murniramli

Pengantar Tidur dan Bercerita

In PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, Pendidikan pra sekolah, Penelitian Pendidikan, SD di Jepang, Serba-serbi Indonesia, Serba-Serbi Jepang, Taman Kanak-Kanak on Februari 5, 2011 at 2:56 pm

Ada banyak cara yang bisa dilakukan orang sebagai kegiatan pengantar tidur. Saya biasanya baru bisa tidur jam 1 pagi, dan bisa lebih cepat (jam 11.00) jika paginya saya ada kerja dan harus bersiap pagi-pagi sekali. Pengantar tidur saya yang paling utama adalah menulis atau menonton TV. Membaca bukan kegiatan pengantar tidur, sebab kegiatan membaca biasanya saya lakukan di dalam kereta. Saya sudah menamatkan beberapa buku melalui kegiatan membaca ini. Kadang-kadang juga lampu saya matikan, dan setel musik relaxation atau murottal Al-Quran.

Salah satu kebiasaan baik untuk anak sebagai pengantar tidur adalah membacakan buku sebelum tidur. Saya belum menemukan penelitian yang menentang konsep ini. Cerita-cerita yang dibacakan kepada anak pada saat ini katanya akan terus diingat. Masa kecil saya dulu tidak ada kegiatan baca buku cerita, tetapi yang ada adalah kegiatan mendengarkan cerita langsung, atau saya biasanya tidur jam 08.30 atau jam 09.00 dan tidak perlu pengantar karena badan saya sudah kelelahan bermain, biasanya saya gampang sekali tidur. Jadi saya tidak punya kenangan bacaan menjelang tidur.

Namun, ketika saya sudah bisa membaca, kata mamak saya, biasanya sebelum tidur saya akan membaca buku, dan buku-buku itu akan tertekuk-tekuk karena tertindih badan, atau berserakan di lantai. Pada masa ujian, buku-buku pelajaran akan menjadi alas tidur saya, begitu kata Mamak.

Dalam tulisan kali ini, saya ingin menyoroti pada kegiatan membaca buku cerita untuk anak baik sebagai pengantar tidur maupun sebagai kegiatan wajib sehari-hari di full day school atau di TK.

Dalam sebuah buku yang saya baca, dijelaskan bahwa anak-anak yang terbiasa mendengarkan cerita pengantar tidur dan juga sering mendapat cerita-cerita di kesehariannya, mempunyai daya imajinasi yang baik. Imajinasi tersebut terlihat dalam sebuah pengetesan kemampuan gambar untuk anak-anak berusia 5 -6 tahun di Jepang. Setelah mendengarkan cerita, anak-anak diminta untuk menggambar apa yang sudah didengarnya, dan ajaib sekali mereka menggambar dengan sangat dinamis dan kreatif. Cara bercerita yang biasa diterapkan adalah menceritakan sambil memperlihatkan gambar. Namun, gambar yang dihasilkan anak, sama sekali tidak ada yang persis sama dengan gambar yang ditunjukkan. Artinya, anak mengembangkan imajinasi dan pemahaman terolah setelah mendengarkan cerita.

Daya imajinasi tersebut tidak saja pada kemampuan menggambar, tetapi juga pada kemampuannya menilai sesuatu yang baik dan buruk berdasarkan ajaran moral yang didengarnya dari cerita-cerita yang dibacakan atau diperdengarkan kepadanya. Dia mampu membedakan baik buruk dengan lebih cepat terhadap temuan-temuan yg dipahaminya dalam kehidupan sehari-hari.

Anak-anak tersebut juga lebih pandai berekspresi, misalnya dia dapat menceritakan ulang kisah dalam bentuk mengganti nama-nama mainan/bonekanya dengan nama tokoh di dalam cerita yang didengarnya dan memperlakukannya sesuai dengan tokoh dalam cerita, sambil bermain dengan temannya. Perbendaharaan kosa katanya juga bertambah dengan cukup baik.

Saya pernah dan senang bercerita kepada murid-murid saya yang rentang usianya dari nol tahun hingga manula. Saya kira semua kelompok usia senang mendengar cerita, tentunya dalam tema yang berbeda. Setiap kali ada pencerita di depan kelas, anak-anak kecil akan diam, dan dengan minat penuh mendengarkan. Anak-anak suka dengan cerita yang tegas membedakan bahwa yang jahat akan mendapatkan akibat buruk, dan yang baik hati akan mendapatkan pahala. Sementara semakin dewasa seseorang, tampaknya tidak lagi suka dengan cerita baik buruk, tetapi cerita pengalaman hidup seseorang atau kehidupan seseorang lebih menyentuh. Entahlah apakah kesimpulan ini benar atau tidak, tetapi itu yang saya rasakan selama ini.

Kata teman, saya adalah pencerita yang baik yang bisa membuat anak ketakutan dan tertawa terbahak, sebab katanya saya pandai meniru. Saya kira kemampuan bercerita itu adalah bakat ynag diturunkan nenek, paman, bapak dan mamak saya. Seperti yang saya tulis dalam blog ini saya kenyang mendengarkan banyak kisah keramat, siluman yang bisa berubah jadi kerbau, pahlawan tanah Bone, para syeikh di tanah Bone yang bisa pergi ke Mekkah dalam sekejap mengendarai sajadahnya sebagai permadani🙂 ketika saya masih kanak dulu.

Demikianlah, jadi jika Anda belum memulai kegiatan bercerita sebagai pengantar tidur anak, maka segeralah memulainya ! Jika anda belum akrab dengan kegiatan bercerita kepada anak, maka segeralah membaca buku-buku cerita anak !

  1. ……………………………………………..Ilustrasi…………………REPUBLIKA.CO.ID LONDON–Aktivitas keluarga modern yang dinamis segera memunculkan polemik baru. Sebuah survei di Inggris menyebutkan hanya 60 persen anak-anak yang kini dewasa mengaku pernah dibacakan cerita oleh orang tua mereka.

  2. Kebiasaan yg sgt baik utk prkbgn anak.,setidak-tidaknya bs mnjalin kdktn antara ortu&anak.,tp syg aktivitas trsbt sgt jrg qt jumpai d khdn keluarga sktr qt..,

  3. kebiasaan yang baik utk perkembangan anak selain itu kita hrs memperhatikan asupan gizi yg baik juga buat anak2x …menjadikan anak anak kita yang cerdas dan sehat🙂

    • iya saya setuju dengan dewiratih …saya selalu memberikan makanan yg terbaik beserta susu yang mengandung berbagai vitamin spt A,C,E pokoknya yg bernutrivit lah istilah dan mengandung AA DHA bg perkembangan otak….menjadikan anak saya lebih cerdas

      • iya..
        sufor harus juga harus banyak yang mengandung vitamin buat si kecil.
        itu kan juga buat perkembanggan kelak

  4. iya.. harus seimbang yah..🙂
    bener kata dewi ratih dan atiek…
    asupan gizi sejak mereka kecil pun sudah harus diperhatikan..😀

  5. kalau aku sih yang penting anakku minum susu formula yang ada nutrivit nya.. supaya gak gampang sakit..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: