murniramli

Gosoklah Gigi

In Berislam, Ramadhan, Renungan on Agustus 16, 2012 at 8:23 am

Ada kebiasaan baik yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sejak pagi-pagi ketika baru saja mata terbuka, dan badan dibangkitkan Allah dari alam tidurnya. Kebiasaan itu adalah menggosok gigi. Sederhana, tetapi ada juga orang yang merasanya berat.

Dalam bulan Ramadhan ini, orang tua banyak yang lupa mengingatkan putra-putrinya untuk meggosok gigi sebelum hadir di meja makan. Entah karena orang tua sendiri tak melakukannya, ataukah Ibu sudah sangat sibuk menyiapkan makanan sahur.

Mengapa perlu gosok gigi?

Rasulullah SAW adalah orang yang bersih, dan senantiasa menganjurkan kepada kebersihan. Kalau beliau bangun di waktu subuh, maka yang hendak dilakukannya segera adalah beribadah kepada Allah. Menghadap kepada Yang Maha Khalik, tentulah harus dalam keadaan bersih. Karenanya beliau selalu menggosok-gosok giginya, baik dengan siwak maupun dengan jari.

Bagi anak-anak yang masih malas makan sahur, dan kadang ngambek karena masih belum bangun benar, tetapi sudah disuruh duduk dan segera makan, maka orang tua perlu menggiringnya ke kamar mandi, menuntunnya untuk mencuci muka, merapikan rambutnya, dan menggosok gigi. Pada malam hari, tak tahulah dia ke mana tangannya dimasukkan, oleh karenanya, tangan pun perlu dicuci.

Jika demikian yang diajarkan, maka niscaya dia akan tampil segar, dan tidak merengut tatkala menikmati makan sahur. Sesudah sahur, jangan pula lupa untuk memintanya menggosok gigi lagi. Memang perlu ada selang waktu sejenak setelah dia makan, agar tidak terasa mual. Oleh karenanya, mengakhirkan sahur memang ada baiknya, tetapi hendaknya seukuran waktu yang memungkinkan makan dengan perlahan, minum, dan terakhir menggosok gigi. Jika terlalu mepet waktu imsak atau fajar, maka aktivitas di atas akan berjalan dengan terburu-buru, atau bahkan tak dikerjakan.

Di Jepang ada sebuah kebiasaan baik di sekolah, yaitu para siswa dibiasakan membawa sikat gigi ke sekolah. Sehabis makan siang, mereka akan segera melakukan rutinitas sikat gigi bersama. Karena sudah dibiasakan sejak kecil, maka sampai dewasa pun, semuanya masih meneruskan tradisi ini.

Ajaran Islam pun menawarkan pola hidup yang sehat, hanya saja kita sebagai penganutnya adalah makhluk yang lupa, dan lebih menyenangi ketergesaan.

Renungan kedua belas

  1. Gosok gigi..

    Saya kembali teringat pada Almarhum ayah. Beliaulah yang dengan gigih dan penuh kesabaran menanamkan kebiasaan gosok gigi sebelum tidur padaku dan adik2ku. Waktu kami masih bocah, kami malas sekali ke belakang untuk gosok gigi sebelum tidur, ayah kami tidak menyerah menghadapi kemalasan kami sampai2 ayah menyediakan pasta dan sikat gigi sekalian air buat kumur2 di beranda depan rumah biar kami lebih gampang sikat gigi, dan memang sejak saat itu kami tidak malas lagi karena acara sikat gigi bersama di beranda rumah terasa mengasyikkan apalagi sambil memandang kendaraan yang lalu lalang,he.. (maklum rumah kami di pinggir jalan desa)
    Awalnya saya geli jika teringat kenangan ini namun membaca tulisan Ibu saya jadi punya cara pandang yang berbeda tentang hal ini. Arigatou gozaimasu..

    Tulisan ibu tidak hanya bikin saya merenung penuh makna tapi juga bernostalgia.
    _salam dari B@wean :)_

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: