murniramli

Berapa jam Anda menonton TV ?

In Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, SD di Jepang, Serba-serbi Indonesia, Serba-Serbi Jepang on April 28, 2011 at 11:09 am

Salah satu isian angket kesiswaan di sekolah-sekolah Jepang adalah berapa jam anak menghabiskan waktu menonton TV setiap hari. Hasil survey menunjukkan bahwa rata-rata anak SD menonton 5 jam  sehari. Ini yang dikhawatirkan orang tua karena anak lebih terbiasa dengan layar TV ketimbang lembaran-lembaran buku.

Karena anak menghabiskan waktu di sekolah dari pagi hingga siang, maka otomatis mereka hanya menonton TV dari mulai pulang sekolah (di Jepang sekitar jam 3 sore) hingga malam hari. Seandainya rata-rata anak Jepang tidur pada pukul 21.00, maka jika seorang anak mulai menonton sejak jam 16.00 hingga jam 21.00, dia akan menghabiskan waktu 5 jam-an untuk menonton TV.

Kecenderungan anak untuk menonton TV juga sangat tergantung dengan jenis acara di TV. Jika banyak menampilkan acara hiburan, film kartun, maka mereka pasti akan rela berjam-jam di depan TV. Drama atau film tidak begitu diminati anak-anak di Jepang. Untuk anak-anak yang lebih muda lagi, biasanya oleh orang tuanya disuguhi acara TV anak NHK yang menyelenggarakan siaran sepanjang hari.

Anak-anak SMA juga menghabiskan seharian waktunya di sekolah, sehingga praktis mereka tidak menonton TV. Adapun mahasiswa karena jadwal kuliah tidak setiap hari, maka mereka masih besar kemungkinan menonton TV pada pagi dan siang hari.

Kecenderungan menonton TV yang semakin besar di kalangan anak-anak di Jepang perlu ditindaklanjuti dengan menyediakan tontonan sesuai umur dan mendidik. Oleh karena itu para pengamat pendidikan di Jepang mulai banyak yang menyoroti dan mengkritik perusahaan TV untuk lebih peduli dan menyiarkan tontonan yang mendidik untuk anak-anak.

Sekarang, sebagai orang dewasa, berapa jam sebenarnya Anda menghabiskan waktu di depan TV?

Saya termasuk penggemar TV saat tinggal di Jepang, karena selain membantu khazanah kosakata bahasa Jepang saya, juga menambah wawasan budaya dan ilmu pengetahun tentang Jepang. Acara menonton saya biasanya rutin di pagi hari, mengecek berita dan prakiraan cuaca, lalu malam hari biasanya acara variety show atau documentary. Saya jarang menonton film barat karena semua didubbing dalam bahasa Jepang yang kedengaran aneh.

Sekarang ini saya hampir tidak pernah menonton TV, karena di rumah yang saya tinggali,  TV sedang rusak. Sekalipun ada dua TV, tapi saya tidak berminat menonton. Kalau berada di rumah orang tua di Madiun, tontonan TV menjadi pengisi waktu sesaat saja, menggantikan kesibukan membaca buku.

Karena gemar membeli buku, maka banyak sekali koleksi buku yang masih mengantri untuk dilahap. Saya berprinsip bahwa ketimbang menghabiskan waktu menonton TV yang tidak memberikan informasi berguna sama sekali, lebih baik menghabiskan waktu untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dengan membaca buku.

Banyak sekali tayangan musik yang ditampilkan secara live di layar TV, dan melibatkan banyak anak muda. Kadang-kadang saya bertanya, apakah mereka tidak sekolah? tidak bekerja ? mengapa mereka rela berpanas-panas mengikuti gerakan gila penyanyi ? Jika acara itu berlangsung di hari libur maka wajar-wajar saja.

Tayangan lain yang menyebalkan adalah sinetron yang tidak jelas cara berpikirnya. Sinetron yang memaparkan gap pemisah kaya dan miskin, dengan ending yang gampang ditebak, yang jahat menderita dan yang baik hati bahagia. Cerita-cerita yang tidak mengangkat realita hidup manusia Indonesia. Stasiun TV yang sudah punya nama dengan sinetron-sinetron picisan tsb, tidak pernah saya klik channelnya, sekalipun barangkali mereka punya siaran berita yang lebih baik. Praktis, karena hanya menonton berita saja, saya hanya memilih channel Metro TV.

Anak SD kelas 5 yang saya kenal menghabiskan malam harinya setelah mengerjakan PR dengan menonton TV. Si anak menjadi sufi bahkan menghapal nama-nama pemain sepak bola karena ayahnya juga penggemar TV. Ayah baru akan menyuruh belajar jika si anak ada PR atau akan ujian. Saya belum pernah melihat si anak sedikitpun membaca buku, komik atau yang lainnya. Tampaknya keluarga gagal mendidik anak untuk mencintai buku.

Informasi tentang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memang dapat diperoleh di layar kaca, namun itu hanya sepintas.Untuk mengobati dan memuaskan orang yang selalu ingin tahu lebih banyak dan dalam, maka menonton TV tidaklah cukup. Seseorang perlu pergi ke perpustakaan untuk mencari jawaban pertanyaan-pertanyaannya.

Pola mencari informasi melalui sumber-sumber visual berupa tulisan, dokumen, artikel, dan arsip makin ditinggalkan. Tindakan ini hanya dilakukan oleh mahasiswa saat menyelesaikan tugas akhir, dan saya perhatikan di sekeliling saya, makin sedikit dosen yang gemar menghabiskan waktu untuk membaca. Jika kegiatan membaca sudah ditinggalkan, apatah lagi menulis.

Masyarakat Indonesia dapat digolongkan pada golongan yang menyukai dan merasa puas dengan informasi yang diperoleh dari layar TV saja, sekalipun berita yang disajikan hanyalah luar-luarnya saja.

Jadi saya kira ada dua pendekatan yang bisa ditempuh dengan keberadaan TV. Pertama, memperbaiki dan meningkatkan kualitas tayangan acara di TV dengan prinsip tayangan yang mencerdaskan dan membangkitkan semangat untuk maju. Kedua, jika langkah pertama tidak sukses dilaksanakan, maka mari  mendorong gerakan membaca agar menjadi budaya, dan mengurangi jam nongkrong di depan TV.

  1. benar bangetttt…
    Lebih baik meminimalkan menonton tv
    Selain tontonannya semakin tidak mendidik + membuat anak semakin malas…
    apalagi kalau ditambah sama yang namanya camilan ketika nonton…aduh gak bagus banget buat anak deh…
    salah2 malah menyebabkan anak tidak bertumbuh dengan semestinya

  2. anakku daripada nonton acara tv lebi aku kasi nonton dvd yg mendidik skalian belajar bahasa inggris juga kan tapi memang dibatasin waktunya….apalagi biasanya mata sibuk ke tv tangan juga sibuk masukin cemil”an….tapi aku biasain anak” makan buah buat temen nonton dvd 🙂

  3. kalo anakku yg besar lebi suka membaca…apa aja dibaca, aku si senang” aja….slain nambah pengetahuan juga jd ga sering ngejogrok depan tv sambil ngemil….dan anakku suka sekali minum susu….kegiatan rutinnya sebelum baca adalah minum susu segelas dulu ckckckck

  4. sepertinya hobi nonton tv sambil ngemil anakku nurun dr suamiku deh….belakangan aku agak batasin selain suka nonton sampe malam makin hari makin banyak nyemilnya jadi kadang waktu makan uda keburu kenyang dan akhirnya minum susu…..susunya si ga manis tapi tetap aja aku kawatir klo makanan yg dmakan ga sehat sama aja boong..ya kan mbak?

  5. kl nonton tv sambil ngemil itu kebiasaan yg susah hilang tp tetep saya batasi anak saya kl ngemil sambil nonton tv

  6. anakku sukanya nonton kartun aja abis itu aku ga bolehin nonton lainnya…waktunya nonton ada sendiri waktunya makan ya makan waktunya minum susu ya minum susu

  7. gara gara nonton tv dan liat iklan susu yang ga pake gula tambhan anakku jd minta itu untungnya dia suka rasanya tp bagus sie mengurangi obesitas juga…akibat iklan tv

    • hahaha…bisa aja nih mo..susunya apaan? lebih bagus dari yang sebelumnya gak?
      kalo ternyata malah lebih manis kan serem juga..udah sering nonton tv..minum susunya juga berlebihan gula…

  8. anakku suka nonton dan ditonton, jd klo da bosen nonton, tv tetap nyala tp anaknya da main mainan lain, jd deh tv yg nonton dia. Yah aku pikir gpp lah, toh anakku belum skul, biar dia belajar dr tv educatif sambil main2, dr pada sambil ngemil malah kan ga bagus

  9. anakku bgt tuh suka nonton tv sambil ngemil, salah suamiku juga sih selalu sediain camilan di rumah. Akhirnya aku sembunyiin aja cemilannya, aku buatin aja camilan yg lebih sehat, yg ga banyak kandungan gula tambahannya

  10. emang nih, paling sebel klo nyokap nonton sinetron, takutnya anakku juga ikut2an apa yg ada di sinetron, ga mendidik sama sekali, mana nonton sambil ngemil, mantab dah, klo da gt aku lsg bawa anakku masuk kamar aja, gambar kek, main kek, yg penting ga nonton ma ngemil…

  11. betul…jangan biasakan nonton..nanti anak kita jadi hidup di dunia mampi..
    mimpi nikah sama orang kaya
    mimpi kalo sebenernya anak ornag kaya
    mimpi kalo uang itu kayak duren jatuh…
    baaahhh…Indonesia kok di cekokin mimpi tiada akhir mulu sih.

    biasanya saya lebih suka ajak nonton dvd aja..yang mendidik sekalian.
    dan biasanya saya perbolehkan sambil minum susu..tentunya susu yang tanpa gula.

  12. he2.. kalau anakku sih biasanya nonton tv education gt.. 🙂
    dibiasain semenjak dini nontonnya yang bermanfaat.. 😀 dan salah satu trik juga. supaya anakku pinter makan dan minum susunya.. kalau mau nonton, harus selesai dulu makan dan minum susunya.. 😀

  13. iya nih.. suka sebel deh.. si leely kalo sambil nonton.. minum susunya bisa langsung berenti gitu…. tapi emang sih dia kurang suka kayanya sama susunya.. 😦 tapi kalau ganti2 sufor gt.. ngaruh gak ya sama pencernaannya anakku?

  14. kalo anakku kalo ada film kesukaannya pasti makannya makin gampang masuk karena sambil bengong, tapi dia ga suka kalo ngemil sambil nonton

  15. anak suka ngemil gapapa kok mom, asal cemilannya jgn yg junk food atau berpengawet.. jangan jg yg manis2.. kasih aja buah2an, sop buah, pudding, atau donat kentang… dengan catatan, buatan sendiri loh!

  16. kalau di siang hari aku biasanya memberi aktivitas sama anak biar dia gak kebanyakan nonton tv..tapi kalau malam,mau tidur dia biasanya minta di setelin dvd kesukaannya dulu sebagai penghantar tidur..dan itu dilakukan sambil dia ngedot susu deh..
    kalau untuk susunya aku kasinya yang gak ada gula tambahannya,biar giginya gak rusak..karena dia masih suka minum susu sambil tidur..

  17. haduhhh…anak kecil sekarang itu kalau sering nonton tv bisa jadi kebiasaan, kaya anak tetanggaku aja baru umur 2 1/2 thn tp senengnya nntn sinetron, bayangin aja anak kecil udah ngerti sinetron..ga baik sekali untuk pertumbuhan mentalnya belum lagi pada saat nonton biasanya dikasi cemilan2 coklat atau snack2 gitu sama mamanya, wahh benar2 mendidik anak untuk jadi anak pemalas dan secara ga langsung sudah bisa membuat anak jadi obesitas juga

  18. duhh…sayang bgd tuh kalau anaknya dibiasain kaya begitu bisa2 keterusan terus nanti juga bisa obesitas..lebih baik juga memberi anak mainan edukasi supaya bisa belajar sekalian bermain..trus jangan biasain deh anak2 nyemil yang manis2 bisa jadi kebiasaan nanti..kalau aku berusaha memberi anakku yang terbaik sampe susunya pun aku kasih yang no added sugar, mengurangi resiko anak terkena diabetes dan obesitas bun, karena ada turunan dari keluarga sih jadi harus pintar2 jaga poala makan

  19. jangan biarkan anak makan sambil nonton tv, karena hal ini akan menyebabkan obesitas..anak tidak memperhatikan berapa banyak makanan yg dikonsumsinya saat menonton tv..
    jadi agar anak tidak sampai obesitas,berikan anak berbagai macam aktivitas fisik agar tidak terlalu lama nonton tv dan berikan anak makanan/minuman yang rendah kadar gulanya ataupun yg tanpa gula..

  20. kalaupun mau nntn tv ya harus dibatasi jamnya dan ditentukan program televisinya..jangan biarkan anak yang mengatur sendiri dan kalaupun mau diberikan cemilan biar si anak betah, berikan cemilan yang sehat dan berigizi ya bun kalau bisa susunya pun juga diperhatikan jangan salah kasih anak sufor..

  21. betul bgt tuch…
    tp saya msh suka bgt nonton anime,.
    Klo jarang2 gpp kaya’a

  22. Wah, setuju banget mbak…
    saya belum punya anak, belum menikah, tp rasanya kelak saya juga ndak mau ‘nempelin’ anak ke TV, biar nempel buku ajah 🙂
    inspiratif…^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: