murniramli

Perlu tidaknya anak dimasukkan ke Preschool ?

In PAUD, Pendidikan pra sekolah, Taman Kanak-Kanak on Januari 29, 2011 at 12:39 am

Saya sedih sekali mendengar cerita teman di Indonesia bahwa banyak ibu yang memasukkan anaknya ke preschool/day care karena alasan gengsi dan ingin mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. Saya kira orang tua dan pengelola kurang memahami mengapa preschool diselenggarakan.

Alasan utama menyelenggarakan preschool atau home care adalah untuk membantu ibu-ibu yang bekerja yang tidak mempunyai keluangan untuk mengasuh anaknya. Dengan kata lain, ibu-ibu yang tidak bekerja dan tidak memiliki kesibukan di luar rumah, tidak perlu mengirimkan anaknya ke day care karena ibu-lah yang paling baik dan berkewajiban mengasuh anak-anaknya di rumah.

Ada perbedaan perkembangan yang mendasar antara anak yang dititipkan di preschool dengan anak yang diasuh sendiri oleh ibunya pada masa kanak. Anak-anak yang dimasukkan ke preschool tentu saja tidak mendapatkan kasih sayang orang tuanya selama dia dititipkan, dia juga akan lebih patuh kepada pengasuhnya ketimbang ibunya. Anak-anak yang diasuh di rumah pada usia 2 tahun mulai mampu mengucapkan kata dan senang meniru. Pada masa ini ibunya perlu sangat berhati-hati menggunakan kata, memanggil anak dengan panggilan kesayangan, “Nak”, dan bukan dengan namanya saja. Umur 2 tahun juga sudah bisa mengenal kata “Tolong”, sehingga ibu bisa memberinya tugas-tugas ringan, misalnya, “Tolong lap ini, Nak !”  Menemani Ibu bekerja di dapur, mempersiapkan makan siang adalah juga kesibukan yang sangat dinikmati anak-anak berusia 3 tahun. Bahkan ibu-ibu yang rutin pergi belanja ke pasar, mengajak anak-anak berusia 2-3 tahunan ke pasar adalah sebuah pengalaman dan pendidikan alami yang sangat baik. Saya masih ingat ponakan saya yang sering diajak ibunya ke pasar menirukan dengan sangat baik gaya ibunya menawar sayur pada saat 3 tahunan. Pengalaman berkebun, membersihkan halaman, menyapu dan mengepel rumah yang bisa melatih semua motorik anak tidak bisa didapatkan di preschool.

Kegiatan yang bisa ditawarkan di preschool adalah kegiatan rutin yang sama untuk setiap anak, padahal pada dasarnya anak-anak memiliki perkembangan dan daya tangkap yang berbeda. Tentu saja  pre school yang baik harus sedapat mungkin menghadirkan suasana rumah sehingga anak tidak merasa asing dengan perpindahan dan perubahan lingkungan yang dialaminya.

Banyak juga Ibu yang beralasan memasukkan anaknya ke preschool karena ingin anaknya bisa cepat menghitung, membaca, bercas-cis cus dalam bahasa Inggris. Karena anaknya Bu Anu sudah bisa menghitung sampai 100, anaknya Bu Anu sudah lancar membaca dan menulis, anaknya Bu Anu sudah bisa bicara bahasa Inggris, padahal umurnya masih 2 tahun.

Lebih parahnya lagi, pengelola preschool sangat tidak peduli dengan dampak perkembangan anak. Tidak ada seleksi ketat, apakah seorang anak layak dititipkan karena alasan ibunya bekerja misalnya. Yang menjadi patokan pertama adalah kantong orang tua. Saya kira pemerintah perlu mengeluarkan peraturan bahwa anak-anak yang boleh dititipkan di preschool hanyalah jika ibunya bekerja atau sakit (fisik atau mental) sehingga tidak bisa mengasuh anak. Semestinya pemerintah harus turun tangan membuat aturan tentang hal ini, jika memang pemerintah peduli pada pendidikan dan perkembangan anak.

Lalu ada “kongkalikong informal” antara preschool dengan TK. Ada beberapa TK yang menulis kata internasional dan mempersyaratkan calon siswanya sudah bisa berbahasa Inggris. Ibaratnya sudah ada pola, jika hendak masuk TK yang ngetop, maka anak harus dimasukkan preschool Anu.

Apakah kita tidak pernah berfikir bahwa kita sudah menanamkan dunia kompetisi dan bukan dunia bebas bermain dan berkembang kepada anak-anak ? Saya pikir sekalipun kita memasuki era globalisasi bukan jor-joran semacam ini yang diinginkan. Isyu globalisasi menurut saya terlalu dibesar-besarkan dengan membawa ide kecenderungan menyatunya dunia dengan hanya satu bahasa pengantar, yaitu bahasa Inggris. Saya pikir tidak akan pernah dunia ini menyatu dan damai sementara masih ada pemisahan kaya miskin. Dan perbedaan status tersebut adalah sebuah sunatullah yang tidak bisa diubah. Globalisasi semestinya diartikan dengan keinginan untuk mendapatkan kehidupan di dunia yang lebih akrab, toleransi tinggi, dan pemahaman bijak tentang adanya perbedaan. Semua itu hanya bisa diperoleh dengan fondasi didikan/pengertian etika yang baik, yang diajarkan melalui pembiasaan berupa kegiatan dan bacaan.

Bacaan adalah hal yang mutlak diadakan untuk anak-anak. Di preschool memang terpajang banyak buku di rak-raknya, tetapi belum tentu setiap hari anak membacanya atau dibacakan kepadanya. Sementara untuk Ibu yang tidak bekerja, waktu untuk membacakan cerita kepada anak-anaknya melimpah. Bisa dilakukannya setiap malam menjelang tidur, sebelum tidur siang, atau waktu minum teh di sore hari.

Kegiatan menjelang tidur adalah kegiatan yang paling berperan dalam perkembangan anak. Sebelum tidur biasanya ibu akan menyuruh anak menggosok gigi (sebenarnya 30 menit sesudah makan), lalu ada juga ibu yang menyuruh anaknya pipis dulu, supaya tidak ngompol. Sebenarnya ini tidak perlu, sebab semua anak akan mengalami masa ngompol selama tidur, dan tidak ada jaminan bahwa dia tidak ngompol jika disuruh pipis dulu sebelum tidur. Ibu yang baik akan membacakan buku-buku cerita atau kalau tidak mengalunkan musik pengantar tidur atau lantunan ayat suci Al-Quran. Pembiasaan seperti ini tidak bisa dilakukan di preschool karena setiap anak berbeda. Jika preschool Islam mungkin bisa saja melantunkan ayat Al-Quran, tetapi jika preschool umum, maka musik klasik bisa menjadi pilihan. Dan jangan lupa membacakan cerita untuk masing-masing anak tentunya tidak bisa dilakukan jika pengasuh hanya ada satu atau dua orang dan anak yang diasuh ada sepuluh orang.

Tulisan ini tidak bermaksud mengurangi peran preschool sebagai lembaga yang layak untuk membantu kesulitan ibu-ibu bekerja, tetapi mengajak para ibu yang tidak bekerja untuk berfikir jernih dan mementingkan pembinaan dan pengasuhan anak-anaknya melalui tangannya sendiri.

Ibu-ibu yang menitipkan anaknya ke preschool, dan selama masa penitipan tersebut, si Ibu pergi belanja atau sibuk dengan internet, chatting, menonton TV, dan menyerahkan pengasuhan anaknya kepada pengasuh di preschool, saya kira perlu berpikir mendalam, apa sebenarnya yang dia cari di dunia, dan apa artinya seorang anak baginya.

  1. kadang kadang anak kl bosen di rumah dan pengen punya teman banyak perlu di sekolahkan ya…tp kita jg hrs hati2x agar anak kita jgn makan sembarangan….

  2. Setuju bunda sarah….kalau sekolah makin pusing aja sama apa yang dimakannya deh.
    Aku biasanya selalu membawakan makanan dari rumah.
    Sayangnya, susu formula anakku yg sblumnya gula tambahannya banyak. dan manis.
    Padahal susu kan gak perlu manis2, penyebab obesitas tuh.
    Jadinya aku cari penggantinya d. dan sudah nemu nih. Anmum Essntial namanya. Top bgt d

  3. Anmum Essential? susu formula baru yah? gak ada gula tambahannya? wah..patut di cek tuh.
    Memang sedang mencari nih susu tanpa gula tambahan.
    Serem mendengar penyakit2 akibat obesitas (yang biasanya disebabkan kbykn gula)
    gak tanggung lagi, bisa kena pnyakit jantung pula…

  4. eh iyah..Anmum yah? ada britanya tuh bun.
    Seneng deh pas baca, kalau Anmum Essential tanpa tambahan gula…benar2 susu yang sangat mengerti kesehatan anak d

    http://obrolanbisnis.com/fonterra-kenalkan-susu-pertumbuhan-anmum-essential-tanpa-gula-tambahan/

  5. syukurlah ada yg tulis ini, soalnya aku sedang bimbang, seperti yg ditulis diatas, aku ibu rt, bisa jaga anak setiap saat, tp anak teman2ku da pada skul, jd ada rasa takut klo anakku ketinggalan jg, lega deh harusnya lebih bangga yah bisa didik anak sendiri.
    Soal susu jg makasiiii bgt yah bunda…jd lega jg ada ada susu yg tanpa added sugar.

  6. Jadi seperti ditampar baca ini, aku juga sempat ngotot ke suami agar anakku bisa segera masuk preskul, padahal aku ga bekerja….;p
    Moms, susunya kayaknya ok bgt yah, mau coba jg ah buat anakku….

  7. betul banget klo baca link dr bunda cindy seneng banget sekarang uda susu yg ber’sahabat’ dgn anak” alias aman agar tidak obesitas dan diabetes

  8. klo untuk anak mulai sekolah sepertinya kita harus perhatikan teman” di sekolahnya karena banyak sekali anak” yg bertubuh gemuk di ‘bully’ sama anak” lain….makanya biar anak kita tidak di ‘bully’ hanya krn size tubuh mereka, kita para ibu harus cermat memilih makanan dan susu anak agar tidak obesitas krn kandungan added sugar yg tidak menentu

  9. aku agak was” akan anak” yg gemar sekali jajan apalagi kita tidak bisa mengawasi mereka selama sekolah……makanya dengan susu anmum kita dpt mengontrol kadar gula dlm susu yg memang manis alami dr susu dan tidak terlalu sering jajan……

  10. kalo aku sie selalu ngasih anakku susu yg ga ada added sugarnya coba aja anmum itu ga ada added sugarnya coba liat dlm kemasan kalengnya aja

  11. kalo menurut ku sih…
    perlu gak perlu.. yah..
    kalau anaknya mau sih gpp dimasukin ke preschool…
    bener kata sarah..
    makannya harus diperhatikan tuh..
    soalnya kan yang namanya anak kecil seneng banget makan yang manis2 atau yang gak sehat..

  12. yap.. betul tuh…
    yang namanya anak kecil mang sukanya makan yang manis2, atau yang goreng2an..
    sedangkan itu kan gak baik kalau dikonsumsi terus2an untuk si kecil…
    mungkin solusinya dikasih susu formula kali yah?

  13. iya bunda2 anakknya temenku juga obesias kasian dehh masih kecil udh byk penyakitnya….mknya buat anakku aku perhatiin bgt mknananya juga susu formulanya yg no added sugar

  14. kaya nya kl menurut ku gpp deh anak d masuin preschool biar dia mandiri dan sosialisasi ,ga jd anak yg pemalu…tp kl udh sekolah jgn d biasain jajan ya mom

  15. kasian yah yg anaknya obesitas, dlm bergerak kan dia jg terganggu kan? smg gapapa deh…

  16. anakku udh aku masukin preschool lho.. kynya byk juga kok sisi positif nya.. anak jd ga manja dan lbh mandiri tentunya jd lbh cerdasya,,,

  17. nah kalau soal jajan disekolah, kita harus menjelaskan ke anak kita bahwa mknan dirumah itu jauh lebih enak dan sehat dibanding dengan jajanan diluaran, karena banyak kasus bun yang anaknya itu terpengaruh dengan temannya untuk ikut jajan diluar.

  18. kalau begitu lebih baik bunda sedia bekel aja untuk si anak pada saat dia sekolah, supaya dy ga jajan sembarangan, takutnya kan namanya anak kecil ga ngerti mana makanan yang banyak mengandung gula mana yang tidak, paling2 hanya melihat dari bungkusannya yang menarik dan langsung dibeli deh pdhal ga taunya makanan itu banyak mengandung added sugarnya..

  19. makanya bun biar anak punya wawasan yang tambah luas lagi kalau menurut aku secepatnya dimasukan ke sekolah juga gpp bun, karena anak kecil itu lebih cepat merekam dibanding orang dewasa, artinya kita bisa mengajarkan si anak mana yang baik mana yang tidak, mana yang boleh mana yang tidak boleh.

  20. kalau anak sudah masuk preschool harus diperhatikan pola makannya.. biasanya di dalam lingkungan sekolah ada penjual yg menjual berbagai penganan anak2 yg dikuatirkan mengandung zat pemanis tambahan..biasakan membawakan anak makanan/minuman dari rumah..
    berikan susu yg bebas zat pemanis tambahan seperti anmum essential,agar kesehatan anak lebih terjamin..

  21. anak dimasukkan ke pre school utk melatih interaksi dengan teman sebaya nya..agar perkembangan tumbuh kembang anak baik, berikan gizi yang baik untuk anak,dan berikan susu yang hanya menggunakan gula alami tanpa pemanis tambahan,seperti yg anak ku pakai..anmum essential..

  22. ajarkan kebiasaan makan yg baik untuk anak dengan tidak membiarkannya jajan sembarangan..karena banyak jajanan yg mengandung added sugar yg dapat menyebabkan obesitas.. berikan anak susu yang hanya mengandung gula alami,jadi tidak memberi efek kenyang palsu pada anak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: