murniramli

Archive for Januari, 2007|Monthly archive page

Bila Guru, Siswa, Orang tua berkolaborasi

In Manajemen Sekolah, Pendidikan Jepang on Januari 31, 2007 at 1:14 pm

Hampir semua orang setuju dengan teori yang mengatakan bahwa keberhasilan sekolah akan diraih melalui kerjasama yang baik antara guru, siswa dan orang tua.  Sejak tahun 1960-an Amerika sudah memulai model pengembangan sekolah yang melibatkan partisipasi orang tua dan masyarakat.  Ada sebuah buku lama terbitan tahun 1979 ditulis oleh Carl Grant yang saya temukan di perpustakaan fakultas Pendidikan Nagoya University, membahas tentang Community Participation di beberapa state di US.  Bukunya agak tebal, tetapi karena isinya menarik, saya hampir membaca semuanya.

Teori pengembangan sekolah berbasis masyarakat semestinya berkembang dari pola pikir ini.  Pada era 60-an ada 3 bidang utama yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan, yaitu kurikulum, finance, dan tenaga edukator (kontrak kerja, penggajian, dll).  Semula saya mengiyakan ini, tapi kemudian setelah melihat kenyataan di lapang, saya cenderung untuk mengkritisinya. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Berislam di Nagoya University

In Islamologi, Serba-Serbi Jepang on Januari 30, 2007 at 9:17 am

Jepang adalah negara yang boleh dikatakan penduduknya sangat cuek dengan agama, tetapi rutin mengerjakan hal-hal yang dikatakannya sebagai budaya. Misalnya kebiasaan di tahun baru, mendatangi shrine atau temple dan membeli jimat jika hendak ujian atau mencari kerja, meletakkan buah, makanan di depan abu orang yang sudah meninggal, dll.

Jika saya coba ajak teman-teman saya berdiskusi tentang agama, mereka kelihatan ogah-ogahan, tapi sekali saya pernah diwawncarai oleh beberapa orang mahasiswa Jepang yang ingin mempresentasikan tentang Islam di sebuah SD. Mereka terkesima dengan jawaban yang saya berikan dan biasanya mereka menyimpulkan `taihen da nee` (berat ya…). Saya akan selalu menjawab : Ngga juga, buktinya saya lebih suka tertawa, lebih happy daripada kalian` (Ga nyambung blas !). Baca entri selengkapnya »

Saya tak akan lupa : dibonceng Bapak

In Pendidikan Indonesia, Serba-serbi Indonesia on Januari 30, 2007 at 2:40 am

Orang sering mengatakan bahwa kenangan di masa kecil sangat membekas hingga kita berumur lanjut.  Saya pun mengamini ini, karena banyak sekali kenangan yang kadang-kadang terlintas bak putaran slide film di benak saya.

Pagi ini sepulang bekerja, saya melihat seorang ibu dengan susah payah membonceng anaknya.  Udara musim dingin menggigit di Nagoya pagi ini.  Saya tidak bisa melihat wajah si anak yang terbungkus rapat di punggung sang ibu.  Tertutup jaket hangat si ibu.  Si ibu berhenti sejenak di depan saya memperbaiki letak si anak, lalu setelah beres dengan semangat sambil bersenandung beliau mengayuh sepedanya.

Saya langsung teringat kenangan dibonceng bapak. Baca entri selengkapnya »

Forum OSIS-nya SMA Jepang

In Manajemen Sekolah, Pendidikan Jepang on Januari 29, 2007 at 2:36 am

Selama 3 hari saya tidak punya waktu menulis sesuatu di blog karena harus menghadiri Symposium SMA se-Jepang (高校シンポーkoukou sinpo-) yang diadakan di Kota Kobe, 26 Jan-28 Jan 2007.  Sebuah symposium yang membahas perkembangan SMA di Jepang, mempresentasikan hasil penelitian yang dilakukan guru-guru SMA.

Tahun lalu saya pun ikut symposium yang sama yang diadakan di Nagoya, kota tempat saya belajar sekarang.  Entah kenapa saya begitu tertarik menghadiri symposium-symposium semacam ini yang terjadwal secara rapih, dan sesudahnya saya pasti merasa agak pandai sekaligus agak bodoh.  Agak pandai karena ilmu sedikit bertambah, dan merasa agak bodoh karena ternyata ilmu saya masih cekak. Baca entri selengkapnya »

Ikhlas itu seperti…..

In Islamologi on Januari 23, 2007 at 5:43 am

Membaca tulisan yang dikutip Pak Urip di blognya tentang Teori Berak dalam Menulis, membuat saya tersenyum2 membenarkan si penulis.

Ya, saya pun menggunakan teori yang sama untuk mendefinisikan apa itu ikhlas.  Dulu, setiap ditanya oleh murid saya apa sih makna ikhlas ?Ssaya selalu menjawab bahwa ikhlas itu seperti orang yang buang hajat.

Apa yang kita buang tidak pernah kita ungkit-ungkit lagi, bahkan mengeceknya pun ogah ! Apakah warnanya kuning, baunya menyengat, encer, kental (maaf, seribu maaf bagi yang baca tulisan ini sambil makan (^_~)).  Semuanya hilang dan tak terpikirkan lagi saat air kita alirkan/siramkan. flusshhh….!! Baca entri selengkapnya »

Menjadi nomor satu atau rata-rata ?

In Belajar Kepada Alam on Januari 21, 2007 at 9:34 am

p1140370.JPG

Saya paling suka tanaman : bunga, pohon, rumput, semak, sayur….apa saja. Saya tidak tahu apa alasannya saya menggemari tanaman dan bukannya mobil (ga nyambung !). Barangkali karena keluarga besar saya pada dasarnya petani.

Barangkali juga karena tanaman adalah makhluk seperti halnya manusia yang kita bisa belajar banyak darinya.

Setiap berangkat ke kampus atau pergi ke mana saja, mata saya selalu jelalatan memperhatikan tanaman di sepanjang jalan. Kadang bahkan saya perlu jongkok, menunduk sampai bersimpuh di depan rumput berbunga kecil untuk mengamati kenapa dia begitu cantik. HP saya penuh dengan photo bunga. Setiap saya bepergian, kamera saya pasti full dengan photo bunga. Saya bahkan ingat satu per satu dari ribuan photo bunga yang saya miliki, di mana saya memotret bunga tersebut.

Dari dormitori saya menuju ke stasiun bawah tanah terdekat, saya pasti melewati jalan yang dipenuhi perdu berbunga seperti photo di atas. Baunya harum. Kalau saya jalan, saya pasti suka menempel ke batangnya dan hidung saya mengendus-endus membauinya. Setiap musim semi, perdu ini beebunga, dan sebelumnya biasanya batang-batangnya berlomba-lomba tumbuh, saya suka sekali melihat ini. Pada saat batangnya tumbuh tidak beraturan seperti itu, pihak taman kota pasti akan datang dan memangkas habis batang-batang yang tumbuh lebih unggul dari teman-temannya. Lalu tampaklah perdu yang tertata rapih, berbentuk topiari, dengan bunga-bunganya yang kecil-kecil, putih lagi harum. Baca entri selengkapnya »

Selamat Tahun Baru Hijriah (?)

In Islamologi on Januari 21, 2007 at 8:03 am

Beberapa orang teman mengirimkan ucapan Selamat Tahun Baru Hijriah. Saya jadi terpekur, sudah muharram rupanya ! Tapi kenapa perasaan tidak seperti melewati tahun baru masehi yang gegap gempita ? Apakah muharram harus disambut dengan kegembiraan atau justru kesedihan ?

Tanda tanya di dalam judul tulisan di atas mencerminkan dua hal ketidakpahaman saya , yaitu apa makna tahun baru dalam Islam ? dan perlukah mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriah ? Untuk menjawab kedua pertanyaan ini saya merasa perlu belajar sejarah Islam. Baca entri selengkapnya »

Kokoro no no-to, buku pendidikan moral di Jepang

In Pendidikan Jepang on Januari 15, 2007 at 1:38 pm

Ingat lagu Kokoro no tomo yang dinyanyikan Mayumi Itsuwa yang populer di tahun 80-an ? Tulisan saya kali ini berkaitan dengan kata `kokoro` (心) yang artinya hati. Tapi saya tidak akan mengulas lagunya si Mayumi karena saya tidak hafal lagunya, pun tidak ahli menilainya.

Kokoro no no-to (心のノート)yang artinya `Catatan hati` adalah buku suplemen yang disiapkan oleh Monbukagakusho- Kementrian Pendidikan Jepang sejak April, 2002 dengan tujuan utama sebagai pelengkap pembelajaran moral di sekolah. Pemakaian buku ini tidak bersifat wajib bagi setiap sekolah tetapi dianjurkan secara nasional untuk SD dan SMP. Program yang bertujuan baik ini mendapat protes dari pemerhati pendidikan di Jepang. Mengapa ? Baca entri selengkapnya »

Konsumen adalah Raja

In Serba-Serbi Jepang on Januari 14, 2007 at 10:16 am

Hari ini saya bekerja part time di Mister Donut, dan agak terkejut dengan berita yang disampaikan Pak Manajer mengenai salah satu produk makanan (mochi mochi kurumi) yang baru dikeluarkan awal tahun ini terpaksa harus dihentikan pemasarannya di seluruh outlet MD se-Jepang karena terdapat 3 kasus komplain dari pelanggan yang menyebutkan ada benda padat, seperti batu kecil yang terselip dalam produk donut tsb.

Berita yang sempat merebak di surat kabar dan TV Jepang kemarin membuat para pengelola MD agak shock, begitu pula dengan kami yang bekerja. Saya masih ingat protes kepada Pak Manajer karena kotak untuk menempatkan 5 butir donat yang berukuran lebih kecil daripada bola ping pong itu tidak layak pakai. Berkali-kali komplain datang dari tamu, donutnya gampang jatuh, sampai kami mencoba menemukan cara supaya donut tidak mudah jatuh. Tapi tetap saja tidak menolong pada saat hari SALE, sebab kami harus bekerja dengan cepat dan akibatnya donut mungil-mungil itu bergelindingan di baki.

Bukan donut ini yang mau saya jelaskan tetapi bagaimana bisnis di Jepang menempatkan konsumen sebagai raja. Baca entri selengkapnya »

Apakah Saya Cinta Indonesia ?

In Serba-serbi Indonesia on Januari 12, 2007 at 10:15 am

Pak Dedi Dwitagama, seorang kepala sekolah yang nge-blog (salut, Pak!) menulis komentar pendek di tulisan saya ` Mengapa Anak Indonesia gampang beradaptasi di sekolah Jepang`.

Kalimatnya pendek saja :

Indonesia ku, Indonesia kita….

Saya membacanya berulang-ulang….maknanya sangat dalam.

Membaca kalimat itu membuat saya bertanya-tanya apakah saya cinta Indonesia ?   Pertanyaan yang sebenarnya barangkali buang energi untuk repot-repot menjawabnya, tapi biarlah….ini hanya tulisan iseng sekedar teman menikmati kopi panas. Slruuup ! Baca entri selengkapnya »