murniramli

MAN 2 Surakarta, Mambaul Ulum dan Museum Pendidikan Islam

In Islamologi, Manajemen Pendidikan, Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Menengah, Sejarah, Serba-serbi Indonesia, SMA on Februari 26, 2012 at 10:56 pm

Takdir dan suratan Allah memang tidak ada yang mengetahuinya. Termasuk pertemuan saya dengan Bapak-Ibu Guru MAN 2 Surakarta, tanggal 22 Februari yang lalu. Prosesnya begitu singkat, dan hanya karena satu keinginan yang sama, sehingga kami dapat dipertemukan. Bermula dari Bapak Kepsek MAN 2, Pak Agus Hadi S, mengontak saya via email terkait dengan penelitian tentang Mambaul Ulum yang saya kerjakan dan pernah saya tuliskan di blog ini. Beliau mengetahui alamat email saya dari blog ini. Lalu, saya sampaikan bahwa saya belum melakukan apa-apa, dan sedang menunggu hasil seleksi grant dari Jepang untuk mengkatalogisasi dan mempreservasi naskah-naskah kuno yang ada di Perpustakaan Masjid Agung Surakarta.

Sebenarnya penelitian yang ingin saya lakukan adalah mengkaji kitab-kitab ajar, metode dan sistem persekolahan pada masa itu, tetapi saya tidak bisa mengkaji kitab-kitab tsb, sebelum dilakukan preservasi, karena saking tuanya, kertas-kertas kitab banyak yang rontok.

Semenjak mengajukan grant, saya ditelan kesibukan yang tidak pernah berakhir, dan agak melupakan perkara MU. Oleh karena itu, kedatangan email kepsek MAN 2 Surakarta benar-benar kejutan dan saya menganggapnya sebagai “pintu pembuka” upaya yang sedang kami pikirkan. Saya dan kolega dari Jepang pernah membincangkan rencana membuat museum pendidikan Islam di bangunan sekolah MU yang sudah tidak terawat itu. Namun, itu hanya sebatas pembicaraan, dan saya belum menemukan bagaimana menindaklanjutinya. Di papan nama sekolah MU, tertera bahwa bangunan sekolah milik Depag. Sementara, buku-buku ajar MU, tersimpan di Perpustakaan Yayasan Masjid Agung Surakarta. Jadi, dua pihak ini yang seharusnya saya kontak. Tetapi karena belum bisa menjanjikan apa-apa, maka saya belum bergerak mengontak mereka.

Alhamdulillah, sungguh Allah Maha Mendengar Doa, akhirnya ada jalan yang mempertemukan saya dan Pak Kepsek MAN 2, yang juga berkepentingan terhadap bangunan sekolah MU. Sebab MAN 2 adalah kelanjutan dari PGA yang diselenggarakan di MU. Atau lebih tepatnya, bangunan sekolah MU dulunya dipakai oleh PGA (sekarang MAN 2). Maka klop-lah pertemuan tersebut.

Saya segera merancang hari pertemuan, dan karena kebetulan rekan dari Jepang yang sama-sama berminat pada pendidikan Islam juga datang, maka saya segera menyusun ulang jadwal kunjungan kami ke Solo, dan terus mengontak Pak Agus, lalu akhirnya disepakati bertemu pada tanggal 22.

Maka berangkatlah kami ke Solo, pada tanggal 21 Februari, karena pada siang itu kami ada janji bertemu dengan kepala sekolah SMP Al-Isryad Solo. Dan pada keesokan harinya, setelah kembali berkunjung ke Al-Irsyad, kami bergerak naik becak ke MAN 2. Sekolah yang terletak di Jl. Slamet Riyadi 308 ini membuat kami berdecak kagum karena bangunan bersejarah berupa masjid yang ada di bagian tengah. Masjid yang dulunya merupakan rumah pedagang Cina Nontjik (?) beralih fungsi menjadi masjid yang unik. Bangunan ini menjadi cagar budaya Kota Solo. Selain itu, bangunan ruang kepala sekolah juga merupakan bangunan kuno dengan pintu-pintu menjulang tinggi, persis seperti yang kami pernah saksikan di bangunan Mambaul Ulum.

Dari penjelasan guru, kami mendapatkan informasi bahwa siswa-siswa yang bersekolah di MAN 2 kebanyakan berasal dari luar Kota Solo. Mereka banyak diantaranya yang bersekolah di MAN 2, karena orang tuanya pernah bersekolah di Mambaul Ulum. Jadi, ada sebuah “warisan” yang terus tersampaikan dari generasi ke generasi tentang kehebatan Mambaul Ulum. Dari banyak cerita dan literatur, saya pun mengetahui bahwa sekolah MU telah melahirkan banyak orang-orang penting di negeri ini. Maka, sungguh sayang apabila kemudian bangunan sekolah MU ditelantarkan.

Pertemuan pada hari itu, intinya saya diminta menjelaskan kepada guru-guru dan komite sekolah tentang penelitian dan rencana ke depan yang akan saya lakukan terkait dengan MU, dan sekaligus mendengarkan apa rencana pihak MAN 2 dan Depag tentang keberadaan MU. Pihak MAN 2 memiliki dua rencana, yaitu memfungsikan bangunan MU sebagai boarding school MAN 2, dan entrepreneur center MAN 2. Sementara dari pihak kami, ada usulan untuk membangun museum pendidikan Islam.

Saya menganggap ketiga rencana tsb patut untuk dipertimbangkan dan dikembangkan secara bersama. Sebab bangunan MU tergolong besar, dan ruang-ruang dapat dimanfaatkan sedemikian rupa, sehingga ketiganya dapat tercapai. Usulan ini tentunya perlu dibicarakan dengan banyak pihak, termasuk para peneliti yang sudah berkecimpung di bidang ini. Tetapi paling tidak dalam pertemuan tsb, kami menyepakati sebuah jalan yang bisa kami kerjakan bersama, yaitu 1) Penulisan buku sejarah MAN 2 (MU), dan 2) Langkah mempreservasi, mendigitalisasi naskah-naskah kuno MU (sebagian sudah dikerjakan para peneliti di IAIN Surakarta).

Saya secara pribadi dan juga kolega dari Jepang yang menggeluti penelitian tentang pendidikan Islam, menginginkan sekali akan ada Museum Pendidikan Islam di tanah air. Museum tsb akan menjadi sumber informasi dan sekaligus pusat sejarah dan keilmuan tentang pendidikan Islam di tanah air, sekaligus sebagai tempat menyimpan naskah-naskah kuno, foto dan arsip persekolahan Islam dan pendidikan Islam tempo dulu.

Kehidupan manusia di muka bumi ini seperti roda yang berputar. Dan memahami sejarah pun semestinya demikian. Apa yang pernah berlangsung baik terkait dengan pendidikan Islam pada masa lampau perlu dipelajari dan ditelusuri untuk menjawab pertanyaan, mengapa kita menjadi seperti ini.

Mudah-mudahan Allah meringankan dan mempermudah langkah baik ini. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: