murniramli

Tips Sederhana Mengisi Aplikasi Teacher Training ke Jepang

In Manajemen Pendidikan, Manajemen Sekolah, Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Pendidikan Menengah, Pendidikan pra sekolah, Penelitian Pendidikan on Januari 20, 2012 at 3:07 pm

Karena tulisan yang saya buat di blog ini dengan judul “Suka Duka Teacher Training Program di Jepang”, maka setiap tahun sejak saya menuliskan artikel tersebut, saya selalu menerima banyak sekali email yang menanyakan detil aplikasinya. Terima kasih kepada Bapak dan Ibu Guru yang sudah membaca artikel tersebut. Dan mohon maaf juga karena adakalanya saya tidak bisa membalas panjang-panjang, karena kesibukan kerja atau ada beberapa email yang masuk SPAM.

Pertanyaan yang sering diajukan terkait dengan proses aplikasi meliputi :
1) Pembuatan Surat Rekomendasi
2) Pembuatan Ijazah dan Transkrip berbahasa Inggris
3) Proposal of Study
4) Tes bahasa Inggris

Saya akan coba jelaskan apa yang pernah saya kerjakan di tahun 2004, tetapi barangkali tidak sesuai lagi dengan aturan yang terbaru.

Seperti yang sudah saya jelaskan dalam artikel di atas, tahapan pertama yang harus dilewati oleh pelamar adalah seleksi administrasi. Karena Indonesia hanya memiliki kuota sekitar 10-12 orang (mungkin sekarang sudah bertambah), maka seleksi administrasi berlangsung ketat. Lalu, karena program TT semakin banyak diminati, maka saya yakin jumlah pelamar mungkin sudah mencapai angka seribu lebih. Oleh karena itu, setiap pelamar benar-benar harus memenuhi semua kriteria dan dokumen yang diminta. Periksa berulang-ulang isian form yang didownload, dan pastikan semuanya terisi dengan benar.

Yang sering lalai adalah : penulisan masa belajar yang harus dilengkapi tahun dan bulan. Banyak pelamar yang hanya menulis tahunnya saja. Mengapa ini begitu penting di Jepang? Karena sistem pendidikan di Jepang hanya memperbolehkan seseorang yang sudah menempuh masa belajar 16 tahun yang boleh mendaftar program TT yang disetarakan dengan S2. Jika ada yang masa belajarnya hanya 15 tahun 2 bulan, maka belum diloloskan untuk menempuh S2 di Jepang. Namun, ada kemungkinan seseorang loncat kelas karena jenius, kenyataan seperti ini harus dijelaskan dalam kolom keterangan (kolom keempat). Jadi, misalnya SMA seharusnya ditempuh 3 tahun, karena otaknya brilian, dia hanya perlu 2 tahun untuk menyelesaikannya.

Hal lain adalah ukuran foto yang agak aneh menurut ukuran Indonesia. Di Jepang, sudah biasa menggunakan ukuran 4.5×3.5 cm. Jadi, jika toko foto tidak bisa mencetakkan foto ukuran ini, maka lebih baik Anda foto sendiri (pakai kamera dijital biasa), lalu print dan potong sendiri. Jangan paksakan menggunakan ukuran 4×6 atau 3×4 yang biasa kita pakai, karena ini menjadi salah satu yang bisa menggagalkan seleksi administrasi.

Selanjutnya dokumen-dokumen yang perlu dilampirkan, misalnya surat rekomendasi atasan. Orang Jepang menganggap hal ini sebagai hal yang sangat rahasia dan hanya boleh dibaca oleh orang yang berhak. Pelamar tidak berhak membacanya. Yang berhak adalah embassy atau MEXT yang menjadi penyedia beasiswa. Oleh karena itu, telah dituliskan dalam form aplikasi bahwa surat rekomendasi harus dimasukkan ke dalam amplop yang sudah dilem, dan ditandatangani di batas pengeleman tersebut oleh si pembuat rekomendasi. Jadi, jangan sampai lupa meminta tanda-tangan tersebut. Rekomendasi biasanya sengaja dibuat untuk meloloskan seseorang, oleh karena itu isinya pada umumnya sama, memuji-muji orang yang direkomendasikan. Sebenarnya akan sangat baik jika si pemberi rekomendasi memberikan contoh kasus yang membuktikan pelamar memang patut mendapat pujian. Rekomendasi tidak perlu muluk-muluk, yang penting sudah dituliskan apa yang perlu disampaikan secara jujur.

Pembuatan Ijazah dan Transkrip bahasa Inggris biasanya sudah disiapkan oleh universitas asal kita, dan biasanya sudah dalam bentuk yang terlegalisir. Saya dengar, ada beberapa universitas yang sudah memberikan terjemahan bahasa Inggris ijazah dan transkrip nilai mahasiswa yang mengikuti wisuda. Kalau universitas tidak mampu menyediakannya dalam versi Inggris, maka kita harus mengupayakan terjemahannya di lembaga penerjemah yang tersumpah.

Setelah itu, yang paling sering ditanyakan juga adalah Proposal of Study Program. Bagaimana menyusunnya dengan benar? Sebenarnya ini sama dengan menyusun proposal penelitian, yang terdiri dari bagian latar belakang (tanpa tinjauan pustaka), tujuan, dan metode. Karena hanya dibatasi 300 kata, maka perhatikan dengan baik komposisinya, yang kira-kira begini : Bagian latar belakang dan tujuan itu hanya 30%, metode atau rencana studi 70%. Lalu, apa yang harus ditulis? Saya menekankan pada prinsip-prinsip berikut :
1) Tulislah permasalahan utama yang Anda hadapi selama mengajar. Analisa permasalahan tersebut dan kemukakan bagaimana rencana Anda menyelesaikannya dengan program TT ini. Jadi, misalnya kendala yang ada adalah kesulitan menangani siswa yang nakal, berisik di kelas, maka Anda perlu belajar manajemen kelas dan psikologi pendidikan.
2) Cocokkan major yang ingin diambil dengan yang tersedia. Biasanya perpustakaan embassy mempunyai list universitas yang menyelenggarakan program TT. Anda tinggal mencari, major mana yang cocok.
3) Tulislah rencana kegiatan Anda di sana (metode study), misalnya untuk mendapatkan informasi tentang pendidikan Jepang, Anda akan mengikuti kuliah yang disarankan, melakukan kunjungan sekolah, menginterview guru, melakukan studi literatur, dll.

Jika seleksi dokumen sudah lolos, maka pelamar akan ditelepon dalam waktu yang tidak tentu. Sehingga jangan mengganti nomor hp selama aplikasi, dan selalu on-kan HP-nya🙂 Kalau tidak salah, saya mendapat telepon sore hari saat sedang belanja di supermarket. Kalau Anda ditelepon dan diminta mengikuti tes bahasa Inggris, maka persiapan selanjutnya adalah latihan bahasa Inggris. Saya menggunakan dua buku, yaitu buku Cliff, yang banyak dipakai untuk persiapan TOEFL, dan bukunya Barron, juga untuk persiapan TOEFL.

Jika nilai Anda baik dan memenuhi persyaratan, maka akan ada telepon lagi untuk mengundang Anda datang ke embassy untuk diwawancarai. Umumnya yang diwawancara akan gugur satu orang, atau bisa jadi lolos semuanya.

Demikian, tips sederhana mengisi aplikasi TT di Jepang. Semoga bermanfaat.

 

 

 

  1. makasih banyak bu atas info nya. saya ingin sekali mencoba program ini. mudah-mudah saya lolos seleksi administrasi

  2. bismillah ini saya kan turut mencoba mengirim aplikasi, surat rekomendasi dan SK itu harus di translasi ke english semua ya? Tapi…sangat perfect yaa..mereka dalam melihat hal-hal yang detiil. luar biasa, bisa tidak yaa? lolos…hix3

  3. Apakah bu Murniramli puya email? bisa untuk konsult pertanyaan tema pendidikan ? Sekarang mengajar di mana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: