murniramli

Kado Ulang Tahun Untuk Seorang Professor Sejati

In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Tinggi on Februari 18, 2012 at 3:12 pm

Kalangan sejarahwan di tanah air tentunya tidak asing dengan nama Prof. A.M Djuliati Suroyo. Beliau hari ini, 18 Februari, berulang tahun yang ke-75, dan para anak didik beliau merayakannya dalam sebuah pesta kecil nan sederhana di sebuah rumah makan di Kota Semarang, dekat kampus UNDIP Tembalang. Beliau telah diberkati untuk memasuki usia tiga perempat abad, dan sebagian besarnya menekuni dan membangun Jurusan Sejarah UNDIP.

Saya sebenarnya tergolong baru mengenal beliau (barangkali belum genap setahun), tetapi saya sudah merasakan dan mungkin tertulari “semangat juang”nya yang tetap membara, tidak malah kendur sejalan usianya. Perkenalan saya dengan beliau, berawal dari aktivitas saya di Pusat Studi Asia UNDIP. Sekalipun baru kenal, tetapi tampaknya ada teman di Jurusan  Sejarah yang sering menceritakan perihal saya kepada beliau. Sehingga setiap kali bertemu, beliau selalu menyemangati, demikian pula malam ini, tatkala saya ikut hadir merayakan hari ulang tahunnya. Saya merasa tersanjung ketika beliau menyebut dan menyemangati saya secara langsung dalam sambutan pendeknya, agar saya tetap bekerja sama dengan teman-teman di jurusan sejarah, dan tetap eksis di bidang penelitian, di manapun saya akan pergi nanti. Saya agak tercekat dengan dukungan tulus dan perhatian beliau.

Satu hal yang saya sangat kagumi dari beliau adalah kesederhanaannya, ketekunan dan semangatnya, terutama dalam menerbitkan Buku Sejarah UNDIP, yang sudah dikerjakan bertahun-tahun, dan semoga akan segera terbit dalam waktu dekat. Sekalipun telah memasuki masa pensiun, Prof Djuli tetap aktif menguji mahasiswa, memberikan kuliah, dan bahkan menghadiri acara-acara resmi kampus. Pun ikut bolak-balik ke kampus, menemani para dosen muda untuk menyelesaikan buku sejarah kampus tsb. Sayang sekali, apabila usaha kerasnya tidak  mencapai hasil karena kurangnya dukungan, terutama dalam penerbitannya.

Hal lain yang membuat saya kagum adalah para anak didik beliau yang tetap kokoh berpegangan tangan dan bahu-membahu untuk senantiasa konsisten memegang idealisme dalam pengembangan Jurusan Sejarah UNDIP. Prof Djuli adalah pakar sejarah kemaritiman, dan ini pula yang menjadi salah satu excellence research Jurusan Sejarah UNDIP. Cita-cita Prof Djuli tampaknya sudah mendapatkan penerus yang pas, terlihat dari banyaknya penelitian kemaritiman dan budaya pesisir yang dilakukan oleh teman-teman Jurusan Sejarah.

Ada sebuah kado yang tertunda yang ingin diberikan oleh  anak didik Prof Djuli kepada beliau hari ini. Karena alasan teknis, buku tersebut belum bisa dicetak. Namun, saya menghargai ide pemberian buku sebagai sebuah kado ulang tahun untuk seorang professor sejati. Buku yang direncanakan sebagai kado HUT ke-75 tersebut berisi aneka penelitian dan tulisan ilmiah tentang kemaritiman dan kebaharian nusantara. Saya sempat melihat artikel-artikel yang menjadi bagian buku tsb dua hari yang lalu, dan berdecak kagum dengan keluasan bahasannya.

Saya dan seorang dosen menyumbangkan sebuah tulisan tentang Ekspresi Kemaritiman dalam Lagu.  Sebenarnya, semula tulisan tsb dibuat oleh dosen senior yang juga adalah peneliti di PSA. Beliau menghabiskan waktu berhari-hari mengumpulkan teks lagu-lagu daerah, anak-anak, dan pop yang bertemakan bahari atau laut. Tulisan tersebut dimintakan kepada saya untuk mereviewnya, dan dalam proses review tersebut saya menambahkan ulasan yang cukup banyak. Sebenarnya, saya juga ingin menyumbangkan tulisan sendiri untuk Prof Djuli, tetapi apa daya kesibukan saya tidak memungkinkan lagi. Maka, saya memberanikan diri menanyakan kepada dosen senior tsb, apakah mungkin dapat mencantumkan nama saya sebagai penulis, atau paling tidak sebagai pengulas. Beliau ternyata bersedia mencantumkan nama saya sebagai penulis, maka saya kemudian memperbaiki dan mengedit karya tsb, dan kami berdua melengkapinya hingga menjadi sebuah tulisan yang ilmiah, tetapi tidak terlalu berat. Saya katakan tidak berat, karena yang kami kaji adalah sebuah lagu yang semestinya membawa kegembiraan dan kesenangan, kekaguman, sekaligus emosi kesedihan.

Demikianlah, sungguh berbahagia Prof Djuli, di hari ulang tahunnya yang ke-75, beliau mendapatka sebuah kado yang tiada ternilai harganya, sebuah buku dari anak didik, kolega, dan teman-temannya. Kado yang akan terus kekal maknanya, sebab akan menjadi sumber ilmu sepanjang zaman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: