” mereka sebagai anak pantai.
    Tapi kayaknya butuh survey lanjutan untuk membuktikannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: