murniramli

Terobosan Pendidikan Tinggi

In Administrasi Pendidikan, Manajemen Pendidikan, Organizational Learning, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Pendidikan Tinggi, Penelitian Pendidikan, Serba-Serbi Jepang on Januari 8, 2012 at 7:58 am

Karena penduduk muda Indonesia masih besar, maka perguruan tinggi, khususnya PTN tidak kesulitan mencari mahasiswa baru. Tetapi tidak demikian halnya dengan PTS. Mereka mendapatkan calon mahasiswa yang tidak diterima di PTN. Di negara seperti Jepang, yang jumlah penduduk mudanya semakin rendah, dan tidak mengalami pertumbuhan, baik PTN maupun PTS, sama-sama mengalami dilema kurangnya jumlah mahasiswa yang mendaftar.

Jumlah peminat di jenjang S1, S2, dan S3 juga mengikuti bentuk piramida, yaitu mahasiswa S1 merupakan bagian dasarnya, dan mahasiswa S3 merupakan bagian puncaknya. Lalu, apa yang telah dan mungkin dilakukan PTN/PTS untuk meningkatkan jumlah mahasiswa yang mendaftar ?

Beberapa universitas di Jepang telah mengembangkan sistem satelite campus, yaitu dengan membangun kampus-kampus cabang bahkan sekedar kantor cabang di daerah perkotaan yang lebih mudah diakses para pekerja yang ingin mengambil kelas ekstensi. Misalnya dibangun di dekat stasiun, atau di pusat kota. Beberapa kampus juga membuka kantor cabang di luar Jepang, yang salah satu fungsinya adalah mencari calon mahasiswa baru.

Bagi universitas di Indonesia, mencari mahasiswa S1 barangkali tidak terlalu sulit, karena setiap tahun angka melanjutkan ke perguruan tinggi baru mencapai sekitar 18% dari total lulusan SMA, oleh karena itu, jika kendala masuk PT (termasuk masalah ekonomi) teratasi, PT di Indonesia tidak akan mengalami “kemiskinan” dalam perekrutan mahasiswa baru. Namun, berbeda halnya dengan program S2 dan S3. Selain karena alasan ekonomi, tidak semua orang mampu karena faktor kesibukan kerja/tugas. Oleh karena itu, lembaga universitas harus berani melakukan terobosan dengan menawarkan kuliah di perkantoran/perusahaan.

Memang, dalam prinsip belajar yang benar, ilmu harus didatangi oleh si pembelajar, tetapi dalam kondisi terdapat masalah kesibukan yang tidak dapat ditinggalkan, dan masalah jarak tempuh, maka sudah seharusnya PT memikirkan kerjasama dengan kantor-kantor pemerintah/swasta untuk menyelenggarakan kelas perkuliahan di kantor/perusahaan bersangkutan. Tentu saja, untuk mewujudkan hal ini, universitas perlu berkoordinasi dengan para dosen, melakukan pemeraataan tugas yang maksimal, dan melaksanakan perkuliahan yang sama mutunya dengan penyelenggaraan di universitas.

Terobosan lain yang dapat ditempuh adalah mengadakan kelas terbuka dengan menggunakan fasilitas IT. Mahasiswa dari manapun dapat mengakses perkuliahan dan sekaligus berinteraksi dengan dosen dan teman-teman kuliah. Konsultasi dengan dosen dapat berlangsung secara tele-conference atau tatap muka. Tentu saja, model perkuliahan seperti ini hanya bisa berlangsung jika fasilitas IT di kampus telah memadai.

Banyak lagi terobosan yang dapat dilakukan universitas dalam rangka mengembangkan diri. Tetapi perlu diingat bahwa terobosan tersebut bukan untuk mempertebal kantong dan pundi-pundi, namun semata menjalankan fungsi Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu mengajar dan mengabdi kepada masyarakat. Jika hal ini yang dikedepankan, maka kualitas manusia Indonesia pasti akan semakin baik.

Terobosan dan pembaharuan harus berani dilakukan oleh pengelola PT apabila mereka mampu membaca peluang dan kesempatan yang terbentang. Pengelola yang senantiasa ragu dan tidak berani mencoba sesuatu yang baru, adalah para pemuja kemapanan. Terobosan baru dalam bidang manajemen adalah sebuah langkah untuk membuat hidup seorang manajer lebih bersemangat🙂

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: