murniramli

Jam

In Islamologi, Renungan, Serba-Serbi Jepang on Februari 27, 2011 at 4:07 am

Saya punya 3 jam di rumah, sebuah jam beker plastik yang lecet di sana-sini karena bolak-balik jatuh. Saya taruh jam itu di atas TV, sehingga seringkali tersenggol secara tak sengaja. Sebuah lagi jam tangan yang saya beli karena jam tangan saya yang lama diambil adik. Sebuah lagi jam tangan pemberian pemilik asrama yang dulu saya tinggali. Saya tidak terpikir untuk membeli jam tangan baru, tetapi ada seseorang yang minta tolong kepada saya untuk dibelikan jam tangan yang bermerk, dan sampai sekarang belum saya belikan.

Dalam perjalanan pulang dari tempat mengajar barusan, saya membaca sebuah buku berbahasa Jepang tentang kisah-kisah keteladanan yang dipakai sebagai materi ajar saat pembelajaran moral di SD. Saya sampai pada bab tentang menjaga waktu.

Kalau iseng melihat koleksi jam tangan di online market atau di etalase pertokoan, kadang-kadang saya kepengen beli, tetapi pada akhirnya tidak jadi karena banyak pertimbangan.

Jam dalam bahasa Jepang ditulis seperti ini 時計(baca tokei). Kanji pertama bermakna waktu sementara kanji kedua bermakna mengukur. Jadi jam adalah pengukuran waktu. Sementara dalam bahasa Indonesia, kata “time” diterjemahkan sebagai “waktu”, dan kata “clock” diterjemahkan menjadi “jam”, dengan variasi, jam tangan, jam dinding, dan jam beker.

Saat manusia belum mempunyai alat khusus untuk menentukan waktu, nenek moyang kita dengan ketekunan dan kekreatifannya pada masa itu menggunakan beberapa sarana yang ada untuk menjadi alat ukur waktu. Pertama kali dipakai jam bayangan matahari, jam air, jam pasir, jam lilin, lalu sejalan dengan kemajuan kemampuan berpikir, akhirnya ditemukanlah jam mekanik dengan presisi yang bagus. Jam air yang modern ditemukan oleh Yunani lalu dibawa ke kehidupan orang Islam di Byzantium. Cina juga mengembangkan jam air yang sudah dilengkapi dengan mekanis tertentu dan diperkenalkan di daratan Jepang dan Korea. Itu semua terjadi pada sekitar abad ke-11.  Seorang insinyur Baghdad bernama Al-Jazari juga terkenal pada abad ke-13 sebagai pembuat aneka jam mekanik. Kisah lengkap tentang jam dapat dibaca di wikipedia.

Secanggih apapun manusia menciptakan jam, yang paling penting terkait dengan keberadaan jam adalah menjaga dan mematuhi waktu. Jam yang diciptakan manusia akhir-akhir ini kadang-kadang didesain dengan melupakan fungsi utamanya mengukur waktu. Apalagi jam tangan wanita. Banyak yang diantaranya didesain dengan kecantikan dekoratif sebagai pengganti gelang yang akan menghiasi tangan-tangan kaum hawa. Karena saking indahnya hiasan pada jam itu, kadang kali jarum jam tidak terlihat begitu jelas karena tertutupi oleh hiasannya yang lebih menonjol.

Saya kira ada benarnya saya memutuskan tidak membeli jam baru, karena saya masih termasuk orang yang sering melalaikan waktu. Seandainya jam baru akan membuat saya lebih patuh dan disiplin menjaga tugas berdasarkan waktu-waktunya, maka pasti akan ringan hati saya membeli jam baru. Tetapi tidak ada jaminan dan tekad cukup kuat dalam hati bahwa dengan jam tangan baru saya akan menjadi orang yang tepat waktu.

Kesempatan bergaul dengan masyarakat Jepang yang sangat tertib waktu mengajarkan saya untuk menjadi orang yang lebih disiplin saat ini. Jika dibandingkan dengan kehidupan saya sebelumnya, sekarang saya menjadi orang yang sangat ketat dan selalu berfikir bahwa sebelum sesuatu pekerjaan dimulai dan sebelum pekerjaan itu selesai, saya harus meluangkan waktu 5-10 menit di antaranya. Jadi, jika hendak mengajar jam 10.00, saya sudah ada di ruangan 5 menit sebelumnya.

Demikianlah, semestinya waktu menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, terutama orang Islam yang diwajibkan sholat lima kali dalam sehari. Sayangnya, dunia masih sering melalaikan kita dari menjaganya.

 

 

  1. posting menarik.
    salam kenal..

  2. memaknai hakikat…
    izin share ya bu

  3. setuju,,,, jadi harus pandai-pandai jaga diri menghargai waktu ^_^

    good post…

  4. setuju bu!
    waktu adalah barang yg sangat berharga krn tak akan bisa kita beli dg harga berapapun dan tak akan pernah kembali lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: