murniramli

Buku catatan ramadhan

In Islamologi, Pendidikan Dasar, Serba-serbi Indonesia on Agustus 7, 2011 at 11:55 pm

Saya turut mengalami masa-masa wajib meminta tanda-tangan imam sholat tarawih dan menyetorkannya ke sekolah, ketika saya duduk di bangku SMP dulu. Sama seperti yang saya saksikan selama ramadhan ini di masjid-masjid yang saya kunjungi. Selalu ada gerombolan anak-anak yang asyik mencatat ketika imam berceramah. Bedanya hanya, saya tidak perlu mencatat ceramah, cukup minta tanda-tangan Pak Imam saja. Ide “PR Ramadhan” untuk siswa adalah sangat baik. Ini bisa saya ibaratkan sama dengan ide PR musim panas yang dibebankan kepada anak-anak SD dan SMP di Jepang. Agar anak-anak semakin memahami makna berpuasa, perlulah mereka diberi tugas-tugas yang ada hubungannya dengan ibadah selama bulan Ramadhan. Namun ada beberapa yang perlu kita perbaiki dalam membuat PR Ramadhan untuk siswa.

Beberapa hari yang lalu, saya berangkat sholat tarawih bersama dengan anak teman saya yang duduk di kelas 6 SD. Dia sama dengan teman-teman lainnya harus mencatat ceramah imam. Hari itu Pak Imam menyampaikan materi yang lumayan berat untuk difahami anak-anak, “Hubungan Puasa dengan Kemurnian Tauhid”. Alhasil si kecil tidak mampu menangkap uraian imam dan memandang saya dengan penuh pengharapan, maksudnya supaya saya membantunya. Akhirnya saya diktekan beberapa kalimat ringkas yang merupakan inti ceramah imam dengan bahasa yang lebih sederhana dan dengan tangannya yang mungil, dia mulai menulis rentetan kata-kata tersebut.

Biasanya banyak anak yang datang ke masjid. Baik untuk benar-benar sholat atau sekedar bertemu temannya dan kemudian ramai bermain. Apabila menyadari hal ini, alangkah baiknya jika imam memberikan ceramah yang komunikatif untuk anak-anak. Materi seberat di atas akan lebih mudah dicerna jika disampaikan dalam bahasa yang mudah dipahami anak. Dan saya yakin, bahasa anak akan lebih mudah pula dipahami oleh orang tua.Memang bukan perkara yang mudah membawakan ceramah dengan bahasa anak-anak. Tetapi jika dicoba, saya yakin ini juga bisa meredam keramaian anak-anak, dan sangat memudahkan bagi anak-anak yang diharuskan mencatat ceramah ramadhan.

Di hari berikutnya, anak teman saya tidak ikut sholat tarawih ke masjid. Dan ketika saya tanya, bagaimana  dengan buku catatan ramadhannya? Dia jawab dengan santai, “Saya merangkum ceramah ustadz di TV sebelum berbuka”. Saya tergelak mendengarnya. Cerdik juga dia. Saya kira banyak anak yang serupa dengan dia, tidak perlu ke masjid, cukup merangkum ceramah ustadz di TV, dan untuk tanda-tangan sholat tarawih cukup minta ke bapaknya. Guru yang memeriksa catatan ramadhan kalau hanya sekedar menandatangani sambil lalu saja, pasti tidak akan peduli dengan “hasil karya” anak teman saya di atas. Yang penting “ada”, barangkali seperti itu anggapan guru.

Kalau seperti ini proses evaluasinya, maka maksud buku catatan ramadhan tidak berhasil tercapai. Lalu apa yang harus dilakukan? Tentu saja harus ada pendekatan kepada orang tua untuk mengajari anaknya berperilaku jujur. Selain itu, guru pembimbing di sekolah perlu sekali-sekali mendiskusikan materi ceramah yang ditulis anak, untuk mengecek pemahaman mereka, atau sekedar menanyai mereka bagaimana situasi sholat tarawih yang mereka ikuti tadi malam.

Dalam level yang lebih tinggi, bisa saja anak-anak diminta kembali menyampaikan ceramah yang didengarnya di depan kelas dengan bahasanya sendiri. Secara tidak langsung dia akan belajar mengenai tata cara berbicara di depan publik, menerangkan sesuatu kepada orang lain dengan cara yang mudah dipahami, dan kesantunan dalam berkomunikasi.

Masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat kegiatan puasa anak-anak semakin bergairah di bulan ramadhan, misalnya menonton video kartun kisah-kisah Nabi (sekarang tidak ada lagi di layar TV rupanya), membaca kisah-kisah teladan, merencanakan pemberian santunan, dll.

  1. salam .. maaf, izin share di http://www.islampos.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: