murniramli

Supaya anak punya kebanggaan, pujilah dia !

In PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Pendidikan pra sekolah, SD di Jepang, Taman Kanak-Kanak on Januari 29, 2011 at 8:58 am

Ada sebuah kebiasaan yang dilakukan keluarga saya di masa kanak kami dulu yang tidak akan saya lupakan. Setiap kali saya diajak berlibur oleh bapak dan mamak ke rumah nenek, biasanya kami selalu mengadakan pentas seni yang dihadiri sanak saudara. Semua anak boleh tampil di situ, dan apalagi kami yang bersekolah di kota, tentulah sangat diharapkan bisa tampil. Sekalipun namanya pentas seni, tetapi kadang-kadang yang anak-anak tampilkan bukan menyanyi, menari atau berjoget. Saya bahkan sering maju dengan PD menghafalkan pancasila, atau doa-doa pendek yang sudah diajarkan. Dan yang paling saya ingat adalah paman saya akan memegang sebuah kayu pohon dan menyorongkannya ke dekat mulut kami sebagai mike. Setelah tampil semua anak akan mendapat tepukan tangan sebagai tanda pujian.

Sewaktu saya SD kelas2, nenek saya sudah mengajarkan saya menghafal doa panjang yang ternyata diambilkan dari ayat Al-Quran. Saking cepatnya saya menghafal doa dan mengaji saya khatam pada saat kelas 2 SD, paman saya mengatakan bahwa kelak saya akan menjadi guru agama.

Ketika saya di SD, saya tidak pernah tidak rangking satu sejak kelas 2. Di kelas satu, nilai raport saya menyedihkan🙂  Setiap kenaikan kelas dan pengambilan raport, bapak saya akan sangat senang dan bangga datang ke sekolah, menerima raport. Karena kami tinggal di pabrik gula, dan SD saya disponsori oleh pabrik gula, maka setiap acara pesta tutup giling, saya pasti diundang untuk menerima piagam sebagai pelajar terbaik. Bapak saya pernah sekali mengatakan seperti ini, “Waktu nama Uni (panggilan kecil saya) dipanggil, semua orang mengira Uni anaknya Pak Anu (salah seorang bos Bapak). Tidak ada yang menyangka Uni anaknya Bapak. Lalu, Bapak bilang kepadanya, Itu anak saya, Pak ”  Ya, Bapak saya hendak mengungkapkan kebanggaannya, bahwa sebagai karyawan rendahan pada masa itu, memang agak janggal punya anak berotak encer, tapi dia punya anak itu. Makanya diundangnya saya setiap tahun ke pesta giling juga sekaligus membuat keluarga kami agak terkenal.

Sewaktu saya sakit typhus saat harus mengerjakan ujian akhir di SMP, saya mengerjakan soal-soal ujian di ruang UKS. Mamak yang mengantar saya waktu itu beberapa tahun kemudian bercerita bahwa saat selesai ujian, seorang guru saya memeriksa cepat jawaban saya, dan mengatakan hanya salah satu atau dua. Ibu guru bertanya kepada mamak saya, “Ibu, anaknya diberi makan apa? Kok bisa pintar sekali?” Mamak jawab apa ? Ndak diberi makan apa-apa, Bu. Sama seperti anak yang lain, cuma makan ikan asin”. Mamak menceritakan kisah ini dengan penuh kebanggaan ketika saya sudah kuliah.

Semua pujian yang disampaikan kepada saya semasa kecil adalah energi besar penyemangat ketika bergaul dengan teman-teman. Entah kenapa saya selalu merasa bahwa sekalipun tidak ada pengkotakan dalam masyarakat, tetap saja ada kelas orang kaya/berada dan orang miskin, kelas bangsawan dan kelas orang biasa. Saya merasa keluarga kami berada di kriteria yang kedua. Sehingga selalu ada penghalang bergabung bersama teman-teman yang berpunya. Tetapi mereka selalu menyegani dan menghormati saya, karena keenceran otak saya barangkali.

Saya tidak pandai menggambar. Tetapi guru gambar saya di SD adalah guru yang paling pandai memuji. Saya selalu mendapat angka 8 untuk lukisan yang saya buat, dan selalu mendapat pujian, “Bagus”. Orang tua saya belum pernah memuji gambar yang saya buat, tetapi ada sebuah lukisan debog pisang yang pernah saya buat ketika duduk di bangku kuliah yang masih disimpan oleh mamak sampai sekarang. Hal ini selalu membuat saya terharu. Mamak mengatakan bahwa lukisan itu untuk mengobati rindunya pada anaknya yang pergi jauh.

Hal-hal kecil seperti itu adalah energi saya untuk merasa tidak minder. Bahwa saya sekalipun tidak pandai menggambar, tetapi mamak saya sangat bangga dan memuji lukisan yang saya buat dengan cara menyimpan dan memajangnya di rumah kami.

Saya membaca buku Ibu Saito Kimiko, ahli pendidikan anak di Jepang yang menuliskan bahwa pada masa kecilnya, dia pernah menemani ayahnya yang pelukis menggambar di atas sebuah kertas putih. Ayahnya selalu menggambar dengan menempatkan obyek berupa sayuran di depannya. Kimiko chan yang saat itu berumur 3 tahun, mencoba meniru itu dan berteriak ingin menggambar kabocha (labu). Setelah jadi, sang ayah berteriak, “Ibu, lihat Kimiko berbakat sekali !”. Lukisan itu kemudian disimpan oleh ibunya. Ibu Saito terus mengingat pujian itu sampai dia menginjak usia 25 tahun. Tiba-tiba setelah dua puluh dua tahun berlalu, Ibu Saito iseng menanyakan kepada ibunya apakah lukisan itu masih ada. Keluarga Saito telah berpindah beberapa kali bahkan pergi ke Indonesia pada masa perang, tetapi lukisan itu ternyata masih disimpan oleh ibunya. Ibu Saito terperanjat ketika melihat bahwa lukisan yang dibanggakan ayahnya hanyalah sebuah lingkaran kecil di sebuah kertas polos. Yang menandakan bahwa itu adalah labu, hanyalah garis-garis lengkung di dalam bulatan.

Ayah dan Ibu Kimiko kecil sangat pandai memuji anaknya, yang membawa dampak besar pada kehidupan Kimiko besar.

Anak-anak yang mendapatkan cukup pujian, akan mempunyai rasa percaya diri yang tinggi. Dia tidak mudah menyerah ketika ada yang melecehkannya. Dia tidak minder ketika berteman dengan teman-temannya dari kalangan manapun.

Demikianlah, supaya anak-anak punya kebanggan yang selalu terkenang dan akan menjadi energi baginya untuk hidup dan bergaul dengan orang kebanyakan, maka jangan segan-segan memuji mereka ! Pujilah mereka dengan ikhlas.

  1. Tapi kalau sudah besar dipuji malah jadi sombong alias besar kepala

  2. thanks, sudah membagi pengalamannya.

  3. Anda benar, pujian adalah bahan bakar/asupan gizi amat sangat diperlukan, oleh perkembangan jiwa mental kuncup menuju mekar
    membentuk karakter percaya diri mewarnai perkembangan karier-
    gaya pergaulannya kelak di kemudian hari saat dewasa. Cacian
    tuntutan harus mencapai “kesempurnaan” bentuk karya tak seiring usia, walau kehendak/maksudnya baik, diberikan kelewat dini dalam tahapan perkembangan usia malah menjadikan bahan bakar/asupan gizi beracun bagi pertumbuhan jiwa mentalnya, jadi berkebalikan
    dengan tujuan semula. Pun demikian sifat & konteks memuji, sangat dan harus berbeda nuansa seiring perkembangan usia. Karena semua itu menjadi tepat dan indah pada waktunya, nyaman pada saatnya, jika keliru menerapkan akan berbeda hasil dengan diharapkannya.

    bisa berkata demikian, karena ku alami sendiri. dalam asuhan 2 kubu berlawanan satu tujuan menghasilkan 2 kondisi berbeda. sungguh perpaduan aneh membingungkan terasa pada saat itu, membenci dan lari, menyayangi dan berlindung diri, adalah pilihan wajar dan menjadi serasi usai ku mampu memahami maksud keduanya. berkat bimbingan kasih sayang ke 2nya juga. dari minder/pemalu/penakut menjadi PD/malu-in/pemberani, 2 dunia berlawanan telah kujalani dan alaminya sendiri. Untuk bapak dan ibuku, kusayangi
    karenamu lah aku jadi begini. di kekasaran ada kelembutan pun sebaliknya, mungkinkah ini disebut im & yang? terima kasih mbak Murni telah menguraikannya dalam bahasa nan apik. wallahu alam.

  4. great advise! saya mengalaminya sendiri jg. hidup dalam tekanan yg sama sekali g pernah berhenti, menjadikan saya sulit menjadi diri sendiri. lalu gimana caranya memperbaikinya mbak? saya masih punya adik, dan saya berharap mereka g menjadi saya? mohon bimbingannya. hehehe…itung2 pelajaran sebelum jadi guru ideal. Arigatou

  5. betul sekali saya setuju dgn artikel ini
    saya lihat anak yg sering dipuji nantinya akan menjadi anak uyg optimis dan penuh percaya diri dan selalu berpikiran positif. saya juga slalu berusaha memuji anak saya kalau ia berhasil melakukan sesuatu, walaupun tidak sempurna hasilnya. misalnya saat ia bisa minum susu sendiri dr gelas, walaupun tumpah2 dikit yg penting dia mau belajar minum susu dr gelas sendiri.

  6. bener banget deh anak anak jangan sampai tertekan dan kalo bisa kita beri pujian utk motivasi mereka spt saat susah minum susu kadang kadang susah tp begitu habis lsg saya beri pujian tp itu dl skrg setelah ganti susu ga susah lg jd doyan

    • sama anakku juga kl dulu habis susunya minta ditepukin tangan,sama kalo habis makannya…dr dulu anak saya doyan minum susu sejak lepas dr ASI akhirnya saya kasih sufor nya anmum ehhh cocok bgt sm anakku

  7. ehhhh kok sm sie ya sufornya ankku juga anmum …pertimbanganku milih anmum soalnya bernutrivit yang mengandung vit yang komplit yaitu vit A.C.E

  8. he2… kalau masih kecil masalahnya mirip2 yah..
    masalah minum susu..😛 untung anakku pintar minum susunya..
    dari awal dia minum susu formulanya, sepertinya sudah cocok..🙂

  9. awalnya..
    aku pakai sufor yang beda dari sufor yang sekarang..
    anakku susah banget minum susunya..
    tapi dah ganti anmum jadi doyan banget dia minum susu..
    dan pastinya kalau susu nya habis, slalu di puji..
    biar dia seneng, dan semakin gampang untuk minum susu. .:D

  10. Artikel nya bagus nih. Thanks for sharing ya. Oiya, saya jg liat kyknya ibu2 anak2nya minum susu Anmum ya? Anakku jg minum Anmum loh. Udah 2 thn ini. Dan emang bener terbukti sejak anakku minum Anmum, dia jarang sakit. Tambah cerdas dan aktif malah. Nutrivit ya emang tinggi kan Anmum itu. Sejak pake Anmum udah gak mau ganti2 susu lg deh🙂

  11. iya.. dari aku hamil aku jg minumnya susu anmum materna..🙂
    kaya si mba dona agnesia.. he2..😛
    sampai sekarang anakku dah umur 1 stengah tahun juga dia tetep minum anmum.. soalnya dah percaya sih sama anmum..🙂

  12. anakku juga mnm anmum lohh… abis nutrisinya lengkap bgt sihh.. ada nutrivit yg bikin anak ga gampang sakittt….ada AADHA buat otaknya juga lagi…

  13. anak ku udh hampir setahun ini pake anmum…. iya sih semenjak ganti anmumjadi jarang sakit… dan tambah pinterrrrr puas bgt deh ga salah pilih

  14. bunda pada pake sufornya anmum yahh… aku lagi cari2 nihh sufor buat rasha anakku… baru slesai ASI mau aku lanjutin pk sufor… bgs yah bun pake anmum??

  15. @bunda ocha… kebetulan susu anakku anmum…. kalo aku sih puas bgtbun pk anmum….selain hemat kandungan gizi dan nutrisinya jg lengkapbgt ada nutrivit yg bkn anak ga gampang sakitt….hehheheh jd tenangkan bundaaa

  16. buat anak pastinya selalu yg terbaik yahh bundaaa,,,dari segala segi pendidikan ,gizi anakk juga penting apa lgi milih susu yg baik buat anak kita

  17. galau, resah n sdikit kecewa mnakala sifat n sikap buah hati kita tidak sesuai yg kita harapkan. kadang merasa jengkel n kurang sabar menghadapinya……gmana ya caranya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: