murniramli

Jika Tanaman Menguning

In Belajar Kepada Alam, Manajemen Pendidikan, Manajemen Sekolah, Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Islam, Pendidikan Menengah, Pendidikan Tinggi, Penelitian Pendidikan, SMA on September 29, 2012 at 1:05 pm

Dalam MK Hortikultura, seorang mahasiswa saya bertanya, jika tanaman bayam berada pada habitat yang terkena full sinar matahari, dan daunnya menguning atau hijau pucat, apakah itu karena kelebihan cahaya? 

Minggu lalu, kami membahas tentang pengaruh faktor lingkungan terhadap pertumbuhan tanaman, dan pertanyaan tersebut terkait dengan peranan cahaya dalam pertumbuhan tanaman. Dalam perkuliahan, saya selalu menggunakan metode konstruktivisme dalam memahami ilmu, oleh karenanya, mahasiswa dalam bentuk kelompok memiliki kewajiban mempresentasikan makalah tentang bahan kuliah hari itu. Tujuannya sederhana saja, saya berharap mereka menjadi orang yang senantiasa gemar mencari jawaban atas keingintahuannya, dan bukan menunggu saya sebagai dosennya “menyuapinya dengan makanan/jawaban”.

Jika tanaman menguning, apakah dia kelebihan cahaya?

Tanaman sama halnya dengan manusia, penampakan lahiriahnya muncul karena faktor genotipik dan fenotipik. Karakter asli adalah bawaan lahir yang dicerminkan oleh gen yang merupakan perpaduan tetuanya, jantan dan betina. Karakter asli tersebut dapat terlihat apabila lingkungan tumbuh diadakan secara optimal. Cabe yang notabene berasal dari tetua dengan produktivitas tinggi, tidak akan menghasilkan produksi tinggi seandainya ditanam di lahan yang kering dan minim air. Sebagaimana yang pernah saya lakukan dalam penelitian S1 dulu, benih cabe tidak bisa diproduksi maksimal dalam lokasi yang ternaungi.

Jadi, karakter asli tanaman sebenarnya berdaun hijau segar. Lingkungannya menyebabkan daunnya menguning atau hijau pucat. Lalu, apakah itu karena cahaya yang berlebih? Bisa ya, bisa tidak. Sebab, lingkungan adalah gabungan dari komponen cahaya (radiasi matahari), air, tanah dan haranya, angin, suhu dan kelembaban, dan zat-zat di udara. Warna kuning atau hijau pucat muncul karena interaksi banyak faktor tersebut.

Untuk dapat menyatakan bahwa itu karena faktor cahaya berlebih, perlu dilakukan riset kecil dengan memanipulasi lingkungan lainnya, selain cahaya dalam kondisi yang optimum.

Saya kira pendekatan yang sama dapat dilakukan untuk mengantisipasi tawuran pelajar yang marak belakangan ini. Saya tidak yakin karakter asli siswa-siswa SMA adalah pemberontak dan tukang berkelahi. Sejatinya mereka memiliki karakter yang khas dan bukan anarkis. Tentu ini harus diselidiki dengan mempelajari ayah ibunya. Lalu, apakah yang menyebabkan mereka berkarakter beringas?

Jawabannya, sama dengan tanaman menguning tadi, yaitu lingkungannya. Jika lingkungan untuk tumbuh tanaman adalah cahaya, air, tanah/hara, suhu, angin, dll, segala sesuatu yang ada dan disediakan oleh alam, maka lingkungan untuk tumbuhnya anak-anak adalah makanannya (gizi dan kehalalannya), rumahnya (tempat untuk beristirahat dan belajar), trasportasi (ke dan dari sekolah-rumah), orang-orang dewasa di sekitarnya, alamnya (pepohonan), ilmu dan pengetahuan yang diterimanya (termasuk budi pekerti dan ajaran agama), dan teman-temannya.

Oleh karena itu, antisipasi terhadap karakter beringas, perlu diselidiki dan ditelusuri hingga ke akar masalahnya, yaitu genetik, dan lingkungan tumbuh si anak.

Iklan
  1. Saya setuju dengan ibu. Belakangan memang sedang marak pemberitaan tentang tawuran yg ditayangkan berita-berita di televisi. Disebutkan bahwa sistem pendidikan nasional dinyatakan gagal membangun karakter peserta didik. Entah apakah sejalan dg hal ini seorang staf kementrian di salah satu acara stasiun tv menyatakan kemdiknas sedang mengembangkan kurikulum baru dimana nantinya jam belajar akan dikurangi sementara jam sekolah ditambah.
    Menurut ibu apakah perubahan kurikulum adalah solusi yg harus diambil untuk mengatasi krisis pendidikan di negara kita?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: