murniramli

Micro World: Melihat Keajaiban Bulu Burung

In Belajar Kepada Alam, Pendidikan Jepang, Pendidikan Menengah, Pendidikan Sains on Maret 2, 2016 at 10:04 am

Tetangga saya sekompleks sejak tahun lalu menggemari hobi baru, yaitu memelihara aneka burung yang cantik. Saya termasuk yang ikut kecipratan senang, karena sangkar-sangkar burung digantungkan di teras rumah atau di pohon-pohon yang ada di bagian depan kebun saya. Jadi, saya setiap hari ikut menikmati kicauan yang merdu nan ramai. Menyenangkan sekali!

Di Indonesia, setiap jam 2 pagi saya dibangunkan oleh kokok ayam tetangga untuk bangun malam. Kadang kalau terlambat tidur, suara kokokan ayam tidak terdengar. Di Jepang, saya tidak pasang alarm untuk bangun subuh, tetapi selalu saja terjaga karena sekitar jam tiga atau empat bahkan kadang tengah malam, ramai suara burung gagak yang puluhan jumlahnya yang bertengger di pohon-pohon di belakang kampus Universitas Nagoya  dan pas berada di depan asrama saya.

Di taman bunga depan perpustakaan kampus Nagoya yang sekarang menguning karena aburana sedang mekar, terkadang didatangi oleh burung-burung kecil indah bersayap putih, hitam atau kuning. Burung-burung tersebut cukup jinak karena dalam posisi didekati pun dia tidak segera terbang.

Kalau saya berangkat ke kampus, dan menelusuri lorong setapak menuju lab, yang dipayungi pepohonan hijau, maka saya pasti menengok ke atas karena ikut bergembira mendengarkan ramainya burung berkicau, padahal cuaca sangat dingin belakangan ini.

Ayam, burung, bebek, aneka aves lainnya semuanya dapat melayang di udara karena sayap-sayap yang dipunyainya. Sayap-sayap burung tersusun dari bulu (feather). Dalam bahasa Indonesia, bulu pada burung disamakan dengan bulu pada anjing dan bulu pada tubuh manusia. Semestinya tidak sama. Pada anjing dan manusia, akan lebih tepat jika disebut rambut (hair), dan pada aves disebut bulu. Bentuk micro dari bulu burung sudah dipelajari sejak lama semenjak mikroskop mulai dipakai dan manusia mulai tertarik mempelajari evolusi makhluk hidup. Namun dengan semakin majunya perkembangan mikroskop maka kita semakin dapat menyaksikan keindahan mikro dan memahami mekanisme kerja organ-organ makhluk hidup.

Hari ini di siaran sekolahnya NHK, saya belajar lagi sebuah hal menarik tentang bulu burung. Sekalipun hanya 10 menit, siaran edukasi-nya NHK sangat bermanfaat, dan sangat sayang jika dilewatkan.

Jika ada satu bulu burung atau ayam yang jatuh, lalu coba kita raba, maka kita akan merasakan kehalusannya. Kalau kita lihat secara mikro, maka bulu-bulu itu tersusun dari bulu-bulu lagi, yang kalau kita renggangkan pelan-pelan, akan terlihat saling kait mengkait antara ujung-ujungnya. Kalau bagian yang terpisah kita satukan kembali, maka dengan segera bulu akan menyatu kembali, merekat dengan sempurna. Bagian ini bekerja seperti resleting.

ill_feather_barbill_feather_bottomhalfwquil

 

 

 

 

Dari sini, kita bisa mendapatkan penjelasan bagaimana bekerjanya bagian-bagian bulu tersebut. Sungguh sebuah karya cipta yang luar biasa dan menakjubkan. Bahkan jika hendak diimitasi dengan bulu artificial sekalipun, tidaklah akan menyamai sistem yang sudah dibuat oleh Allah SWT. Subhanallah

Mengenali sesuatu melalui pengamatan yang detil, akan membantu kita memahami sesuatu secara lebih baik. Oleh karenanya pembelajaran di kelas, sekalipun tidak bisa sampai membelajarkan yang sangat mikro, tetapi sebagai guru kita perlu membangkitkan rasa ingin tahu siswa dengan membawa dunia mikro yang menakjubkan ke dalam kelas.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: