murniramli

Pohon Apa yang Ada di Sekolahmu?

In Belajar Kepada Alam, Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia on Juli 11, 2011 at 3:10 pm

Di SD saya, SD No.199 Arasoe, ada pohon flamboyan besar di pojok belakang sekolah yang selalu mekar penuh setiap tahunnya. Di SMP 1 Madiun, tempat saya bersekolah, saya lupa pohon apa yang ada di sana, tetapi seingat saya ada pohon bungur yang jarang berbunga. Di SMA 2 Madiun seingat saya tak ada pohon yang dominan.

Sewaktu berkunjung ke Gua Jepang yang ada di Bukittinggi, saya sempat menemukan pohon bungur berbunga ungu yang cantik sekali pas berseberangan dengan pintu masuk ke Taman Gua Jepang. Saya membayangkan andaikan pohon bungur tersebut memenuhi sepanjang kiri kanan jalan menuju Taman Gua Jepang, pastilah akan menyerupai sekali musim sakura di Jepang.

Baru-baru ini, Sekjen Kemendiknas membagi-bagikan pohon secara simbolik ke beberapa sekolah di Semarang dalam rangka membangun sekolah yang berbasiskan lingkungan. Sayangnya tidak dikemukan jenis pohon apa gerangan yang dibagikan.

Ada beberapa jenis pohon yang sebenarnya dapat menjadi primadona dalam program menghijaukan sekolah. Berikut ini saya coba buatkan pengelompokkannya :

1. Pohon tanaman langka. Ada beberapa jenis tanaman buah yang sudah mulai hilang, misalnya Kawista, Sawo Belanda, Kenari, dll. Setiap daerah memiliki kekhasan tumbuhan, dan tumbuhan itulah yang semestinya dikembangkan di sekolah

2. Pohon berbunga. Banyak pilihan untuk pohon berbunga. Ada aneka jenis Bungur yang bisa dipilih, dari mulai warna putih, pink, merah hingga ungu. Pohon Flamboyan juga sangat cantik saat bermekaran. Ada jenis yang berwarna oranye atau kuning. Warna-warna indah yang ditampakkan oleh bunga-bunga di pohon adalah pemicu gairah belajar. Memandang bunga-bunga mekar membuat hati semua orang yang melihatnya menjadi senang dan gembira. Kalau bisa, tanamlah beraneka pohon yang masa berbunganya tidak serentak, sehingga sepanjang masa, sekolah akan selalu tampak berwarna.

3. Pohon yang kanopinya lebar. Tujuannya untuk memberikan keteduhan kepada penghuni sekolah.Pohon Ketapang cukup baik untuk menjadi penghias halaman sekolah. Namun, karena bentuknya yang melebar, Ketapang kurang baik dijadikan tanaman tepi halaman. Akan lebih baik apabila ketapang ditanam secara sporadis.

4. Pohon buah. Pasti ada yang khawatir, jika buahnya telah bermunculan maka berubahlah anak-anak menjadi liar, memetiki buahnya. Di sinilah letak pendidikan. Guru-guru hendaknya memasukkan unsur kedisiplinan, berbagi, dan empati. Anak-anak bukan tidak diperbolehkan memetik buahnya, tetapi buah yang ada harus dinikmati secara bersama. Bagaimana caranya? Mintalah anak-anak untuk memikirkannya bersama. Tugas guru hanya mengarahkan saja.

Lalu bagaimana memperoleh bibit pohon tersebut? Kalau hendak yang instan, tentu harus membeli di pembibitan atau menunggu sumbangan. Tetapi jika hendak mendidik anak melalui program penghijauan sekolah, maka saya punya ide yang bisa dicobakan. Mintalah anak-anak untuk mendiskusikan dengan teman-teman sekelasnya tanaman apa yang ingin mereka kembangkan. Setelah disepakati, mintalah anak-anak untuk mencari biji-bijinya (tentunya yang mungkin diperoleh bijinya). Setelah dapat, ajarilah anak-anak untuk menyemai dan memeliharanya hingga siap ditanam. Memang akan makan waktu beberapa tahun, dan barangkali anak-anak sudah lulus dan tidak dapat menikmati hasilnya. Ajarkanlah bahwa siapa yang menanam pohon maka dia telah melakukan sebuah amalan bagaikan aliran sungai, tiada terputus.

Dengan kosep yang sama, sebenarnya tidak terlalu sulit memberdayakan warga sekolah atau warga sebuah desa untuk mereboisasi lingkungan. Tidak perlu menunggu sumbangan bibit dari pemerintah, tapi anjurkan warga untuk menyemai sendiri biji-biji yang ada di rumahnya. Jika satu orang menyemai satu biji, maka bukankah sudah ada 200 juta lebih pohon yang akan bisa ditanam di bumi pertiwi?

Jika sudah terkumpul bibit-bibit itu, perlu sedikit ditata agar penanaman dilakukan dengan benar, penanaman pohon seragam di sepanjang jalan untuk menampakkan sisi estetikanya. Bayangkan, jika semua jalan-jalan di kota kita dipayungi oleh pohon-pohon berbunga indah. Bayangkan jika jalan-jalan di komplek rumah anda memerah dengan bunga Flamboyan? Barangkali kita tidak perlu mengimpikan untuk pergi ke Jepang untuk menikmati sakura.

Sekarang ini banyak developer perumahan yang membangun rumah-rumah saja tanpa ada fasilitas yang menyehatkan ruhani. Semestinya ada kewajiban bagi mereka untuk membangun paling tidak tempat beribadah dan taman. Atau mungkin dapat pula diwajibkan setiap kelurahan harus memiliki taman🙂

 

  1. Terbukti kan…, bahwa dirimu emang briliant…🙂
    Di SMPku dulu ada pohon trembesi yang besar sekali…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: