murniramli

Archive for Mei, 2007|Monthly archive page

Daripada berkeluh kesah, lebih baik menikmatinya

In Renungan on Mei 27, 2007 at 9:16 am

p1050517.jpg

Suhu udara di Nagoya sekarang ini sekitar 25 derajat. Hawa panas sudah mulai menyergap dari mana-mana, orang Jepang pun mulai beralih dengan fashionnya yang serba tipis, ringan, dan menyerap keringat. Yang ingin mencoklatkan kulit, mulai dengan baju-baju tanpa lengan atau celana pendek hawai. Yang takut kulitnya mencoklat, tetap anggun dengan sarung tangan dan topi lebar. Kami yang berjilbab masih tetap sama, hanya tidak lagi menggunakan jaket, dan baju lapis dua. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Mereka juga ingin menikmati naik kereta….

In Renungan, Serba-Serbi Jepang on Mei 26, 2007 at 8:22 am

Pemandangan orang berteriak atau bergumam tak menentu, berjalan sepanjang gerbong kereta bolak balik, adalah hal yang biasa di Jepang.  Orang-orang yang syndrom tidak dikurung di rumah, orang-orang yang sering tertawa sendiri tidak dikumpulkan di rumah khusus untuk orang gila (rumah sakit), tapi mereka bebas berkeliaran. Baca entri selengkapnya »

School moderator- partisipasi guru dalam pengembangan sekolah

In Manajemen Sekolah on Mei 25, 2007 at 7:00 am

Setiap hari Jumat, jam 10.30 hingga jam 12.00 ada kuliah menarik yang saya berusaha tidak absen, walaupun kadang-kadang suka telat karena harus lari-lari dari tempat kerja.  Kuliah ini bertitle `Kyouiku keiei gaku kenkyuu III`, membahas tentang beberapa sistem pengelolaan sekolah.  Sudah dua minggu ini kami membahas tentang pengembangan sekolah di Jerman, kebetulan dosen yang mengajar, Associate Prof. Nambu Hatsuyo memang mempunyai fokus penelitian pendidikan Jerman. Baca entri selengkapnya »

Bersenandung itu penting untuk hidup

In Renungan on Mei 24, 2007 at 7:13 am

Ini tulisan yang bener-bener asal nulis, bukan hasil penelitian pun survey 😀

Bangun pagi biasanya paling muales, apalagi saya yang harus lari-lari mengejar kereta paling pagi.  Sehabis shubuh paling enak tidur lagi, setidaknya 15 menitan.  Tapi biasanya lebih, dan kalau tidak ada kerja pagi, biasanya bablas sampai matahari pagi sudah mengejek di atas sana.

Dalam keadaan badan lunglai seperti di atas, wajah pun biasanya secara otomatis cemberut atau merengut, perasaan pun jadi tidak nyaman, antara mau bersegera atau berleha-leha.  Saya-barangkali termasuk orang yang aneh- selalu mendadak menyetel `wajah ceria` setiap bercermin, paling tidak tersenyum, lalu bertanya pada diri sendiri : `kenapa sih cemberut pas bangun tidur ?`, lalu kemudian mulai bersenandung ringan. Baca entri selengkapnya »

Sertifikasi Guru di Jepang sekarang ini

In Pendidikan Jepang on Mei 23, 2007 at 12:16 am

Tulisan ini lanjutan yang sebelumnya.  Bagaimana sistem sertifikasi itu diterapkan sekarang ?  Berbeda dg di Indonesi, sertifikasi guru di Jepang melalui sistem perkuliahan dengan kurikulum baku dan tes.  Sedangkan di Indonesia, pemerintah dengan maksud menekan anggaran dan memudahkan para guru untuk memperoleh sertifikat akan menerapkan sistem portfolio. Baca entri selengkapnya »

Sejarah Sertifikasi Guru di Jepang

In Pendidikan Jepang on Mei 23, 2007 at 12:11 am

Dalam tulisan sebelumnya ttg keberatan guru-guru Jepang thd proses sertifikasi ulang, saya menyebutkan sebuah alasan penolakan yaitu termentahkannya sistem sertifikasi yang sudah berlangsung lama dan berjalan dengan baik.  Bagaimana sebenarnya calon guru mendapatkan sertifikat mengajar di Jepang ? Tulisan kali ini akan menguraikan sejarahnya dulu.  Saya ambilkan dari sebagian paper yang sedang saya susun. Baca entri selengkapnya »

Perusahaan Seharusnya menjadi pusat belajar masyarakat

In Serba-serbi Indonesia on Mei 22, 2007 at 8:30 am

Bahwa perusahaan harus dikembangkan oleh dan untuk masyarakat adalah ide yang ramai dibicarakan sejak merebaknya kasus perusakan lingkungan atau konflik antar pekerja bermotif SARA di beberapa daerah.  Banyak pihak mencurigai adanya praktik uang di balik perijinan pendirian sebuah perusahaan antara pemodal dengan pemerintah lokal dengan mengesampingkan suara masyarakat setempat. Baca entri selengkapnya »

Kenapa guru menolak sertifikasi ulang di Jepang ?

In Manajemen Sekolah, Pendidikan Jepang on Mei 21, 2007 at 2:02 am

Hari Sabtu yang lalu diadakan Temu Ilmiah PPI Jepang tingkat Chubu area, dan saya termasuk salah seorang presenter menyampaikan kajian tentang Sertifikasi Ulang Lisensi Mengajar, Sebuah Paradigma Baru Profesionalisme Guru di Jepang.  Studi yang saya lakukan akhir tahun yang lalu itu cukup alot, karena diselingi dengan persiapan penelitian di Indonesia.

Hasil wawancara dan studi literatur polemik pemikiran pakar pendidikan Jepang tentang kasus ini menyimpulkan bahwa guru/pakar sebagian besar menolak dan menyangsikan keputuasan ini akan berjalan mulus.  Beberapa alasan yang berhasil saya himpun adalah : Baca entri selengkapnya »

Jawa tengah dan PGRI-nya

In Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan on Mei 21, 2007 at 1:29 am

Saya hanya berkunjung 2 hari 3 malam di kota Semarang.  Kedatangan saya pagi dini hari sekitar jam 3 waktu setempat disambut dengan penuh kehangatan keluarga oleh Ibu Yeti, dosen UNDIP Semarang dan Ketua Pusat Studi Asia UNDIP.  Beliaulah yang kemudian menelepon ke sana kemari, menghubungi pihak-pihak yang ingin saya wawancarai, plus mengantar saya selama 2 hari menemui tokoh-tokoh tersebut.  Saya sangat berterima kasih kepada beliau dan keluarganya yang rela diganggu dengan kedatangan saya.  Saya kenal dengan Bu Yeti melalui sebuah seminar di Nagoya University, ketika itu beliau menyampaikan tentang sejarah perkembangan sekolah pekojan, pecinan, dan juga sekolah berkurikulum Turki yang ada di kota Semarang.  Ketiga sekolah itu menarik sekali untuk dipelajari, bahkan kami sempat bincang-bincang untuk menindaklanjutinya ke arah penelitian yang lebih serius.  Insya Allah. Baca entri selengkapnya »

Jakarta dan kebijakan pendidikannya

In Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan, Serba-serbi Indonesia on Mei 17, 2007 at 7:03 am

Hari-hari terakhir penelitian saya di Indonesia berlangsung di Jakarta. Atas jasa baik Pak Dedi Dwitagama, Kepala Sekolah SMK 3 jakarta yang sangat energik dan padat jadwal kesehariannya, saya berhasil mewawancarai Kepala Diknas Provinsi DKI, Bpk Margani M. Suatu kesempatan yang tak pernah saya pikir akan mulus jalannya. Saya selalu merasa enggan atau bahkan segan berbicara dengan para pejabat, mungkin karena saya selalu memposisikan diri sebagai rakyat tak berdaya. Tapi kesempatan saya pulang kemarin, benar-benar menyadarkan saya bahwa orang-orang di atas perlu mendengar suara rakyat. Dan salah satunya melalui keberanian rakyat untuk bersuara tidak melalui `teriakan` di demonstrasi-demonstrasi tetapi melalui diskusi yang cerdas. Baca entri selengkapnya »