murniramli

Semoga bisa menjadi saudara

In Belajar Kepada Alam, Serba-serbi Indonesia on Agustus 11, 2013 at 10:40 am

Wilayah tinggal saya yang baru adalah daerah pedesaan yang mendekati perkotaan. Rumah-rumah penduduk adalah rumah batu, sekalipun di sana-sini masih ada rumah dari bambu. Alamnya masih asri. Setiap pagi masih ramai kicauan burung, suara ayam berkokok, sapi melenguh, dan kambing-kambing mengembik.

Saya sudah lama sekali mencari lokasi rumah yang cocok, dan persyaratan saya sederhana saja : dekat masjid, bisa diakses dengan kendaraan umum, dan ada sisa tanah untuk berkebun.

Beberapa rumah dijual yang saya temukan informasinya di internet, atau berdasarkan info dari teman, saya sambangi satu per satu. Tetapi tak ada satupun yang cocok, sampai akhirnya saya menemukan lokasi yang sekarang saya tinggali. Sebelum memutuskan membeli, saya sudah bertanya banyak hal tentang penduduk setempat, kebiasaan, pekerjaan, dan pola hidup mereka. Kebanyakan mereka adalah petani atau buruh tani. Sebagian lagi membuat krupuk, dan sisanya bekerja di kota.

Sekitar seminggu menempati rumah yang baru, saya sebagai warga baru merasa perlu mengunjungi tetangga saya satu per satu untuk memperkenalkan diri sekaligus untuk menyampaikan permohonan ijin untuk menjadi tetangga mereka. Sehari sebelumnya, saya sudah kulo nuwun ke Pak dan Bu RT yang sangat ramah. Tetangga saya kebanyakan adalah orang-orang tua yang sehat-sehat. Kadang-kadang saya lihat mereka pagi-pagi berjalan-jalan tanpa alas kaki, sesekali menggerak-gerakkan tangan ke atas, mengingatkan saya kepada nenek kakek di kampung halaman di Bone yang bepergian ke mana-mana tanpa alas kaki.

Yang membuat saya terharu ketika menjabat tangan mereka satu per satu adalah ucapan mereka dalam bahasa Jawa yang halus, “Mugi-mugi dadhi sedherek” (Semoga dapat menjadi saudara) . Bahkan di antara mereka ada yang tergopoh mendatangi dan mendoakan supaya saya betah di rumah yang baru. Saya merasa seperti berada di dalam sebuah keluarga besar yang penuh dengan keramahan.

Setiap kali saya menyiram tanaman, dan kebetulan ada mbah-mbah yang lewat, mereka pasti mengajak bercakap yang menyenangkan. Setiap minggu atau hari libur pagi, saya menyempatkan berjalan-jalan keliling desa, dan menyapa penduduk yang tampaknya tahu kalau saya orang baru. Tetapi mereka semua ramah menyapa, menanyakan mau ke mana, dari mana, sekalipun sekedar basa-basi, tetapi itu sangat menyenangkan. Bahwa, kita mendapat sambutan yang baik.

Mamak saya adalah orang yang paling khawatir ketika saya mulai menempati rumah baru. Yang paling beliau risaukan adalah tetangga. Sebab lingkungan rumah kami selama ini selalu memiliki tetangga yang baik-baik. Mamak tidak menanyakan bagaimana rumahnya, tetapi yang pertama kali beliau tanyakan, bagaimana tetangganya. Karenanya tatkala mamak datang berkunjung kemarin, dan bertemu serta disapa oleh para tetangga saya yang ramah-ramah, pelan-pelan kekhawatiran beliau hilang.

Ya, saya merasa sangat berbahagia tinggal di lingkungan baru ini. Sewaktu ada buka puasa di rumah Pak RT, saya menyempatkan datang, dan menemukan keramahan luar biasa dari ibu-ibu yang hadir. Sebagian mendatangi tempat saya duduk, dan menjabat tangan saya erat, tak lupa mengajak saya mampir ke rumahnya.

Keramahan mereka sangat alami. Ajakan agar menjadi saudara tidak sekedar di mulut, tetapi benar-benar mereka tunjukkan. Sekarang, setiap kali berangkat kerja, menyusuri jalan-jalan desa, saya pasti menyapa mereka dengan ramah, sekalipun hanya dengan mengatakan, “monggo, Pak/Bu/Mbah”.

Semoga langgeng dan aman tentram kehidupan kami semua. Amin

  1. emang gak diniatin pakai photo2 ya bu blognya ini? mau juga dong lihat suasananya lewat photo. Mugi-mugi dadhi sedherek.

  2. Emang kehidupan dipedesaan lebih kekluargaan dibanding di kota yang notabene hidup sendiri”..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: