murniramli

Archive for the ‘Manajemen Pendidikan’ Category

Anak SD harus belajar apa?

In Administrasi Pendidikan, Kurikulum, Manajemen Pendidikan, Manajemen Sekolah, Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Sains, Penelitian Pendidikan, Sains on Januari 14, 2014 at 2:46 am

Dengan penerapan kurikulum 2013, ada perubahan berarti dalam apa yang harus dipelajari oleh anak SD di Indonesia. Mapel di SD berubah menjadi Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya, Penjaskes Olahraga, sementara IPA dan IPS diajarkan secara terpadu dan tematik.  Baca entri selengkapnya »

Iklan

Mengganti Kurikulum

In Kurikulum, Manajemen Pendidikan, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Menengah, Pendidikan Sains, SMA on Januari 14, 2014 at 12:40 am

Lama sekali saya tidak bisa aktif menulis, dan ini menyebabkan banyak sekali email yang masuk menanyakan kapan tulisan baru akan dipublish. Saya mohon maaf kepada rekan-rekan pembaca blog ini, karena mungkin bolak-balik mengunjungi blog Berguru, tetapi tidak ada perubahan isi. Bukan karena enggan menulis, tetapi saya benar-benar disibukkan dengan pekerjaan kantor yang biasanya sudah membuat keletihan teramat sangat, sehingga waktu untuk menulis tergantikan dengan tuntutan badan yang meminta istirahat. Baca entri selengkapnya »

Siapa yang harus datang paling awal dan pulang paling akhir di sekolah?

In Manajemen Pendidikan, Manajemen Sekolah, Organizational Learning, Pendidikan Jepang, SD di Jepang, SMA di Jepang, SMK Jepang, SMP Jepang on April 14, 2013 at 1:15 pm

Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan menghadiri pertemuan MGMP IPA SMP se-Kab. Lombok Barat, dan pada kesempatan itu, saya diminta men-share informasi tentang pendidikan sains SMP di Jepang. Dalam kesempatan tersebut, salah satu cerita yang saya sampaikan adalah tentang profesionalisme guru di Jepang dalam bekerja. Baca entri selengkapnya »

Desa Makmur, Pendidikan Tertinggal

In Administrasi Pendidikan, Manajemen Pendidikan, Pendidikan Biologi, Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Sains, Pendidikan Tinggi, Penelitian Pendidikan on April 12, 2013 at 8:56 pm

Baru-baru ini saya berkesempatan mengunjungi beberapa sekolah di Pulau Lombok, dan bertemu dengan guru dan siswa di sana. Saya sudah sering mendengar keelokan pulau ini, pun membaca berita dan kabar bahwa turis  sekarang mulai beralih ke Lombok ketimbang Bali. Baca entri selengkapnya »

Jika Tanaman Menguning

In Belajar Kepada Alam, Manajemen Pendidikan, Manajemen Sekolah, Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Islam, Pendidikan Menengah, Pendidikan Tinggi, Penelitian Pendidikan, SMA on September 29, 2012 at 1:05 pm

Dalam MK Hortikultura, seorang mahasiswa saya bertanya, jika tanaman bayam berada pada habitat yang terkena full sinar matahari, dan daunnya menguning atau hijau pucat, apakah itu karena kelebihan cahaya?  Baca entri selengkapnya »

Sekolah dan Masyarakatnya

In Manajemen Pendidikan, Manajemen Sekolah, Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Menengah, Penelitian Pendidikan, SMA on September 29, 2012 at 12:42 pm

Dalam konsep Manajemen Berbasis Sekolah dan dalam era desentralisasi daerah, maka sekolah harus dikembangkan berdasarkan potensi masyarakat. Potensi dalam tanda kutip dipahami atau diarahkan sebagai “uang”-nya masyarakat. Lalu, siapakah masyarakat itu? Inipun disimpulkan sebagai orang tua dari siswa-siswa di sekolah itu. Definisiya sedikit berkembang pada pengusaha di kota tersebut. Tetapi bukankah lagi-lagi yang dimaksud adalah “si pemilik uang”? Baca entri selengkapnya »

Sistem Pemantauan Siswa di Sekolah

In Manajemen Pendidikan, Manajemen Sekolah, Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Menengah, Penelitian Pendidikan, Serba-Serbi Jepang, SMA on September 27, 2012 at 10:57 am

Ketika jumlah siswa per kelas hanya 10 orang, maka tidaklah sulit bagi guru untuk melakukan pemantauan kemampuan, sikap, dan perilaku satu per satu siswa. Tetapi ketika satu kelas berjumlah lebih dari 20 atau 30, maka hanya guru-guru yang memiliki daya ingat yang kuat yang dapat menghafal satu per satu anak. Oleh karenanya, sistem pemantauan anak tidak bisa dikerjakan oleh satu orang guru, tetapi melibatkan staf sekolah secara keseluruhan. Baca entri selengkapnya »

Penggiat Pendidikan di Pulau Parang

In Administrasi Pendidikan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Sekolah, PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Islam, Pendidikan Menengah, Pendidikan pra sekolah, Penelitian Pendidikan on Juni 21, 2012 at 1:56 am

Dalam rangkaian penelitian ke Kecamatan Karimunjawa, saya juga berkunjung ke Pulau Parang, salah satu anak pulau dalam Kepulauan Karimunjawa. Dinamakan Pulau Parang, karena dari kejauhan bentuknya memang seperti Parang. Tidak diketahui siapa yang memberinya nama pertama kali. Dari kejauhan ada dua bagian yang menandakan pulau ini seperti parang, yaitu bagian kecil yang menandakan pegangan parang, dan bagian panjang yang merupakan bilah parangnya. Baca entri selengkapnya »

SD 1 Karimunjawa, Sekolah Bersejarah

In Manajemen Pendidikan, Manajemen Sekolah, Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan on Juni 15, 2012 at 11:25 am

Hari kedua di Karimunjawa, kami mendatangi Pak Camat Nuryanto, untuk mewawancarainya seputar perkembangan dan kendala pendidikan di Kecamatan Karimunjawa. Dari keterangan beliau, kami mendapatkan informasi tentang sekolah-sekolah yang ada di Karimunjawa, dan juga kendala guru-guru yang bekerja adalah para pendatang, yang tidak membawa keluarga untuk tinggal bersama di Karimunjawa, dan berdampak pada tingkat absensi cukup besar di kalangan guru. Baca entri selengkapnya »

Dilema Pendidikan : Mengajar dengan bahasa Inggris atau tidak ?

In Manajemen Pendidikan, Manajemen Sekolah, Organizational Learning, Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Menengah on Mei 5, 2012 at 11:55 pm

Perlukah mengajar dengan bahasa Inggris atau tidak ? Kemarin saya ditanya oleh ibu-ibu guru di sebuah SD tentang penggunaan bahasa Inggris di dalam kelas saat melakukan pembelajaran. Pertanyaan yang sama sering saya dengar dari bapak ibu guru di lapangan, bagaimana menyikapi kewajiban memakai bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran sains, matematika, dan ekonomi di sekolah-sekolah SBI/RSBI? Beberapa guru terpaksa harus melaksanakannya, padahal dia sendiri menyadari betul bahwa karena bukan bahasa ibunya, maka banyak hal yang tidak bisa tersampaikan dengan baik. Lain lagi komentar seorang guru yang mengatakan, rasanya “aneh” memakai bahasa Inggris di hadapan siswa yang notabene lebih lancar bicaranya. Baca entri selengkapnya »