murniramli

Yang Harus Dipercayai dalam Kondisi Darurat

In Belajar Kepada Alam, Serba-Serbi Jepang on Maret 17, 2011 at 2:30 am

Dalam latihan antisipasi gempa dan bencana lain di Jepang yang pernah saya pelajari, ada satu hal yang perlu dipahami dan sebaiknya tidak dipercaya yaitu rumors tentang macam-macam kondisi yang menimbulkan kepanikan. Ingatan ini digarisbawahi tebal-tebal karena keselematan dan kemampuan menanggulangi bencana sangat tergantung dengan percaya tidaknya masyarakat terhadap rumors yang menyebar.

Siapa saja bisa melangsir berita tentang kondisi yang terjadi di wilayah bencana. Bahkan media massa yang notabene berada ribuan kilometer dari tempat bencana, dengan mengatasnamakan pendapat ahli anu dari institusi anu, bisa membuat paparan dan ulasan yang kelihatannya meyakinkan, tetapi sekaligus menimbulkan kecemasan dan berefek pada kepanikan orang-orang yang tidak mengalami bencana.

Dalam kondisi tiga bencana yang melanda Jepang saat ini, gempa, tsunami, dan ledakan reaktor nuklir, warga dan residen Jepang dianjurkan untuk mempercayai berita dan komando dari sumber-sumber milik pemerintah saja. Kepercayaan kepada mereka adalah salah satu upaya mempercepat memperbaiki dan memulihkan kondisi pasca bencana.

Universitas Nagoya tempat saya belajar mengeluarkan himbauan kepada semua mahasiswa asing dan staff untuk tidak panik, sebab Nagoya berada 400 km dari pusat reaktor nuklir Daichii Fukushima. Pihak universitas juga menempelkan dalam himbauan tersebut link apa saja yang harus dituju jika hendak mendapatkan informasi yang benar. Link-link tersebut adalah :

1. Link PM Kan dan Kabinetnya
http://www.kantei.go.jp/foreign/index-e.html

2. Link Menteri Luar Negeri Jepang
http://www.mofa.go.jp/j_info/visit/incidents/

3. Link Menteri Pendidikan Jepang
http://www.mext.go.jp/a_menu/saigaijohou/

4. Link National Institute of Radiological Sciences
http://www.nirs.go.jp/index.shtml

Keempat link tersebut adalah yang paling terupdate dan melaporkan apa saja yang perlu dilakukan oleh pelajar asing di Jepang terkait dengan tiga bencana yang sekarang terjadi.

Tentu saja selain link tersebut sebagai warga negara Indonesia, maka KBRI Tokyo adalah situs yang mesti selalu dicek juga, karena pihak KBRI selalu mengupdate kondisi WNI yang berhasil diselamatkan dan bagi teman-teman yang belum diketahui identitasnya. Link KBRI adalah sbb :
http://www2.indonesianembassy.jp/

Teman-teman yang sedang studi nuklir di berbagai universitas di Jepang telah mengadakan pertemuan dan memberikan rekomendasi kepada KBRI terkait dengan bahaya radiasi akibat ledakan di reaktor nuklir Fukushima. Usaha dan kerja keras mereka patut diacungi jempol. Semuanya bisa dicek di situs KBRI Tokyo. Rekomendasi tersebut dapat dibaca di link berikut :
http://www2.indonesianembassy.jp/index.php?option=com_content&view=article&id=192:rekomendasi-ahli-nuklir-indonesia-di-jepang-dalam-rapat-dengan-kbri-tokyo-tentang-kerusakan-pltn-fukushima-dan-dampaknya-bagi-wni-di-jepang&catid=35:berita&Itemid=219&lang=en

KBRI Tokyo pun telah menyiapkan call center yang dapat dipakai untuk melaporkan kondisi dan keberadaan masing-masing orang Indonesia di Jepang.

Beberapa kali gempa masih terjadi di beberapa wilayah utara dan timur Jepang yang membuat kecemasan baru tentang datangnya gempa tokai yang diduga terbesar. Sekalipun tidak menimbulkan kepanikan nyata, tetapi menurut seorang teman, barang-barang kebutuhan dasar agak menipis di beberapa supermarket. Namun, saya kira kepanikan dan upaya memborong barang tersebut tidak menyebar luas, kecuali di daerah yang berdekatan dengan pusat bencana.

Ketenangan dan hidup normal akan sedikit membantu orang lain dan pemerintah Jepang untuk bekerja. Namun demikian, upaya untuk bersiap, misalnya sebagaimana yang dituntunkan oleh pemerintah Jepang dalam upaya penyelematan jika terjadi gempa, yaitu menyiapkan tas berisi makanan kecil, makanan instan, minuman, pakaian  secukupnya, obat-obatan, portable radio, senter, peta, dokumen penting perlu selalu dibawa.

Anak-anak akan tetap pergi ke sekolah dan beberapa sekolah di Jepang sebagaimana informasi yang tertulis di situs kementerian pendidikan adalah safety area (tempat pengungsian), jadi sebenarnya keberadaan mereka di sekolah lebih aman daripada berada di apartemen yang barangkali belum dibangun dengan standar tahan gempa.

Warga di daerah bencana akan sangat membutuhkan listrik, air, makanan,minuman, dan pakaian sehari-hari. Warga di luar bencana dapat membantu dengan melakukan penghematan penggunaan bahan-bahan pokok di atas, untuk membantu warga yang berada di pusat bencana. Pemerintah telah mengatur pengurangan pemakaian listrik di Tokyo dan Osaka dengan melakukan pemadaman bergilir, sehingga warga di daerah bencana, terutama rumah dan kantor pemerintah yang masih bertahan dapat menggunakan pasokan listrik tersebut.

Semua tindakan dan upaya pemerintah Jepang harus diikuti oleh warga, sebab tidak ada yang bisa paling dipercaya dalam melakukan upaya penyelamatan dan yang memikirkan kepentingan bersama selain pemerintah. Apa yang bisa diupayakan warga untuk mengurangi beban rakyat yang menderita, itulah yang perlu dilakukan. Selayaknya tidak memikirkan kepentingan pribadi, yang penting saya selamat, bukan ini yang penting. Tetapi sebagaimana karakter dasar orang Jepang yang selalu mengutamakan kepentingan orang lain dan mendahulukan orang lain, maka semestinya kita bersikap sama.

Tentunya, sebagai umat beragama, berdoa kepadaNya adalah upaya untuk mengharapkan kasih sayangNya, sebab tidak ada Yang Maha Kuasa kecuali Allah. Hanya kepadaNya semuanya hendaknya pasrah.

Saya mendoakan sahabat-sahabat semua dari jauh !

 

  1. Murni.., dimana sekarang?

  2. Assalamuallaikum.. salam kenalBu Murni, Kita ikut prihatin dengan bencana di Jepang. bagaimana kabarnya ? mudah2an bangsa Jepang bisa cepat pulih dari musibah ini. Dan mudah2an bencana tidak mengganggu study Bu Murni

  3. Kalau di Jepang sana web pemerintah sudah bisa menjadi sumber berita yang akurat dan real time ya bu??

    soalna di Indonesia kan paling banyak web pemerintah isinya cuma profile tentang lembaga tersebut saja, mungkin sudah ada yang mulai untuk lebih informatif tapi secara presentase belum terlalu besar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: