murniramli

Pagi hari di bulan Ramadhan

In Berislam, Ramadhan, Renungan on Agustus 16, 2012 at 6:56 am

Umumnya orang yang berpuasa akan sering merasa mengantuk, baik setelah berbuka puasa ketika menunaikan sholat Isya, setelah makan sahur, sehabis sholat subuh, bahkan di siang hari pada jam-jam sholat dhuhur ditunaikan. Kantuk tentu saja obatnya hanya satu, yaitu tidur.

Beberapa hari selama bulan Ramadhan, saya membiasakan untuk mandi pagi sebelum berangkat sholat subuh ke masjid, lalu menghabiskan waktu membaca Al-Quran di masjid hingga pukul 06.00. Sesudahnya, berjalan kaki pulang ke rumah, dan segera mengerjakan aktivitas pagi, mencuci piring sisa makan sahur, menyapu, mengepel, dan melap jendela. Hari ini giliran kulkas yang saya bersihkan. Besok, rencananya kamar mandi yang akan saya kuras. Saya sengaja membuat jadwal pekerjaan agak berat selama liburan menjelang lebaran.

Jika sudah mengerjakan rutinitas itu, maka biasanya saya sama sekali tidak mengantuk, dan baru terasa jika  sudah masuk waktu dhuhur, sehingga bisa ditunaikan ba’da sholat dhuhur. Tidur pada jam-jam tersebut tidak bisa lama. Biasanya hanya 15 menit saja.

Dengan rutinitas seperti itu, kehidupan saya di akhir Ramadhan ini, jika dibandingkan dengan yang saya jalani selama ini, baik ketika berada di Jepang maupun di Semarang, tampaknya lebih normal dan menyehatkan.

Saya teringat cerita seorang teman tentang teman sekelasnya yang selalu tidur cepat di malam hari, dan bangun subuh sekali. Berangkat tidur pukul 21.00, lalu bangun pagi-pagi pukul 03.00 dinihari untuk menunaikan sholat, belajar, sekaligus bersih-bersih kamar. Sungguh baik perilaku hidupnya.

Tidur di pagi hari sebenarnya kurang baik, dari segi kesehatan, rentan terhadap penyakit jantung,  dari segi rizki, didahului oleh orang lain. Oleh karenanya, Islam menganjurkan agar kaum muslimin menyegerakan paginya dengan bangun sebelum fajar, menunaikan sholat tahajjud, dan mempersiapkan diri untuk menyambut kegiatan hari itu.

Tetapi tampaknya bangun pagi sangatlah susah di bulan-bulan selain Ramadhan, apalagi melanjutkannya dengan rutinitas seperti dicontohkan Nabi SAW. Sebenarnya, ketika orang tidur, dia sama saja dengan sedang dimatikan oleh Allah, dan ketika bangun dia sama saja sedang dihidupkan kembali.

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa orang yang belum mati di waktu tidurnya, maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya, dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan, sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bgai kaum yang berfikir.” (Az Zumar:42)

Sahabat-sahabat Nabi SAW dan orang-orang yang tergolong akan menghuni surga menghabiskan malamnya dengan tidur hanya sekejap dan bersegera bangun memanjatkan doa dan ampunan kepada Allah di akhir malam.

“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” (QS Adz Dzariyat 17-18).

Apabila masih sulit juga kita bangun pagi, maka pastilah kita telah terpedaya oleh bujuk rayu setan.

Dalam sebuah hadits dikatakan :

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW. Bersabda :

“Setan itu mengikat ubun-ubun setiap orang di antara kamu tatkala tidur dengan tiga ikatan. Dia mengencangkan setiap ikatan, jika berlalu malam yamg panjang hendaknya engkau tidur. Jika dia bangun dan dzikir kepada Allah, maka lepaslah satu ikatan dan jika berwudhu lepas lagi satu ikatan dan jika mendirikan shalat lepas lagi satu ikatan,maka badan menjadi segar dan giat. Tetapi jika tidak, menjadikan diri malas.” (Muttafaq alaih)

Kegiatan pagi hari, apalagi di bulan Ramadhan, sangatlah bermanfaat dan menambah pundi-pundi amalan, dan menghapuskan dosa apabila dilakukan sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW sebagai berikut :

Peliharalah waktu itu dengan mengisinya melalui tilawatul Qur’an satu juz dalam satu hari, berdzikir atau menghapal. Inilah yang dilakukan Rasulullah SAW selesai menunaikan shalat subuh, bahwa ia duduk di tempat shalatnya hingga terbit matahari” (HR. Muslim)

Renungan kesepuluh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: