murniramli

Secanggih apapun manusia

In Serba-Serbi Jepang on Maret 15, 2011 at 10:24 am

Saya sedang berbincang dengan teman yang sama-sama menempuh S3, tetapi dia memilih berhenti dan menjadi asisten dosen di lab saya, ketika goyangan ke kiri dan ke kanan terjadi, 11 Maret sekitar pukul 14.45. Saking asyiknya kami berbicara, teman saya tidak menyadari goyangan itu, tetapi saya melihat kalender di belakangnya bergerak ke kiri dan ke kanan, makin lama makin keras. Gempa !! Lalu kami bergegas berlari keluar. Di luar gedung sudah banyak mahasiswa yang menunggu.

Saya sudah berkali-kali belajar teknik penyelamatan diri jika terjadi gempa, tetapi tetap saja lutut saya gemetar, dan lupa semua langkah yang harus dilakukan, termasuk teorinya. Teman saya masih sempat mematikan komputernya dan semua alat elektroniknya, sementara saya sudah berlari keluar dengan membawa tas sendiri dan melupakan bawaan yang lain.

Langkah pertama yang harus dilakukan kalau ada gempa adalah bersembunyi di bawah meja, dan tunggu sampai goyangan berhenti. Setelah itu matikan listrik, gas, dan siap-siap melarikan diri. Jangan lupa saat melarikan diri membawa tas yang berisi surat-surat penting, makanan, minuman, pakaian dalam, pakaian sehari-hari secukupnya, senter, dan radio portable (ini jika sedang berada di rumah). Satu lagi, jangan memikirikan bahwa hanya diri anda yang harus selamat, tetapi juga ingatkan dan bantu yang lainnya untuk menjamin keselamatan bersama. Anak-anak SD diajari tidak boleh panik, tidak boleh saling mendorong, dan harus berhati-hati.

Semuanya sudah ada di dalam kepala !

Tetapi gempa selalu datang di saat manusia tidak mengiranya akan datang.

Teman-teman di Jepang Utara (Miyagi, Fukushima dan Iwate) adalah wilayah yang mengalami kerusakan terparah. Listrik mati, air minim, makanan hanya untuk bayi dan orang tua, dan diperparah lagi dengan suhu udara mencapai nol derajat. Teman-teman saling melaporkan keberadaan masing-masing, mereka berada di pos pengungsian mana. KBRI juga mengirimkan tim untuk mengumpulkan ratusan orang Indonesia yang tinggal di sekitar daerah bencana, mendata keberadaan mereka dan memberikan bantuan. Bantuan lewat darat sepertinya sulit ditempuh, dan hanya melalui udara. Warga setempat yang berada di tempat pengungsian (kebanyakan sekolah atau gedung pertemuan) di atap gedung menuliskan kode SOS, menambahkan kata jumlah pengungsi, dan kanji air, selimut, serta makanan. Betul-betul mengharukan melihat penderitaan dan bahu membahu warga setempat.

Tokyo yang terletak berdekatan dengan Miyagi juga terkena imbasnya sekalipun tidak terlalu keras menurut berita, tetapi teman yang saya telpon menyatakan sangat ketakutan. Ada lagi teman yang tidak bisa kembali ke Nagoya karena jalur shinkansen ditutup, dan jalan dari Tokyo ke Nagoya masih dianggap berbahaya. Barangkali hari ini sudah tidak begitu menakutkan.

Siaran TV yang menampilkan datangnya air yang menyeret rumah, mobil, truk, kontainer barang di pelabuhan, apartemen, membuat hati ciut dan berkali mengucapkan istighfar dan takbir. Sungguh manusia tiada daya melawan kekuasaan Allah.

Sebagaimana diketahui bahwa beberapa bangunan di Jepang telah dibuat dengan standar tahan gempa, tetapi tentu saja tidak semua demikian. Beberapa gedung yang dibangun dengan struktur tahan gempa memang tampak dapat bertahan dari goyangan gempa, tetapi kekuatan air tsunami ternyata belum dapat dilawan. Ratusan rumah terseret, demikian pula dengan kapal-kapal maha berat.

Upaya manusia untuk menjinakkan kemarahan alam sudah lama diteliti dan dipelajari. Manusia membangun gedung-gedung tahan gempa, menyiapkan perkakas rumah tahan gempa, membuat kanal-kanal air untuk mencegah terjadinya banjir, membuat reservoir air, memprediksi cuaca secara detil, membangun gedung-gedung pencakar langit yang barangkali dapat menolong saat terjadi tsunami dan banjir. Namun alam sangat kuat, dan secanggih apapun manusia berupaya, alam masih penuh misteri dan kekuatan maha dahsyat.

Tetapi tidak berarti manusia harus menyerah, dan juga tidak mencoba menantang alam. Yang harus dilakukan adalah bersahabat dengannya.

  1. alhamdulillah murni sdhmenulis lagi, artinya selamat dari gempa yg begitu luar biasa, smg qta dimudahkan Allah utk bertemu ya … gimana dgn info reaktor nuklirnya? smg pmrth jepang lebih sigap mengantisipasinya ya dek, …

  2. ALhamdulillah Mbak Murni (apa tante y ^^a) dah nulis lagi ^^, shimpaishimashita. Mbak di Nagoya y? Baik2 sajakah kondisi di sana?

  3. alhamdulillah syukurlah mbak selamat, semoga juga demikian untuk warga kita lainnya disana dan dan sebanyak mungkin orang yang belum ketahuan nasibnya, semoga.

  4. alhamdulillah selamat…..smoga slalu dilindungi Allah, dik Murni….

  5. Alhamdulillah…, bisa membaca tulisanmu lagi.
    Sekarang ada di mana? Aku tunggu balasan emailmu dari hari Senin yang lalu lho…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: