murniramli

Hari Pertama Puasa di Tanah Air

In Berislam, Islamologi, Ramadhan, Renungan on Agustus 2, 2011 at 7:11 am

Setelah selama enam kali ramadhan saya habiskan di Jepang, akhirnya tahun ini saya menjalani hari-hari ramadhan di tanah air. Ada perbedaan jelas dari segi gegap gempitanya masyarakat menyambut ramadhan, ketekunan dan kekhusyuan ibadah. 

Kalau di Jepang tak terdengar suara adzan dari apartemen yang saya tinggali, dan baru akan terdengar jika kita mendatangi masjid. Juga tak ada ketokan kentongan yang membangunkan saat sahur. Sehingga tak jarang, hanya air putih yang terminum saat sahur. Juga tak ada ramai penganan dan jajanan berbuka, serta kurang bersemangat mengkhatamkan Al-Quran.

Saya menjalani ibadah isya, tarawih dan subuh berjamaah di Masjid Al-Muhajirin yang dibangun oleh para pendatang di wilayah Jalan Salak Madiun. Masjidnya kecil, tapi bersih, dan lumayan padat jamaah pada hari-hari ramadhan. Di luar ramadhan, Bapak almarhum dan Mamak sering menghabiskan waktu sholat mereka di sana. Kalau saya sedang pulang ke rumah, saya selalu turut menemani mereka. Sangat menyenangkan memiliki rumah berdekatan dengan masjid. Dan ini menjadi persyaratan utama saya mencari rumah di Semarang🙂

Terlepas dari banyak kekurangan di sana-sini, mulai dari jamaah masjid yang membludak hingga ke teras masjid, ibu-ibu dengan sajadah besar-besardan enggan membagi sajadahnya untuk jamaah lain, sholat berjamaah di masjid ini tergolong tenang dan khusyuk. Anak-anak tidak ramai, sekalipun sesekali terdengar teriakan mereka. Karena ini adalah komplek pensiunan, maka jamaah dari generasi tua lebih mendominasi.

Saat beribadah di masjid di Jepang, saya sangat bersyukur karena barisan sholat kami selalu rapat. Tidak ada celah di antara kami, semuanya akan berusaha mengecilkan badan agar dapat memberikan satu tempat kepada saudaranya. Sayangnya masih sulit diterapkan di masjid di lingkungan rumahku. Mudah-mudahan Allah membukakan mata hati dan melapangkan jiwa umat muslimin.

Mamak di rumah menyambut hari pertama kami berpuasa dengan penganan khas Bugis. Selebihnya buka di rumah kami sederhana saja. Ada acara berbuka di masjid setiap hari yang makanannya disiapkan oleh warga sekitar. Suatu bentuk gotong-royong yang berketerusan.

Acara di TV mendadak dipenuhi dengan siaran bernuansa religi. Seperti ini adanya dari dulu, tetapi hanya untuk sebulan saja. Selebihnya, Islam hanya menjadi kepemilikan saja oleh yang menganutnya, tetapi belum diupgrade menjadi perilaku harian.  Tetapi tentulah ada sebuah kemajuan dalam pemahaman berislam orang Islam di tanah air. Kerudung menjadi sebuah hal yang biasa dan fenomena yang begitu gegap-gempita. Berbeda sekali ketika masih ada pelarangan berkerudung di tahun 89. Bahkan wanita berkerudung sudah tidak asing lagi di layar-layar kaca. Saya tidak menjumpai hal ini pada tahun 2004 ketika saya meninggalkan tanah air.

Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah membukakan mata hati hambaNya. Sekalipun belum mendekati kesempurnaan dalam menjalankan syariah agama, saya yakin, bangsa ini akan menjadi lebih baik ke depannya. Amin.

Seperti di tahun-tahun sebelumnya, saya akan menuliskan renungan bulan ramadhan setiap hari. Saya sudah mengerjakan ini sejak tahun 2008. Dan sekalipun di hari pertama ramadhan, saya belum sempat menulis, tapi insya Allah akan saya doble tulisan hari kedua🙂. Silakan menyimaknya di sini.

  1. Alhamdulilah, akhirnya bisa ramadhan di kampung halaman ya sensei🙂, mhn maaf lahir dan bathin sensei :0 dan selamat menunaikan ibadah puasa🙂

  2. Met berbahagia juga yah🙄

  3. senang membacanya. semoga sehat dan sukses selalu bu guru murniramli…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: