murniramli

Jangan Takut Mengubah Lay Out Ruang Kelas

In PAUD, Pembelajaran, Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Pendidikan Menengah, Pendidikan Tinggi on Januari 11, 2015 at 11:00 pm

Bagaimana lay out ruang kelas Anda? Apakah posisinya sama dengan waktu Anda bersekolah dulu? Yaitu, meja guru di pojok kiri atau kanan, lalu bangku-bangku siswa berjejer lurus ke belakang di hadapan meja guru?

Ya, ruang kuliah di kampus saya pun masih sama dengan ruang kuliah saya dulu. Padahal, saya sering mengadakan pembelajaran yang memerlukan meja besar untuk memberi kesempatan mahasiswa berdiskusi dan menyampaikan idenya dalam sebuah kertas besar.

Jika metode yang akan dipakai adalah debat, maka dalam berdebat, bangku-bangku harus dibuat berhadapan, dan diberi jarak di tengah. Tetapi saya kira ada perbedaan secara psikologis jika berdebat sambil duduk, dan berdebat sambil berdiri. Dalam posisi berdiri, pikiran lebih lepas, dan mahasiswa dapat sangat bersemangat.
Terkadang diperlukan meja besar untuk memberi kesempata kepada mahasiswa men-share idenya dalam bentuk gambar atau tulisan pada sebuah kertas besar. Maka meja-meja perlu digabungkan. Yang sangat memasalah adalah apabila ruang kelas tidak dilengkapi meja, tetapi hanya meja yang menyatu dengan kursi. Pada kondisi demikian, maka biarkan siswa-siswa me”lantai” alias duduk dan menggambar di lantai.

Formasi atau lay out ruang kelas yang selalu diubah karena penyesuaian kegiatan pembelajaran, menghendaki kursi meja siswa adalah perlengkapan yang memudahkan untuk digeser. Oleh karena itu sangat menarik jika melihat meja kursi di kelas-kelas SD, SMP, dan SMA di Jepang seperti gambar di bawah ini :
14146199270001

 

 

 

 

Gb. Ruang kelas di SD, SMP, SMA di Jepang

Perlu diketahui bahwa di Jepang, model kursi dan meja yang dipergunakan di semua sekolah, negeri maupun swasta dari jenjang SD, SMP, dan SMA adalah sama. Yang berbeda hanya ketinggian meja kursinya yang menyesuaikan umur rata-rata anak pada jenjang tertentu.

Sementara itu di jenjang universitas, unik juga karena meja kursi dibuat movable, artinya bisa diubah-ubah posisinya agar tetap dapat melaksanakan pembelajaran dalam berbagai model. Yang lebih menarik, di perguruan tinggi, meja tidak lagi satu mahasiswa satu meja seperti di jenjang sekolah, tetapi dibuat satu meja untuk tiga atau dua orang.

W302_2
 

 

Gb. Ruang untuk seminar kecil di universitas

W101_2

 

 

 

Gb. Ruang kelas besar di universitas

Demikianlah, sesekali lay out ruang kelas perlu diubah untuk memberi kesempatan anak bergerak, dan tidak menjadi pemalas dengan hanya duduk pada kursi yang diatur kaku.

  1. Saya tahu ada tulisan ini tepat ketika sedang mengubah layout kelas saya, kelas 5, dari layout kelompok menjadi layout konvensional.

  2. Saya tahu tulisan ini tepat saat sedang mengubah layout kelas saya, kelas 5, dari layout kelompok kembali ke konvensional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: