murniramli

Kebahagiaan Menjadi Dosen

In Manajemen Pendidikan, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Tinggi, Penelitian Pendidikan on Januari 5, 2012 at 2:53 pm

Sebagai dosen atau pengajar, apakah yang paling membahagiakan Anda?

Saya sudah menjalani profesi dosen selama hampir 13 tahun, yaitu 10 tahun di Indonesia dan 3 tahun di Jepang. Sepanjang perjalanan menjadi dosen, saya mengalami proses pembelajaran yang sangat berharga, dari pribadi yang tidak memahami perkuliahan yang baik dan diharapkan oleh mahasiswa, menjadi seorang yang memahami bagaimana proses belajar yang baik, dan meyakini hal itu sebagai sesuatu yang harus ditrasfer ke mahasiswa. Menjadi dosen yang lebih baik dari sebelumnya saya peroleh dari proses pendidikan hampir tujuh tahun di Jepang.

Tak sia-sia waktu yang saya habiskan di Jepang untuk mempelajari bagaimana sesungguhnya benar-benar menjadi dosen/pengajar yang menjiwai pekerjaan. Tidak sekedar dengan perasaan tetapi juga dengan kemampuan nalar yang baik. Menjadi dosen/guru katanya adalah panggilan jiwa, dan hanya mereka yang memiliki itu yang benar-benar dapat mengajar dengan baik. Tetapi saya berani berpendapat, bahwa tidak semata panggilan jiwa, tetapi juga harus dibarengi dengan pengetahuan tentang teknik pedagogi.

Ketika menjadi dosen di salah satu politeknik pertanian di Bogor selama 10 tahun, saya belum pernah meminta mahasiswa mengevaluasi perkuliahan yang saya berikan. Hanya evaluasi kepada mahasiswa yang rutin saya adakan setiap pertengahan dan akhir semester. Sistem evaluasi perkuliahan oleh mahasiswa baru saya selenggarakan tatkala menjadi dosen di Jepang.Dan saya merasakan manfaat yang sungguh besar dengan proses tersebut.

Maka, sesuai dengan niat yang sudah lama terencana, kemarin saya menyelenggarakan evaluasi mandiri atas dua perkuliahan yang saya berikan di Jurusan Sastra Jepang. Evaluasi tersebut berupa kuesioner dengan 17 item pertanyaan yang menggunakan skala Likert (5 pilihan), ditambah satu kolom untuk menuliskan saran, komentar, dan uneg-uneg. Barangkali ada yang mau mencoba-cobanya, silakan dipakai berikut ini.

Tanggal Pengisian :

Nama Dosen Pengampu :

Nama Mata Kuliah/Smt. :

Kode Mata Kuliah :

Waktu Perkuliahan :

 

A. Berilah penilaian terhadap perkuliahan yang Anda ikuti dengan melingkari angka yang sesuai. Angka 1 menunjukkan penilaian terendah hingga 5 menunjukkan penilaian tertinggi

No Pertanyaan Penilaian
1 Apakah Anda selalu hadir dalam perkuliahan ? 1= lbh dari 3 absen, 2=3 absen, 3=2 absen, 4=1 absen, 5=tdk ada absen 1 2 3 4 5
2 Apakah Anda mengikuti kuliah dengan serius tanpa mengobrol atau mengerjakan sesuatu yang tidak terkait dengan kuliah? 1 2 3 4 5
3 Apakah Anda termotivasi untuk belajar sebelum perkuliahan diadakan? 1 2 3 4 5
4 Apakah perkuliahan mulai dan selesai tepat waktu? 1 2 3 4 5
5 Apakah model dan kecepatan perkuliahan sesuai dengan kemampuan Anda? 1 2 3 4 5
6 Apakah tujuan setiap materi perkuliahan jelas bagi Anda ? 1 2 3 4 5
7 Apakah penjelasan silabus perkuliahan telah memberikan informasi kepada Anda tentang isi perkuliahan? 1 2 3 4 5
8 Apakah dosen telah menggunakan perlengkapan perkuliahan dengan baik? 1 2 3 4 5
9 Apakah dosen memperhatikan keingintahuan mahasiswa dan memberikan bimbingan yang memadai? 1 2 3 4 5
10 Apakah ada tindakan terhadap keonaran, kekacauan di dalam kelas? 1 2 3 4 5
11 Apakah buku panduan, materi ajar, pekerjaan rumah dan tugas sudah memadai dan efektif? 1 2 3 4 5
12 Apakah lingkungan/ruang belajar kondusif dan memadai? 1 2 3 4 5
13 Apakah bimbingan untuk mahasiswa yang ingin belajar mandiri telah memadai? 1 2 3 4 5
14 Apakah uraian dosen mampu memberikan pemahaman kepada Anda tentang perkuliahan? 1 2 3 4 5
15 Apakah dosen pengampu berperilaku santun, baik hati, dan professional selama perkuliahan? 1 2 3 4 5
16 Apakah waktu untuk Tanya-jawab dan berdiskusi telah diorganisasikan dengan baik oleh dosen pengampu? 1 2 3 4 5
17 Apakah Anda mendapatkan ilmu pengetahuan baru dan pendalaman ilmu melalui perkuliahan ini? 1 2 3 4 5

 

B. Tuliskanlah tanggapan, komentar, dan saran terhadap perkuliahan ini di balik lembaran ini.

 

Item pertanyaan tersebut masih bisa dikembangkan tergantung poin apa yang ingin ditingkatkan dan diperbaiki. Karena saya menginginkan kepraktisan dari segi waktu, maka saya membuatnya sesederhana mungkin dan hanya butuh satu lembar kertas saja.

Ada teman yang bertanya untuk apa saya buang-buang uang mengcopy sendiri kuesioner tersebut, toh lebih mudah jika dosen meminta mahasiswa untuk menulis kesan dan pesan di selembar kertas? Ya, memang bisa. Tetapi ada mahasiswa yang malas berbasa-basi dalam bentuk tulisan, dan mereka lebih merasa gampang dan nyaman melingkari pilihan. Ini terbukti dari adanya beberapa mahasiswa yang saya survey kemarin, tidak mengisi pertanyaan bagian B.

Setelah mencermati pilihan-pilihan bagian A, saya kemudian mulai membaca komentar mahasiswa yang ditulis di bagian B. Sebenarnya ada sebuah perjanjian yang saya buat untuk diri saya sendiri, yaitu apabila hasil kuesioner ini buruk, maka saya akan mundur sebagai dosen pengampu. Sebab itu artinya, saya tidak punya kompetensi pada mata kuliah tersebut.

Seperti yang saya tulis dalam judul, maka saya merasakan kebahagiaan sebagai dosen tadi malam karena penilaian positif yang ditulis mahasiswa terhadap perkuliahan yang saya berikan. Saya baca berulang komentar mahasiswa sebab khawatir salah menafsirkan apa yang mereka tulis. Sekalipun saya meminta mereka menulis dengan nurani, saya tetap tidak yakin 100 persen. Mahasiswa yang saya hadapi adalah para guru SMA yang sedang menyelesaikan S1-nya, beberapa juga adalah dosen, dan pekerja di perusahaan, sehingga saya kira mereka akan sangat jujur dan kritis menilai perkuliahan.

Seorang dosen tentunya merasa sangat berharga tatkala orang yang diajarinya mengapresiasi dengan sangat baik apa yang dilakukannya. Ketika mahasiswa mengatakan termotivasi dengan perkuliahan, mendapatkan pengetahuan baru dengan ikut perkuliahan, berusaha untuk tidak absen karena saking menariknya perkuliahan, atau mampu menganalisa masalah, memandang masalah dengan sudut pandang yang luas, dll, maka tentulah hal ini sebuah kebaikan dan kebahagiaan bagi dosen bersangkutan.

Bukan menjadi besar kepala dengan pujian tersebut, tetapi pujian itu seperti menghilangkan semua kepenatan,  kesusahpayahan ketika  menyiapkan materi perkuliahan, memberikan bimbingan, dan mengoreksi tugas-tugas hingga larut malam. Merasakan kebahagiaan itu menyadarkan saya, mengapa dulu saya tidak memberikan kebahagiaan yang sama kepada guru-guru saya. Betapa jarangnya saya memberikan kebahagiaan kepada dosen-dosen, guru-guru saya dulu. Saya jarang sekali berucap langsung atau menuliskan sebaris kalimat dalam secarik kertas, pujian kepada dosen/guru yang telah menginspirasi hidup saya. Seperti Pak Dwi, guru Biologi di SMA yang menumbuhkan kecintaan saya kepada Biologi Tumbuhan, sehingga mengantarkan saya ke IPB. Atau kepada ustadz-ustadz yang membuat saya sama dengan mahasiswa saya sekarang ini – tidak mau bolos- karena materinya sangat menarik. Maafkan saya Bapak/Ibu guru, dosen, ustadz-ustadzah yang dimuliakan Allah, atas kealpaan ini.

Tetapi pujian mahasiswa tidak boleh melambungkan dosen ke langit tinggi. Sesuatu yang dikatakan sangat baik oleh mahasiswa, hal itu adalah sebatas pemahaman dan skala berpikirnya. Bisa jadi, materi tersebut masih jauh dari konten yang baik dan benar, hanya saja disampaikan dengan baik, sehingga menumbuhkan ketertarikan. Oleh karenanya, tadi pagi saya kembali mempelajari semua materi yang pernah saya berikan dan terpikir ada baiknya materi-materi ini direview oleh pakar dalam ilmu sebidang untuk mendapatkan pendapat yang kritis.

Ya, ada tugas baru yang menanti, yaitu menuliskan materi perkuliahan dalam bentuk buku, dan memintakan ahli-ahlinya untuk mereviewnya secara jujur. Jika ini sudah tercapai, maka pastilah nilai kebahagiaan itu semakin sempurna. Maka, sepertinya tidak ada kata berhenti dalam memperbaiki materi perkuliahan agar benar-benar mampu mengantarkan pemahaman yang benar kepada mahasiswa.

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: