murniramli

Membangun Konsep (Pendekatan Saintifik-5)

In Kurikulum, Pembelajaran, Pendidikan Biologi, Pendidikan Menengah, Pendidikan Sains, SMA on April 12, 2014 at 6:09 am

Tulisan yang lalu membahas tentang kegiatan mencoba/menyelidiki yang harus dilakukan siswa dalam rangka membentuk keterampilannya memahami sains. Hal terakhir yang perlu dilakukan pasca penyelidikan adalah membangun konsep melalui keterkaitan fakta baru yang satu dengan yang lain, dan menghubungkan konsep satu dengan konsep yang lain. Dalam Kurikulum 2013, istilah untuk keterampilan ini adalah networking atau membuat jejaring. Saya memahaminya sebagai membuat peta konsep.

Pada kasus yang lalu, saya menampilkan praktikum planaria. Kali ini saya ingin mengangkat salah satu tema riset mahasiswa bimbingan saya, yaitu sistem imun. Terus terang keahlian saya bukan biologi, apalagi bidang hewan dan manusia. Di almamater dulu, saya banyak mempelajari tentang tanaman dan ekologinya saja, jadi beberapa hal mengenai human body, atau mekanisme tubuh, saya perlu telusuri melalui kegiatan membaca dan mendengarkan penjelasan dari orang yang lebih tahu sebelum membimbing mahasiswa bagaimana mengajarkannya di ruang kelas.

Mengajarkan sistem imun termasuk cukup ribet dan kalau tidak pandai-pandai memilih strategi dan pendekatan, siswa lagi-lagi akan menghapalkan saja konsep dan fakta terkait sistem imun. Oleh karena itu, untuk mengantarkan siswa memahaminya secara kontekstual dan alamiah, maka kasus-kasus terkait sistem imun akan lebih memudahkan sebagai pembuka pembelajaran.

Kasus-kasus imun yang banyak terjadi adalah AIDS/HIV, influenza, alergi, luka borok, batuk, leukimia, cacar, dll. Apapun penyakit yang disajikan, guru harus memfokuskan pada konsep-konsep yang harus dikuasai siswa terkait sistem imun, yaitu jenisnya, organ-organ yang terlibat, dan mekanismenya, serta dampak dan pencegahan/solusi kelainan sistem imun. Sistem imun dibedakan menjadi dua kategori berdasarkan respon terhadap patogen, yaitu sistem imun spesifik dan non spesifik. Pembelajaran bisa dimulai dengan mengajukan kasus sistem imun non spesifik yang lebih mudah dipahami, baru kemudian berlanjut pada sistem imun spesifik.

Pembelajaran tetap mengikuti urutan pendekatan saintifik, dan setelah melakukan pengujian/percobaan/ penyelidikan, siswa selanjutnya menganalisis hasil temuan, dan membangun konsep melalui penarikan kesimpulan. Teknik untuk membangun konsep dapat menggunakan peta konsep, yaitu siswa memetakan konsep/istilah/aspek terkait dengan tema sistem imun. Jejaring konsep juga dapat dibangun dengan menggunakan fishbone, roundhouse, dan diagram Vee.

Peta konsep banyak dipakai untuk memetakan konsep-konsep sederhana ke kompleks yang harus dikuasai siswa, terkait sebuah materi. Fishbone diagram yang diciptakan oleh Kaoru Ishikawa banyak dipergunakan untuk melihat hubungan sebab akibat sebuah permasalahan atau kasus, sementara roundhouse diagram yang diciptakan oleh Wandersee pada tahun 94, akan membantu siswa memahami konsep yang kompleks dan mengingat konsep dalam jangka waktu lama. Sementara Diagram Vee yang dipakai pertama kali pada industri di Jerman, berguna untuk membantu siswa memahami kasus dan memikirkan bagaimana menyelesaikannya. Di antara aneka teknik tersebut, banyak riset yang menunjukkan bahwa peta konsep lebih baik dalam membangun konsep-konsep siswa.

Pada akhir pembelajaran, guru harus memastikan bahwa siswa memahami konsep dengan baik. Adakalanya siswa melakukan praktikum, tetapi tidak menyadari bahwa kegiatan tersebut adalah bagian dari mekanisme kompleks yang terdiri dari konsep-konsep sederhana yang harus dibangunnya. Guru sangat berperan dalam mengecek pemahaman konsep yang telah dibangun oleh siswa.

Selamat mencoba !

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: