murniramli

Archive for the ‘Renungan’ Category

Belajar dari Hidup

In Renungan on Oktober 24, 2012 at 4:07 pm

Kalau dihitung berapa kilo jalan yang saya tempuh dalam seminggu, rasanya sudah ratusan kilo. Bolak-balik Solo, Yogya, Semarang, Madiun adalah tindakan yang kalau dipikirkan akan membuat lelah jiwa dan mengeluh yang banyak. Maka saya tak pernah memikirkannya, apalagi menyesalinya. Barangkali memang saya ditakdirkan Allah  dengan kondisi, “Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Baca entri selengkapnya »

Selesailah Renungan Itu

In Ramadhan, Renungan on September 5, 2012 at 7:34 pm

Alhamdulillah, kalimat ini saja yang terucap tatkala saya menyelesaikan tulisan renungan ramadhan ketigapuluh hari ini. Waktu menunjukkan pukul 02.22 sekarang, dan saya sudah tidak bisa tidur, karena berangkat tidur cepat tadi. Baca entri selengkapnya »

Berbisnis dengan Si Miskin

In Berislam, Ramadhan, Renungan on September 5, 2012 at 7:20 pm

Seandainya Anda memiliki sejumlah uang dan hendak menginvestasikannya dalam sebuah usaha/bisnis, dengan siapakah Anda akan berkongsi menjalankan bisnis itu? Baca entri selengkapnya »

Hidup itu untuk apa?

In Berislam, Ramadhan, Renungan on September 4, 2012 at 7:52 pm

Kalau saya tanyakan itu kepada murid-murid kecil saya, maka barangkali mereka akan menjawab, “untuk bermain game”. Kalau saya tanyakan kepada mahasiswa, mungkin dia akan menjawab, “untuk dinikmati”, dan kalau saya ajukan pertanyaan kepada ibu-ibu tua yang meminta diajari membaca Al-Quran tempo hari, bisa jadi mereka akan menjawab, “untuk beramal” Baca entri selengkapnya »

Krisis Air

In Berislam, Ramadhan, Renungan, Serba-Serbi Jepang on September 4, 2012 at 7:32 pm

Kalau di Bone sekitar seminggu yang lalu subuh senantiasa diguyur hujan, dan menjadi sejuklah perasaan orang muslim yang sedang berpuasa, namun di lain pihak, menjadi semakin malas pula kaki melangkah ke masjid untuk menunaikan sholat subuh. Maka, di tanah Jawa, tak setetes airpun turun dari langit hingga kini. Beberapa daerah sudah mulai kekeringan, rakyat memanfaatkan air apa saja untuk MCK. Sementara di beberapa rumah gedong, air mengalir dengan derasnya, bahkan dipakai oleh si empunya untuk menyirami jalan setapak, halaman, dan menyiram pepohonan. Baca entri selengkapnya »

Mental Uang

In Islamologi, Ramadhan, Renungan on September 4, 2012 at 1:41 pm

Uang memang menjadi kesenangan dan kenikmatan yang tidak pernah ditolak oleh manusia, bahkan tidak berhenti jiwa-jiwa mencarinya dengan cara bagaimanapun. Tak sedikit pula yang menganggap bahwa kalau ada uang, maka amanlah hidup ini. Baca entri selengkapnya »

Merendahlah

In Berislam, Ramadhan, Renungan on September 4, 2012 at 1:23 pm

Saya perlu menasehati diri pribadi agar senantiasa menjadi seperti padi, menunduk dan merendah ketika bulirnya semakin berisi, ke manapun dan di manapun saya ditakdirkan berada.Nasehat itu perlu disampaikan berulang-ulang karena saya adalah makhluk yang selalunya alpa. Baca entri selengkapnya »

Suara merdu itu ada di mana sekarang?

In Berislam, Ramadhan, Renungan on September 1, 2012 at 12:28 pm

Tadi malam, bulan tampak hampir sempurna. Berarti sudah setengah bulan syawal, dan dengan kata lain sudah hampir dua minggu setelah idul fitri berlalu.  Ada yang makin lama makin hilang, yaitu suara-suara indah yang kira-kira dua mingguan lalu masih terdengar dari relung-relung masjid dan sudut-sudut rumah kaum muslimin. Sekarang, suara itu hampir tak terdengar lagi. Baca entri selengkapnya »

Ayah

In Berislam, Ramadhan, Renungan on Agustus 25, 2012 at 11:40 pm

Yang dilakukan ayah ketika anaknya baru lahir adalah mengumandangkan adzan dan iqomah di telinga kanan kirinya. Dia kemudian memberikan anaknya nama yang terbaik. Dia menimangnya tak bosan-bosan, bangun ketika anaknya menangis malam-malam, terkantuk-kantuk membantu istrinya menenangkan anaknya tersayang. Dia rela menjadi kurang tidur, padahal esok kerja harus dimulai pagi-pagi. Ketika pulang kantor, yang dilakukannya pertama kali adalah menengok si mungilnya, sudah sebesar apa dia setiap harinya? Ketika genap tujuh hari umurnya, dia panggilah sesepuh, tetangga, anak-anak yatim untuk merayakan aqiqah anaknya. Baca entri selengkapnya »

Ibu

In Berislam, Ramadhan, Renungan on Agustus 25, 2012 at 4:08 pm

Yang dilakukan ibu ketika anaknya baru lahir adalah memberinya sedapat mungkin air susu yang menyehatkan. Dia rela mengkonsumsi makanan yang sebenarnya tak disukainya, demi menyediakan air susu yang melimpah dan sehat untuk anaknya. Baca entri selengkapnya »