murniramli

Mencari Ilmu dengan Penelitian

In Penelitian Pendidikan, Renungan on April 12, 2012 at 2:29 am

Saya menemukan ringkasan thesis saya ketika mengambil Master di IPB tahun 1996. Dan beberapa waktu lalu, tatkala pulang ke Madiun, saya temukan thesis dan skripsi saya, tersimpan rapih di dalam lemari buku. Membacanya telah mengingatkan saya pada masa-masa panjang penelitian di IPB dulu. Entah kenapa, dibandingkan dengan teman-teman seangkatan, saya tergolong lambat lulus. Penelitian di S1 berlangsung hingga setahun setengah, membuat saya baru lulus tahun 1995. Sementara, penelitian di S2 berlangsung dua tahun, sehingga saya baru lulus setelah tiga tahun berguru di sana.

Lamanya masa penelitian tsb, bukan karena saya malas. Saya sudah mulai penelitian lebih dulu daripada teman-teman lainnya, tetapi karena terkait dengan masa tumbuh tanaman yang tidak bisa dipercepat, maka menjadilah penelitian tsb berlangsung lama. Dalam penelitian thesis di S2, sebenarnya waktunya tidak bisa dikatakan lama, sebab penelitian pemuliaan tanaman yang sebenarnya membutuhkan waktu yang lebih lama. Saya baru menyelesaikan tahapan seleksi genotipe, dan belum masuk pada penyilangan dalam rangka menghasilkan varietas baru.

Setiap kali pergi ke desa atau dalam perjalanan di dalam bus, memandang petani yang sedang menyemai padi, atau ketika tiba waktunya memanen padi yang sudah menguning, maka selalu saja saya terkenang dengan penelitian seleksi penyakit blas pada tanaman padi yang saya lakukan dulu. Apalagi ketika iseng membaca kembali thesis, maka inginnya saya jika diizinkan Allah, melanjutkan apa yang sudah saya capai dahulu.

Suatu kali, sepulang dari Jepang,  pernah saya bertemu dengan seorang Bapak yang bercerita bahwa thesis saya dipakainya sebagai referensi penelitiannya. Alangkah bahagianya, karena tidak menyangka hasil karya tsb dihargai orang. Ketika berada di Jepang, hanya sesekali saja saya serius membaca kembali thesis tsb, yaitu tatkala hendak masuk ujian doktor di Nagoya University, dan saya diminta menerjemahkan summary thesis tsb ke dalam bahasa Jepang.

Apa yang saya kerjakan dalam penelitian S2 tersebut dapat dilihat di sini.

Tampaknya, seseorang tidak bisa dipisahkan dari akarnya, sejauh apapun dia menuntut ilmu. Saya masih memiliki tekad untuk meneruskan penelitian tsb, tetapi di tengah kesibukan sekarang ini, saya ragu mungkinkah itu diteruskan?

Seperti yang sering saya jawabkan jika ada yang bertanya tentang peminatan saya, maka ada tiga yang pikir saya sangatlah menonjol, yaitu pertanian, pendidikan, dan Islam. Penelitian pertanian tidak begitu intens saya lakukan, kecuali pada masa menjadi mahasiswa S1 dan S2. Penelitian pendidikan secara intens saya tekuni hingga saat ini. Ada empat kajian yang sedang saya garap, sejarah pendidikan Islam di Surakarta, pendidikan Tionghoa di Semarang (saat ini saya sedang membimbing mahasiswa S2 di UNDIP), pengembangan sekolah riset, dan penelitian hibah stranas di Karimun Jawa. Penelitian di bidang pendidikan kait mengkait. Tatkala saya sedang mengerjakan sejarah pendidikan Islam dan Tionghoa, maka banyak informasi tentang pendidikan masa pendudukan Jepang yang menjadi penelitian saya di tahun 2011. Karenanya, membuat penelitian di tahun 2011, belum bisa dikatakan selesai karena masih banyak yang ternyata belum saya ketahui.

Maka, benarlah kata orang bijak, bahwa semakin banyak kita belajar, maka semakin sadarlah kita bahwa masih banyak yang belum kita ketahui.

Sekarang ini, saya baru saja memasuki bidang kajian yang menantang tentang proses pendidikan itu sendiri. Kalau dulunya di Jepang, saya lebih banyak menekuni praktek pendidikan dengan sorotan pengembangan sekolah dan kurikulum, maka di institusi yang baru, saya akan belajar bagaimana proses pendidikan itu berlangsung di ruang kelas. Sesuatu yang tidak baru memang, tetapi seperti pepatah bijak di atas, saya berada dalam posisi orang yang masih belum tahu banyak.

Tentunya bidang ini akan mengantarkan saya pada penelitian-penelitian baru. Saya hanya berpikir, bahwa pasti ada benang merah dari apa yang telah dan sedang saya kerjakan. Barangkali sekarang hanya merupakan titik-titik berserakan yang belum saya pahami sambung-menyambungnya, tetapi seiring dengan waktu, saya akan melihat bahwa titik-titik itu akan saling terhubung. Insya Allah.

 

  1. Terima kasih pula atas artikel ini, mengilhami saya untuk mengembangkan teaching by reseach.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: