murniramli

Hayabusa, berpacu dengan waktu

In Belajar Kepada Alam, Serba-Serbi Jepang on Maret 6, 2011 at 11:32 pm

Tanggal 5 Maret 2011, diluncurkan perdana shinkansen terbaru, Hayabusa oleh JR East yang menghubungkan Tokyo dan Aomori. Bersamaan dengan melajunya Hayabusa yang berkecepatan 300 km/jam. Bisakah membayangkan berapa cepatnya itu ? 

Dulu waktu pertama kali harus berpisah dari orang tua untuk pergi bersekolah ke IPB, saya setiap kali bicara kepada Bapak, bahwa saya akan naik bis sepanjang kurang lebih 619 km. Waktu itu saya belum pernah ke Bogor, sementara kakak yang sudah pernah pergi jalan-jalan ke kebun raya, saya tanyai berapa lama itu dengan naik bis atau kereta, cuma bisa bilang, “lamaa sekalii”. Karena dulu belum ada internet, maka saya tidak bisa mencari jarak tempuh dan berapa lama perjalanan secara cepat. Saya cuma punya agenda pemberian Bapak yang selalu dapat agenda baru setiap awal tahun dari pabrik gula tempatnya bekerja. Saya naik bis ditemani Bapak dan setiap kali menengok jam. Kami menempuh perjalanan selama kurang lebih 16 jam !!

Setiap kali saya bercerita kepada murid-murid Jepang saya dalam pelajaran bahasa Indonesia tentang jarak rumah kediaman orang tua saya dengan tempat kuliah saya, selalu keluar kisah naik bis 16 jam itu, dan mereka pasti membelalak. Ya, jarak 619 km, dengan Hayabusa semestinya bisa tercapai hanya dalam waktu 2 jam-an 🙂 Anak-anak muda Jepang yang tidak mengalami masa kereta api dengan asap tebal, tentunya tidak bisa membayangkan betapa berat dan menyiksanya duduk di dalam bis atau kereta selama 16 jam. Tetapi generasi tuanya yang mengalami masa-masa kereta berasap tebal, tentunya bisa memaklumi kisah saya 🙂

Hayabusa dalam bahasa Inggris adalah burung Falcon. Tepatnya Peregrine Falcon. Kalau dalam bahasa Indonesia mungkin Elang. Kenapa kereta cepat itu dinamakan Hayabusa ? Karena falcon adalah jenis hewan dengan kecepatan bergerak tercepat di dunia, 390 km/jam, mengalahkan cheetah yang hanya berlari 114 km/jam.

Selain kereta shinkansen, Hayabusa juga dipakai untuk menamai sebuah pesawat ruang angkasa tanpa awak yang diluncurkan oleh JAXA (Japan Aerospace Exploration Agency). Kalau Hayabusa train digunakan untuk mengangkut penumpang dari Tokyo ke Aomori, maka Hayabusa ruang angkasa berfungsi untuk mengambil data dari asteroid terdekat dengan bumi. Diluncurkan pertama kali pada tahun 2003, dan berhasil kembali ke bumi pada 13 Juni 2010.

Selain itu, motor Suzuki, juga mengeluarkan seri GSX1300R, motor balap dengan kecepatan 303~312 km/jam. Motor ini juga dinamakan Suzuki Hayabusa. Hayabusa juga dipakai untuk nama sebuah torpedo yang diduga dibuat pada tahun 1900-1904 untuk keperluan perang Rusia-Jepang. Jadi, bolehlah dikatakan bahwa Jepang telah berhasil mengambil manfaat dan pelajaran dari burung falcon, untuk membuat kendaraan-kendaraan tercepatnya.

Saya pikir pembuatan kendaraan dengan kecepatan setara burung falcon adalah sebuah wacana dalam Nature Technology atau Technology in Nature, sebuah kajian tentang pemanfaatan alam untuk pengembangan dan penemuan teknologi. Seperti halnya manusia menciptakan sonar dari hasil mempelajari kemampuan kelelawar dan lumba-lumba. Atau manusia menciptakan pemrograman komputer dari hasil pemahaman kerja DNA.  Batere dari bahan kimia dengan mengadopsi daya kejutan listrik yang dipunyai belut, dan baru-baru ini ubur-ubur untuk cahaya warna-warni yang dipakai dalam studi kedokteran. Secara lengkap ini ada situs menarik tentang evolusi yang dilakukan manusia.

この列車の画像

Sumber : http://www.tetsudo.com/kakenuke/



Sumber : http://www.releasetug.com/release/2011/03/post-212.html

Satu hal yang menarik saat peluncuran kereta Hayabusa 5 Maret lalu adalah, di sebelah rel hayabusa shinkansen, bersamaan dengan itu kembali dipertontonkan kereta api  Hayabusa  C6120, yang dioperasikan dari tahun 1949 hingga 1973. Sekarang menjadi kereta kuno yang dimuseumkan di Gunma. Pengoperasian keduanya secara bersamaan seakan hendak mengingatkan orang Jepang tentang prestasi perkeretaannya. Bahwa mereka tidak jalan di tempat, tetapi telah melesat maju seiring dengan waktu yang berpacu cepat.

Iklan
  1. Salam,

    Bu Murni, bagaimana kabarnya?.
    Semoga dalam lindungan ALLAH.
    Saya pembaca setia blog bu Murni. kabar tentang gempa di Jepang begitu dahsyat.
    Semoga ALLAH selalu melindungi kita semua.

    Be safe and Be well.

    Wa-salam,
    Silfia

  2. Assalamualaikum, mbak.

    Bagaimana kabar mbak dan teman2 lain di Jepang?
    Semua baik-baik saja kan?

  3. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Ibu murni Gmn kabarnya? Sy berdo’a moga Ibu murni mudah2an dalam keadaan sehat wal’afiat dan dilindungi Allah SWT. Amin…!

  4. Assalamuallaikuam wr. wbr.. Apa kabar bu murni … semoga ibu dalam keadaan sehat dan selamat dari bencana gempa dan tsunami, bagaimana keadaan sekitar ibu setelah gempa dan tsunami

  5. kehidupan (alam)memang jadi guru yang terbaik, jepang telah berhasil memanfatkannya.

  6. Semoga Allah melindung Mbak Murni. Kami menunggu kabar Mbak Murni seperti kami selalu rindu tulisan Mbak Murni

  7. @Bapak dan Ibu, rekan-2 semua,alhamdulillah saya sehat wal afiat. Karena studi sudah selesai, saya pulang ke Indonesia 14 Maret, kemarin, setelah tiga hari sebelumnya merasakan goncangan cukup keras saat masih berada di kampus.Alhamdulillah tidak ada apa-apa dg kami di Nagoya, tetapi teman2 di wilayah Miyagi, Fukushima, Ibaraki dan sekitarnya mengalami penderitaan berat. Mohon doanya untuk mereka semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: