murniramli

Hidup di usia 40

In Renungan on Juli 13, 2011 at 11:53 pm

Alhamdulillah, tepat jam 00.00 hari ini saya masih diberi kesempatan oleh Allah untuk menghirup udara pada tahun ke-40 sejak saya dilahirkan di dunia. Tadi malam barangkali adalah perenungan panjang yang saya lakukan dan selain syukur kepadaNya, kesedihan pun tak terelakkan ketika ingatan akan amalan yang belum setitik, sementara dosa masih segunung.

Untuk mensyukuri nikmat hidup yang diberikanNya pada usia ke-40, saya panjatkan doa kepadaNya :

وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ بِوَٲلِدَيۡهِ إِحۡسَـٰنًا‌ۖ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُ ۥ كُرۡهً۬ا وَوَضَعَتۡهُ كُرۡهً۬ا‌ۖ وَحَمۡلُهُ ۥ وَفِصَـٰلُهُ ۥ ثَلَـٰثُونَ شَہۡرًا‌ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ ۥ وَبَلَغَ أَرۡبَعِينَ سَنَةً۬ قَالَ رَبِّ أَوۡزِعۡنِىٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٲلِدَىَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَـٰلِحً۬ا تَرۡضَٮٰهُ وَأَصۡلِحۡ لِى فِى ذُرِّيَّتِىٓ‌ۖ إِنِّى تُبۡتُ إِلَيۡكَ وَإِنِّى مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (QS. 46:15)

Hidup manusia katanya dimulai dari usia 40 tahun. Menurut saya sudah sangat terlambat jika manusia baru memulai menjadi arif bijaksana berawal di usianya yang ke- 40. Lalu, untuk apa masa 30 tahun (anggap umur 10 tahun akil balig) yang selama ini diberikan kepadanya, kalau dia tidak mampu menjadi manusia yang berpikiran arif, berlaku santun dan beramal kebaikan?

Maka itulah penyesalan yang saya pikirkan semalaman.

Teman Jepang saya dulu pernah mengatakan bahwa pada setiap usia yang dilewatinya, manusia harus memiliki sebuah rencana kegiatan yang besar bagi dirinya. Oleh karenanya dia merencanakan ikut lomba marathon pada usianya yang ke -50. Beberapa teman lagi merencanakan pendakian Gunung Fuji pada usianya yang ke-40. Semestinya memang manusia memiliki cita-cita di setiap pertambahan usianya, agar hidupnya senantiasa bersemangat dan berarti.

Teman mahasiswa Jepang saya bercerita bahwa dia akan mempublish jurnal setiap tahunnya satu, sehingga saat usianya mencapai 40 tahun (sewaktu bercerita usianya 30 tahun), akan ada 10 jurnal ilmiah yang sudah ditulisnya.

Saya mungkin tidak sepandai dan segiat teman-teman Jepang, tetapi paling tidak ada satu draft buku yang selesai hari ini. Buku tentang pendidikan karakter dan budaya di Jepang yang mulai saya tulis pasca kepulangan ke tanah air ini mudah-mudahan menjadi amal jariah di usia saya yang semakin mendekati akhirnya.

Setiap bulan saya dan keluarga menyempatkan untuk menengok makam Bapak di Madiun, sampai-sampai tukang sapu di makam hafal dengan kami. Kami ke sana bukan untuk sekedar mendoakan keringanan dan ampunan untuk Bapak, tetapi untuk mengingat mati. Aneka kuburan yang ada di sana, aneka tahun kelahiran yang tertera di nisan, dari mulai yang diberi umur panjang, hingga yang dibatasi sehari saja umurnya. Sungguh, manusia benar-benar tidak pernah menyangka kapan ajalnya akan tiba.

Ya, Allah, janganlah Engkau panggil hamba dalam keadaan melakukan kemaksiatan. Mohon panggillah hamba ketika telah Engkau hapuskan dosa-dosa hamba, dan Engkau terima amalan-amalan hamba.
Ya, Allah ingatkan hamba akan pertanggungjawaban yang harus hamba lakukan kelak, supaya tangan, kaki, akal dan hati ini tidak bermaksiat kepadaMu.

  1. mba Murni… selamat ulang tahun…
    udah lama ngga nengokin blog-nya mba Murni🙂 kangen ngobrol sama mba Murni nih!
    mudah2an sehat selalu, terus produktif dalam berkarya, terwujud rencana2nya dan tambah banyak berkah Allah untuk mba Murni, amin…

  2. @Mba Devi :
    Terima kasih banyak atas doanya. Kangen juga nih ngobrol sama Mba Devi.
    Gmn penelitiannya?
    Saya janji ke rumah Pak Bagyo (tetangga mbak) bln Juni,
    tp ternyata saya sibuk sekali.
    Mudah2an ada waktu sebelum ramadhan atau mungkin sesudah ramadhan.

  3. Assalaamualaikum…mb Murni yg sholihah…pripun kabarnya..ini endah hamamatsu yg dulunya dinagoya. Ga sengaja nemu blognya mb Murni dr blognya pak Anto. Tadinya nyari cara legalisasi ijazah ee..adadiblognya pak Anto trus ketemu blognya mb Murni nih…alhamdulillah…baru nyadar mb Murni dah balik ke Ina ya…insya Alloh tahun depan ku kan menyusul mb…hehe..Mb met hari lahir ya…menyentuh bgt renungannya…baru tau kalo di Quran ada doa diatas…jazakillah khoir mb Mb Murni…selamat berkarya lebih dan lebih banyak lagi…

  4. bagus, maju terus mba
    pa wandi di pengunungan bandung provinsi jawa barat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: