murniramli

Unggah-Ungguh Jepang : “Gochisou samadeshita”

In Serba-Serbi Jepang on Maret 14, 2012 at 9:28 pm

Saya pikir unggah-ungguh dalam masyarakat Jepang hampir sama dengan apa yang biasa kita lakukan di tanah air. Namun, ada bagian tertentu yang sangat khas Jepang dan ada yang sangat khas Indonesia.Masing-masing budaya memiliki keunikannya. Sebagaimana unggah-ungguh mengucapkan terima kasih ketika mendapatkan hadiah dan menerima bingkisan, keduanya memiliki tata cara yang mirip di satu sisi, dan perbedaan di sisi lain.

Ketika diajak makan, atau disuguhi makanan saat diundang ke rumah orang Jepang, atau ditraktir makan oleh orang Jepang, maka unggah-ungguhnya, kita harus mengucapkan “gochisou samadeshita”. Ini sama halnya dengan ucapan terima kasih dalam budaya dan tradisi di Indonesia. Bahkan di Indonesia, umumnya kebaikan dibalas dengan kebaikan yang sama. Jadi, jika ada orang yang mentraktir kita, maka biasanya kita akan membalasnya dengan traktiran pula.

Kata gochisou samadeshita dalam huruf kanjinya ditulis 御馳走さまでした。Huruf 「御」adalah untuk menyatakan penghormatan, sebagaimana huruf “o”「お」pada kata “otsukaresamadeshita”. Kata 「馳走」(chisou) dibentuk dari dua huruf kanji yaitu, pertama kata「馳」(hase) yang berasal dari kata 「馳せる」(haseru), yang artinya adalah menunggang kuda dengan cepat, mengendarai (mobil) dengan cepat. Kanji yang kedua adalah 「走」yang berasal dari kata 「走る」(hashiru) yang artinya berlari. Kedua kata ini dalam bacaan on yomi (bacaan kanji Tionghoa) dibaca “chisou”.

Jadi, berdasarkan maknanya, kata “gochisou samadeshita” adalah ungkapan terima kasih kepada tuan rumah atau yang menyediakan/mentraktir makanan karena telah terburu-buru (berlari/menunggang kuda (kendaraan) dengan cepat) untuk bisa memberikan pelayanan yang baik. Lalu, mengapa digunakan istilah “kuda”? Istilah “gochisousamadeshita” menurut Gogen Yurai Jiten (語源由来辞典)digunakan sejak jaman Edo, yaitu era ketika para samurai berjaya, dan kuda adalah alat transportasi yang merefleksikan kecepatan gerak.

Lalu, bagaimana pengungkapan terima kasih ketika kita mendapat traktiran makanan dari orang Jepang? Ucapan “gochisou samadeshita” dapat diucapkan langsung segera setelah peristiwa. Tetapi, dapat juga disampaikan sehari sesudah kejadian melalui surat atau email. Apabila melewati masa satu hari, maka hal itu sudah dianggap tidak sopan, dan lebih baik tidak melakukannya (mengirim ucapan via email/surat).

Ketika berada di Jepang, saya pernah diingatkan tentang unggah-ungguh ini oleh seorang sensei, bahwa sekalipun tidak ada peraturan tertulis, apabila bertemu dengan sensei yang mentraktir keesokan harinya, maka sebaiknya kita mengulangi ucapan terima kasih, dengan mengucapkan, “kinou, arigatou gozaimashita. oishikatta desu” (yang kemarin, terima kasih banyak. enak sekali).

Demikianlah, unggah-ungguh seperti itu memang sepele, tetapi dari situlah kita membangun hubungan saling percaya dengan orang Jepang. Baru-baru ini saya bertemu dengan pimpinan Perkumpulan Orang Jepang di Semarang, untuk membicarakan kemungkinan bekerjasama dalam bidang budaya. Pada saat pertemuan saya katakan akan mengontak mereka segera, karena saya tidak membawa kartu nama, jadi hanya menerima kartu nama mereka saja. Ini sebenarnya tidak sopan juga, karena umumnya di Jepang, kedua belah pihak bertukar kartu nama. Tetapi kebetulan sekali kartu nama saya tidak terbawa. Setelah dua atau tiga hari berlalu, saya belum mengontak mereka karena saya disibukkan oleh kegiatan seminar, dll. Tak lama kemudian, email dari sensei saya datang dan mengingatkan untuk mengirim email ucapan terima kasih kepada mereka. Saya benar-benar malu, sebab sensei yang mempertemukan saya dengan mereka telah mendahului mengucapkan terima kasih kepada pihak perkumpulan. Segera saya mengirim email, dan memohon maaf sebesarnya atas keterlambatan yang saya lakukan.

Bagi sebagian orang, tampaknya hal ini dianggap buang-buang waktu saja. Tetapi, secara manusiawi, saya yakin semua orang akan merasa dihargai (di-wongke dalam istilah Jawa) seandainya kita mengirimkan ucapan terima kasih kepada mereka, baik melalui email ataupun telepon.

Hal yang sering terlupakan juga adalah menyampaikan pemberitahuan tatkala seseorang mengirimkan sesuatu kepada kita, dan kiriman sudah sampai. Pemberitahuan bahwa kiriman telah sampai dan sekaligus ucapan terima kasih adalah hal yang santun dan dapat diterima oleh etnis/masyarakat/bangsa manapun sebagai sebuah sikap perilaku yang baik. Oleh karenanya, sekalipun sederhana, ada baiknya kita lestarikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: