murniramli

Matematika dan Biologi: Angka Fibonacci

In Belajar Kepada Alam, Pembelajaran, Pendidikan Biologi, Pendidikan Dasar, Pendidikan Jepang, Pendidikan Menengah, Pendidikan Sains, Serba-Serbi Jepang on Maret 2, 2016 at 8:54 am

Sudah dua bulan lebih saya berada di Nagoya untuk melaksanakan riset pendek selama tiga bulan. Dalam rentang waktu itu banyak sekali pengalaman baru yang saya dapatkan, yang maunya segera ditulis supaya tidak lupa, tetapi selalu saja ada halangan untuk menulis.

Baik, ada satu konsep belajar menyenangkan yang saya dapat selama keliling-keliling sekolah di Jepang, salah satunya adalah bagaimana memadukan pembelajaran matematika dan biologi. Well, matematika termasuk pelajaran yang tidak begitu saya kuasai, tetapi berhitung adalah literasi basic yang harus kita kuasai supaya bisa mengagumi keteraturan jumlah di alam, sekaligus untuk keperluan sehari-hari, agar tak ditipu ketika berjual beli.

Sebenarnya sudah banyak dibahas atau mungkin sudah ada juga yang membelajarkannya di kelas, tetapi tidak ada salahnya saya ulas di sini. Para pecandu angka pastilah sangat mengenal deretan bilangan Fibonacci, yang menurut sejarah disampaikan pertama kali oleh matematikawan India, Gopala dan Hemachandra, lalu kemudian dipakai oleh Leonardo da Pisa atau Fibonacci ketika mempelajari deret perkembangan populasi kelinci. Bilangan Fibonacci menggambarkan deretan keteraturan angka yang begitu mengagumkan, dan dapat ditemui dengan mudah di alam.

Seorang siswa SMA di Nara yang saya hadiri presentasinya bulan lalu, mengangkat kasus pola bunga dan pola daun di batang serta sekaligus melihat secara mikro keteraturan dalam jaringan batang dan cabang tanaman, yang dihubungkan nya dengan angka Fibonacci.

Beberapa waktu yang lalu, saya menonton acara rutin kesukaan saya di NHK, “Kangaeru Karasu, Kagaku no Kangaekata”, yang menampilkan bagaimana keajaiban dan kemenarikan angka dalam biji-biji jagung. Beberapa anak-anak SMA diberikan aneka buah jagung, lalu mereka mulai menomori butir-butir jagung dari ujung sampai bawah sesuai kolomnya, dan ditemukanlah pola bilangan yang menarik. Ketika penampang buah jagung dipotong melintang atau membujur, maka terlihat pola keteraturan jumlah biji. Subhanallah !

Hal-hal sepele namun mengagumkan di alam banyak sekali, namun sudahkah fakta itu kita bawa ke ruang kelas untuk membuat pembelajaran yang lebih menarik, dan membuat siswa kita lebih bersemangat mendalami ilmu? Kalau belum, tidak ada kata terlambat untuk melakukannya.

  1. Ecie, ibu sudah nulis lagišŸ˜€
    Kebetulan beberapa waktu yang lalu saya juga ketemu teman dari US yang membahas soal Fibonacci. Dia juga cerita soal pola kelopak bunga, daun yang tumbuh, yang ternyata sesuai dengan Fibonacci. Subhanallah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: