murniramli

Kepelitan kepada Allah

In Berislam, Islamologi, Ramadhan, Renungan on Agustus 14, 2012 at 12:16 am

Manusia sejatinya memiliki sifat yang tamak. Tak semuanya pandai membalas kebaikan dan budi. Setelah ribuan rahmat dan pemberian Allah menghampirinya, hanya sedikit saja dia bersujud dan bersyukur. Sedangkan Allah terus mengujinya dengan harta yang berlimpah dan kesenangan yang memabukkan.

Pelit kepada Allah tidak hanya berupa enggan mengeluarkan shodaqoh, infak, dan zakat, tetapi juga pelit meluangkan waktu untuk bersujud kepadaNya. Selama bulan Ramadhan, jam kerja di kantor-kantor dikurangi, sehingga para pegawai dapat pulang lebih cepat. Tetapi ke manakah mereka pergi setelah jam pulang kantor? Bermacam-macamlah cara orang memanfaatkannya. Ada yang pergi berbelanja, ada yang menghabiskan waktunya untuk tidur, tetapi ada pula yang khusyuk membaca Al-Quran di atas lantai masjid yang sejuk nian.

Pelit kepada Allah juga identik dengan pelit membagi ilmu yang telah diberikanNya. Hari ini, seorang ibu sepuh di majelis kami memohon dengan sangat agar saya mengajarinya membaca Al-Quran dengan benar. Saya sungguh ingin mengajarinya, sebagaimana Allah telah memberi kesempatan kepada saya untuk mengajari kaumku sejak dulu. Saya tidak mau termasuk dalam orang yang pelit dalam membagikan ilmu. Dan inginnya agar Al-Quran menjadi syafaat dan penolong saya ketika berhadapan dengan pengadilanNya kelak.

Sekalipun hari-hari saya ke depan akan banyak berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, saya berharap Allah memberikan kekuatan dan kesempatan agar dapat berkumpul dengan majelis ibu-ibu di RT ini, sehingga dapatlah saya mengalirkan sungai amal jariah di dalamnya. Inginnya saya dikenang kelak sebagai orang yang telah menyiarkan kebaikan dan akhlak mulia sebagaimana tuntunan Nabiyullah Muhammad SAW. Amin

Mengajarkan ilmu adalah pekerjaan berat bagi siapa saja yang selalu mengharapkan balasan materi, tetapi menjadi ringan bagi orang yang melakukannya dengan ikhlas dan karena kesenangan semata. Pekerjaan ini pun menjadi semakin berhati-hati dilakukan tatkala memahami dampak panjang yang akan muncul apabila salah dalam menyampaikan ilmu.

Jika sudah lahir generasi yang ingin mencari ilmu-ilmu Al-Quran dan para pengajarnya tidak pelit dalam membagikan ilmunya, maka sungguh malaikat akan selalu hadir dalam majelis mendoakan kesejahteraan dan keselamatan kepada mereka semua.

Renungan kedelapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: