murniramli

Bukan sekedar membaca, tetapi kemampuan baca

In Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, Penelitian Pendidikan, Serba-serbi Indonesia on Desember 24, 2010 at 6:08 am

Hasil PISA 2009 menempatkan kemampuan membaca siswa Indonesia di posisi 57 dari 65 peserta. Tidak jauh berubah dari PISA sebelumnya. PISA adalah pengujian kemampuan reading, math, dan science literacy siswa berusia 15 tahun yang diselenggarakan oleh OECD. Penyelenggaraanya per tiga tahunan dan sudah diadakan sejak tahun 2000. Indonesia diikutsertakan sebagai negara non OECD, tetapi mewakili negara berkembang dan juga saya kira sebagai pembanding atau gambaran yang baik tentang prestasi pendidikan negara berkembang non OECD.

Saya tidak tahu apakah Mendiknas mempunyai institusi khusus untuk membahas tentang hasil PISA ini, dan apakah berkembang diskusi menarik di tanah air untuk membahas bentuk soal-soal bacaan PISA dan menganalisa mengapa siswa-siswa kita dinilai sangat rendah dalam kemampuaan membacanya.

Di Jepang diskusi tentang hal di atas berlangsung cukup hangat di kalangan akademisi, saya belum dapat meastikan apakah hal yang sama berlangsung di kalangan pengambil kebijakan. Tetapi beberapa negara maju mempunyai analisa serius tentang hal ini, misalnya US dan Canada. Saya mendownload analisa Highlight From PISA 2009 dari pemerintah US karena sangat penasaran dengan model soal bacaannya.

Berikut saya copy pastekan salah satu model soalnya :

A Sample Reading Texts and Items From PISA 2009

TELECOMMUTING

The way of the future

Just imagine how wonderful it would be to “telecommute”1 to work on the electronic
highway, with all your work done on a computer or by phone! No longer would you have
to jam your body into crowded buses or trains or waste hours and hours travelling to and
from work. You could work wherever you want to – just think of all the job opportunities this
would open up!

Molly

Disaster in the making

Cutting down on commuting hours and reducing the energy consumption involved is
obviously a good idea. But such a goal should be accomplished by improving public
transportation or by ensuring that workplaces are located near where people live. The
ambitious idea that telecommuting should be part of everyone’s way of life will only lead
people to become more and more self-absorbed. Do we really want our sense of being part
of a community to deteriorate even further?

Richard

1 “Telecommuting” is a term coined by Jack Nilles in the early 1970s to describe a situation in which workers work on a computer away from a central office (for example, at home) and transmit data and documents to the central office via telephone lines.

Question 1: TELECOMMUTING

What is the relationship between “The way of the future” and “Disaster in the making”?

A They use different arguments to reach the same general conclusion.
B They are written in the same style but they are about completely different topics.
C They express the same general point of view, but arrive at different conclusions.
D They express opposing points of view on the same topic.

Answer : D

Question 2: TELECOMMUTING

What is one kind of work for which it would be difficult to telecommute? Give a reason for your answer.

Answer : Plumber. You can’t fix someone else’s sink from your home!

Question 3: TELECOMMUTING

Which statement would both Molly and Richard agree with?

A People should be allowed to work for as many hours as they want to.
B It is not a good idea for people to spend too much time getting to work.
C Telecommuting would not work for everyone.
D Forming social relationships is the most important part of work.

Answer : B

Rata-rata siswa negara OECD adalah 52 % benar untuk Q1, 56% benar untuk Q2, dan 60% benar untuk Q3.

Q1 adalah soal yang menguji kemampuan integrate dan interpret siswa, Q2 untuk menguji kemampuan reflect and evaluate, dan Q3 untuk menguji hal yang sama dengan Q1.

Bandingkan dengan soal UN Bahasa Indonesia SMP kelas 9 tahun 2007 (maaf saya tidak mendapatkan th 2010)

UN SMP 07-06

Teks 1

Wajah cantik dan tubuh aduhai. Dua kelebihan itu bisa menjadi senjata bagi petenis Rusia, Maria Sharapova,untuk berkarier di dunia fashion. Namun, tampaknya Sharapova belum seratus persen tertarik ke dunia fashion untuk saat ini. Padahal, dari dunia glamor itu,dia mendapatkan pemasukan yang hiar biasa. Namun,ia tetap bersikukuh menggeluti dunia tenis.

Komentar saya : kalimat terakhir tidak bermakna apa-apa sebab sudah ada pernyataan senada di atasnya. Tidak ada kesinambungan kisah.

Teks 2

Selalu enerjik dan optimis. Itulah sekilas yang tampak dari sosok Noviantika Nasution. Ketika dipercaya menjadi orang nomor satu di induk perbasketan tanah air periode 2006-2010, Novi tak pesimis. Padahal,prestasi olahraga Indonesia, termasuk basket tahun ini lagi terpuruk.

Kesamaan informasi yang dibahas dalam kedua teks tersebut adalah …

A. dunia mode dan wanita
B. wanita dan olahraga
C. hobi dan dunia mode
D. kecantikan wanita dan hobi

contoh lain :

UN-SMP 07-23

Dengan hati-hati, puluhan jangkrik unggul itu dilepas.Aku tidak mengerti. Mengapa makhluk yang diburu diseluruh pelosok desa ini dilepas? Padahal, dia telah mengeluarkan uang, cukup banyak. Tapi begitu melihat matanya berair, aku merasakan kesedihan yang dalam.Setelah melihat orang itu berjalan ke arah perkebunan,entah mau ke mana, aku pulang. Pulang dengan perasaan tidak menentu.

Jenis konflik pada kutipan novel tersebut adalah …

A. fisik
B. batin
C. lahir
D. jasmani

Catatan : Kata dan huruf yang dimerahkan adalah kesalahan EYD yang kurang diperhatikan oleh pembuat soal.

Soal pertama masih lumayan mengajak siswa untuk berpikir sedikit, tetapi tema yang diangkat saya pikir kurang bermutu. Adapun soal kedua, sama sekali tidak mengajak siswa untuk menjadi pemikir. Jika siwa memahami bahwa kata fisik = lahir = jasmani, maka tanpa membaca soal bacaan, dia tidak perlu berpikir panjang untuk memilih jawaban B.

Kita dapat menyimpulkan bahwa selain minat baca yang lemah di kalangan siswa kita, model-model soal yang diajukan juga tidak melatih mereka untuk bersifat kritis terhadap bacaan yang dibacanya.

Definisi dari reading literacy menurut PISA adalah :

Reading literacy is understanding, using, reflecting on and engaging with written text, in order to achieve one’s goals, to develop one’s knowledge and potential, and to participate in society (OECD 2009, p.23)

Dengan demikian membaca tidak sekedar merupakan hiburan, tetapi dari membaca seseorang akan mendapatkan pemahaman baru, pemikiran baru yang barangkali akan bertolak belakang dengan pemikiran dia sebelumnya, oleh karena itu dia akan berhadapan dengan konflik bagaimana merefleksikan pemikiran baru tersebut (jika dia setuju) dalam kehidupannya, dalam kaitannya dengan pencapaian cita-cita hidupnya dan partisipasinya dalam kehidupan sosial.

Soal bacaan bertema telecommuting dalam soal PISA sangat menarik dari segi tema, dan mengajak pembaca untuk bergairah menyampaikan pendapatnya tentang dunia yang terhubung dengan telekomunikasi. Secara prinsip berpikir memang ada dua pandangan tentang telekomunikasi, yaitu positif dan negatif, tetapi bukan ini yang penting. Yang terpenting adalah bahwa yang positif memiliki latar belakang dan alasan berpikir dan demikian pula yang negatif. Keduanya memang bertentangan, tetapi ada titik temu yang bisa didiskusikan lebih jauh untuk digunakan bersama dalam kehidupan sosial.

Publikasi buku di Indonesia sudah sangat pesat, dan ini adalah hal yang menggembirakan. Tetapi tidak semua buku yang disebarkan ke masyarakat adalah buku bermutu. Saya membandingkan buku-buku tulisan ilmuwan/pakar dahulu (th 1950-an) dan sekarang sangat jauh kualitasnya, bahkan saya hampir-hampir menyimpulkan bahwa kita mengalami penurunan kemampuan menulis dengan baik.

Gerakan membaca juga sudah mulai dimasyarakatkan tetapi membaca masih menjadi pola hidup keluarga menengah ke atas, dan belum dimiliki oleh masyarakat bawah karena minimnya bacaan di kalangan mereka. Munculnya televisi dan internet semakin mengurangi minat baca tersebut. Barangkali stasiun televisi perlu membuat program membaca di TV, memperkenalkan atau mereview buku-buku menarik, dan membuat diskusi buku.

Book fair untuk buku-buku bekas sering sekali diadakan di Jepang, dan buku juga bukan sesuatu yang mahal, terutama buku-buku cerita/novel. Komik bahkan dijual murah seharga 250 yen atau lebih murah hampir sama dengan harga secangkir kopi morning set.

Setelah buku-buku menjadi barang yang mudah didapatkan, maka selanjutnya perlu mengubah konsep belajar bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan alat meningkatkan pengetahan dan penemuan pemikiran baru di sekolah-sekolah.

Kalau kita masih berkutat pada pertanyaan “apakah, apa, siapa, di mana, yang mana, kapan, dan berapa”, dan belum bergerak pada pertanyaan “bagaimana dan mengapa”, maka anak-anak kita hanya akan sekedar membaca tanpa ada peningkatan kemampuan bacanya.

  1. Di Semarang (dan kota lain di Jateng: Solo, Pekalongan, Salatiga)dalam 2 tahunan ini sudah ada pameran buku IKAPI sekitar 3 kali setahun, dimana juga diobral buku-buku dengan harga murah mulai 5 rb-25 rb. Moga-moga hal itu bisa meningkatkan minat membeli buku pada masyarakat kita

  2. […] Bukan sekedar membaca, tetapi kemampuan baca « Berguru […]

  3. […] Bukan sekedar membaca, tetapi kemampuan baca « Berguru […]

  4. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ,
    Ada gak data dalam bentuk diagram or presentai pemahaman reading d indonesia ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: