murniramli

Sehari pasca lebaran

In Berislam, Ramadhan, Renungan on Agustus 20, 2012 at 6:00 am

Dalam doa akhir pada malam menjelang syawal, saya memohon kepadaNya agar dikaruniai keistiqomahan dalam ibadah, diringankan tubuh dan diikhlaskan hati beribadah kepadaNya, menjalankan qiyamul lail dan ringan dalam mengeluarkan sedekah.

Tetapi, sedihnya, karena pada malam tadi, saya sudah tidak bangun untuk menunaikan qiyamul lail, tidak berangkat ke masjid untuk menunaikan maghrib dan isya, pun sholat subuh. Beruntunglah adik saya membangunkan untuk makan sahur, karena kami hari ini sudah memulai rutinitas puasa syawal 6 hari.

Alangkah sulitnya manusia beristiqomah!

Kalaulah tahu lemahnya tekad manusia, maka tentulah semakin bergiat kita beribadah di bulan ramadhan yang lalu. Sebab pahala diberikan berlipat-lipat pada bulan itu. Karena setan dibelenggu pada bulan itu, maka gangguan untuk beribadah menjadi sedikit, jadi lebih mudah sebenarnya.

Hanya sehari setelah hari kemenangan dirayakan, manusia kembali pada keterlenaan hidup. Lupa pada bagaimana panjang dan lama sujudnya ketika ramadhan.Lalai pada betapa ikhlas dan ringannya tangannya memberi. Mendadak saja, kekikiran dan penyakit-penyakit hati mendekatinya. Pertanda, kalau ramadhan tidak membekaskan apapun. Naudzubillah min dzalik.

Puasa syawal enam hari, saya kira cukup menambah keinginan untuk beribadah dan membangkitkan kembali keistiqomahan selama ramadhan. Puasa memang mendorong kebaikan dan menjaga dari kemungkaran dan pekerjaan sia-sia. Karenanya, sebelum berbagai halangan menghadang, sebelum kesibukan mencari harta dunia melupakan kita pada tujuan hidup sejati, alangkah baiknya jika puasa syawal disegerakan.

Renungan ketujuh belas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: