Kemarin sore, saya dipanggil dua sensei terkait dengan masalah disertasi dan rencana kelulusan saya. Kedua sensei sudah sangat baik kepada saya selama ini, selalu dengan sabar memberikan bimbingan dan mengharapkan yang terbaik untuk masa depan saya. Sekitar setengah sampai satu jam kami bertiga berdiskusi dan akhirnya saya bisa memahami keinginan mereka berdua, yang sebenarnya tak jauh beda dengan keinginan saya. Read the rest of this entry »
Arsip untuk ‘Pendidikan Indonesia’ Kategori
Bagaimana mengasah jiwa meneliti
In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Pendidikan Tinggi, Penelitian Pendidikan on Januari 23, 2010 at 11:19 amPendidikan proses atau pendidikan hasil ?
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan, SD di Jepang, Serba-Serbi Jepang, Taman Kanak-Kanak on Januari 17, 2010 at 10:21 amPernah saya tanyakan kepada ponakan yang masih SD, mau jadi apa kelak ? Jawabannya : dokter. Kenapa ? Karena uangnya banyak. Read the rest of this entry »
Belajar yang menyenangkan
In Belajar Kepada Alam, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, SD di Jepang, Taman Kanak-Kanak on Desember 31, 2009 at 2:22 pmMenjelang tahun baru semua orang Jepang pasti sedang sibuk berangkat ke gunung untuk menyambut matahari terbit besok (hatsumode)
Tak ada yang melembur di kampus malam-malam begini. Tadi sore salju turun sebentar, udara menjadi dingin sekali. Daripada bekerja di rumah, saya memilih mengedit disertasi saya di kampus.
Hari Selasa lalu, setelah berdiskusi dengan Sensei, banyak masukan yang saya pikir perlu dikembangkan dan ini menjadikan saya selama dua hari ini keasyikan menganalisa hasil penelitian. Sekalipun terasa sangat berat menuliskan argumentasi2 dalam bahasa Jepang, tetapi membuat pertanyaan terhadap sebuah fakta, atau menemukan fakta yang saling terkait, yang pada akhirnya membawa pada sebuah kepahaman, sungguh melegakan dan menyenangkan. Read the rest of this entry »
Wajib Belajar dan Hak Memilih Sekolah
In Administrasi Pendidikan, Manajemen Sekolah, Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan on Juli 18, 2009 at 11:50 amSelalu saja terjadi masalah yang berulang di setiap tahun ajaran baru, orang tua antri mendaftarkan anak ke sekolah favorit, baik negeri maupun swasta. Orang tua dengan putra/i berotak cemerlang tidak terlalu pusing, sebab semua sekolah menginginkan mereka. Tetapi jumlah mereka sangat sedikit, dan yang dominan adalah siswa rata-rata. Read the rest of this entry »
Menggalakkan Kembali Senam Pagi
In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, SD di Jepang, Serba-Serbi Jepang, Serba-serbi Indonesia on Juni 23, 2009 at 1:36 amDi kalangan warga PPI Nagoya, kami pernah membicarakan untuk menyelenggarakan senam pagi bersama, sebab kebanyakan dari kami menikmati betul kehidupan di Jepang, sehingga berat badan biasanya tak terkendali
Sayang sekali, hingga saat ini program tersebut belum terlaksana. Read the rest of this entry »
Standardisasi pendidikan yg memenuhi EEQ dan ES (bag.2)
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan on Mei 29, 2009 at 7:27 amKetika Lesley Anderson & Tony Bush (1999) menanyakan persepsi kepala sekolah Grantmaintaned School di Inggris tentang standardisasi pendidikan, hampir semua kepala sekolah menjawab atau mengarah kepada jawaban tes akademik. Ya, bukankah lahirnya PP 19 th 2005 juga dilatarbelakangi oleh polemik ujian nasional? Saat mensearch di google dengan keyword standardisasi pendidikan, kebanyakan komentar pakar di koran mengarah kepada ujian nasional. Read the rest of this entry »
Standardisasi Sekolah tidak sama dengan standardisasi industri (bag.1)
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan on Mei 1, 2009 at 2:13 amApakah yang harus distandarkan dalam pendidikan ? Ini adalah pertanyaan yang seharusnya diajukan sebelum undang-undang standardisasi dikonsep. Read the rest of this entry »
Tulisan Ilmiah sangat perlu direview
In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan on April 12, 2009 at 12:02 pmBaru-baru ini salah satu bagian dari disertasi saya berjudul, The Study of the Historical Transition of the Educational System in Indonesia : Focus on Secondary Education’s Concept in New Order and Decentralization Era dimuat dalam Jurnal kampus. Tulisan tersebut berbahasa Jepang. Read the rest of this entry »
Peran Konsultan Sekolah di Jepang
In Administrasi Pendidikan, Dinas Pendidikan Jepang, Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan, SD di Jepang, SMP Jepang on Maret 4, 2009 at 1:36 pmSeperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pun saya berkesempatan menemani Professor Nambu untuk memberikan konsultasi di sekolah-sekolah yang ada di kota Takahama, Aichi. Program ini seperti pernah saya ceritakan sebelumnya sudah berlangsung kira-kira empat atau lima tahun. Read the rest of this entry »
RSBI vs sekolah Jepang
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan, Serba-Serbi Jepang on Januari 27, 2009 at 12:01 pmSelama seminggu saya harus mendampingi rombongan kepsek dari Jateng berkunjung ke sekolah-sekolah di Jepang sebaga translator.
Saya tidak sempat menulis banyak di blog ini dan banyak komentar yang terabaikan, mohon maaf sebesarnya. Read the rest of this entry »
Program Sister School ala Indonesia
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, SMA, Serba-serbi Indonesia on Januari 21, 2009 at 1:08 pmSetuju atau tidak, salah satu ciri yang dikembangkan atau kelihatannya menjadi trade marknya Sekolah Bertaraf Internasional adalah punya sekolah saudara (sister school) di negara lain. Read the rest of this entry »
Doktor yang berjiwa doktor
In Belajar Kepada Alam, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan, Renungan on Januari 9, 2009 at 11:30 amPak Tuswadi peserta TT di Aichi Kyouiku Daigaku tanpa sadar telah memberikan saya pelajaran yang berharga kemarin tentang sesuatu yang sangat dalam. Saat saya berbincang dengan seorang kawan yang hendak masuk program doktor, Pak Tuswadi tekun mendengarkan dan mencatat di buku kecilnya apa-apa yang kami diskusikan. Saya kemudian bercanda, kenapa menulis semuanya seperti wartawan yang menginterview saya ? ![]()
“Ya, supaya saya juga bisa belajar”, katanya. Lalu, kalimat selanjutnya, “Benar kata ibu saya : kamu itu meskipun S2 tapi pikiranmu masih S1, meskipun S3 tapi pikiranmu masih S1, ngga ada gunanya !”, begitu kira-kira yang saya ingat. Read the rest of this entry »
Mari mulai menuliskannya !
In Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan on Januari 7, 2009 at 12:28 pmSaya mengikuti beberapa milis dengan tujuan untuk menambah wawasan dan tentu saja memperluas jaringan pertemanan. Akhir-akhir ini membaca milis membuat kepala saya pening karena banyaknya perdebatan, tetapi keluar dari member milis juga langkah salah saya pikir. Jadi yang saya lakukan hanya membaca judul-judul email saja tanpa membaca isinya
Read the rest of this entry »
Anak-anak Bhinneka BerPRAMUKA
In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, SD di Jepang, Serba-Serbi Jepang, Serba-serbi Indonesia on Januari 3, 2009 at 10:14 amHari ini hawa dingin yang menggigit dan angin kencang yang menerbangkan kertas-kertas dan menarikan sampah-sampah daun dan plastik di udara, tak mematahkan semangat 12 anak yang ikut serta dalam kegiatan PRAMUKA Sekolah Bhinneka. Read the rest of this entry »
Student as a Center of School Reform
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan, SMA di Jepang on Januari 3, 2009 at 8:38 amShort paper presented at The 16th Indonesia Scientific Conference
at Kyoto University, 25 Aug 2007
Student as a Center of School Reform
~Case Study of Tatsuno Senior High School, Nagano Prefecture ~
Murni Ramli
Graduate School of Education and Human Development
Nagoya University, Nagoya, Japan
Abstract- The theory of school reform mostly focus on the school management, curriculum, teacher quality, community partnership, teaching methodology or learning process, which always put teachers and school administrators as the key persons of reform. This study recommends another perspective to reform the school by putting students as the center of reformation process. The study focuses on the school reform practiced in Tatsuno SHS (TSHS) located in Tatsuno city, Kamiina, Nagano Prefecture, Japan. There are two approaches to involve students in reforming TSHS, first is Sansyakyougikai (The Association of Student, Teacher and Parent) and Gakkou Fouramu (School forum). The main objective of this study is to analyze the mechanism of involving students in school reform, determine the factors which make the process work properly, and study the possibility to be adopted by other schools.
Keywords: school reform, school based local community, student participation Read the rest of this entry »
インドネシアにおける住民参加に基づく高等学校の改善に関する研究
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan on Januari 3, 2009 at 8:27 amPaper presented at Chubu Kyouiku Gakkai 56th, 2007 at Aichi Kyouiku Daigaku
インドネシアにおける住民参加に基づく高等学校の改善に関する研究
Murni RAMLI*
Abstract
Promoting the school to become an open institution with greater transparency is currently a popular issue in the world; going along with the issue of regional autonomy in managing the local education system. Following this paradigm, the school administrator has to change the style of management; by involving more participation of the stakeholders. The community participation is one of the biggest issues which is argued as the best solution to reform the school. However, to change the management from bureaucratic to participative one is not easy for schools in Indonesia which have been fully centralized for long time. This research studies these phenomena by analysing the policy of School Committee (Komite Sekolah) and Educational Board (Dewan Pendidikan ) as tools to implement School based management (Manajemen Berbasis Sekolah) which was promoted following the Regional Autonomy Law in 1999, as well as conducting interviews with the school administrators and stakeholders in order to capture the implementation of this bodies at educational level. The main finding of the research shows that although the percentage of participation remains low in some schools, others tend to be more accountable to answer the demand of stakeholders. Moreover, the existence of Komite Sekolah is still questioned due to the fact that, as some cases showed; Komite Sekolah is merely considered as a legitimate body functioning only to obtain subsidy from the government or be intent on financial support for the school’s operational system. On the other hand, Dewan Pendidikan could not work properly due to some political influences.
Keyword : school based management, management participation, school committee, educational board, community participation Read the rest of this entry »
Apa Yang Seharusnya Diajarkan Kepada Anak Tentang Kota Dan Transportasi ?
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan, Tulisan media on Januari 3, 2009 at 3:06 amMurni Ramli
Graduate School of Education and Human Development, Nagoya University Japan
Artikel di INOVASI Online, 10(20), Maret 2008 Read the rest of this entry »
Manajemen Pendidikan dan Profesionalisme Guru
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan on Januari 3, 2009 at 2:28 amPeranan Manejemen PENDIDIKAN Dalam Meningkatkan Kompetensi
dan Profesionalisme Guru
Murni Ramli
Makalah Seminar Internasional tentang Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme Guru Sejarah dan IPS dalam Era Sertifikasi Guru
Rembang, Jawa Tengah, 28 Februari 2008 Read the rest of this entry »
Televisi yang Memihak kepada Guru
In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan, Tulisan media on Januari 3, 2009 at 2:06 am
Murni Ramli
Graduate School of Education and Human Development, Nagoya University, Japan
Artikel di INOVASI Online 9(19), November 2007 Read the rest of this entry »
Menyiasati Sertifikasi Guru
In Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan, Serba-Serbi Jepang, Tulisan media on Januari 2, 2009 at 1:54 pmMurni Ramli
Penulis adalah kandidat doktor di Graduate School of Education and Human Development, Nagoya University, Japan. Read the rest of this entry »
Internasionalisasi Sekolah
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan, Tulisan media on Januari 2, 2009 at 1:39 pmKandidat Doktor pada Deptartment of Educational Management, Graduate School of Education and Human Development, Universitas Nagoya, Jepang Read the rest of this entry »
EcO LiFe di Sekolah
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan, SD di Jepang, SMA, SMA di Jepang, Sains, Serba-Serbi Jepang, Taman Kanak-Kanak on Desember 30, 2008 at 8:33 amApa yang sudah anda lakukan untuk menolong bumi ?
Menolong bumi bukan tugas Power Ranger atau Satria Baja Hitam saja, tapi tugas semuanya yang merasa
Read the rest of this entry »
Wanita dan Perubahan Sosial
In Pendidikan Indonesia, Serba-Serbi Jepang, Serba-serbi Indonesia on November 17, 2008 at 1:57 pmHari Minggu ada Festival Indonesia di Nagoya. Acara tahunan tersebut tak dapat saya ikuti karena saya sudah dimintai tolong menjadi pembicara 4 bulan sebelumnya oleh Pan-Pacific South East Asia Women Association in Japan, chapter Aichi. Asosiasi ini akan mengadakan Konferensi Internasional di Bali tahun 2010, dan sebagai warming up mereka ingin mendengar lecture tentang wanita di Indonesia. Read the rest of this entry »
Pendidikan Rendah dan Pendidikan Dasar
In Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan, Serba-serbi Indonesia on November 9, 2008 at 9:24 amMenjawab pertanyaan tentang hal-hal kecil yang saya tulis beberapa waktu yang lalu, akan saya mulai dengan tulisan ini. Sebelumnya saya sependapat dengan komentar beberapa teman yang masuk (terima kasih ya Bu Al dan Pak Al
) Read the rest of this entry »
Hal-hal kecil
In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan on Oktober 31, 2008 at 1:27 pmHal-hal kecil yang membuat saya penasaran : Read the rest of this entry »
Penjurusan di SMA
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan on Oktober 25, 2008 at 11:43 amPenjurusan atau Course yang ditawarkan di level pendidikan menengah diterapkan di Indonesia sejak jaman Belanda. Sekolah HBS yang merupakan Sekolah Menengah untuk anak-anak Eropa, dan AMS yang merupakan sekolah menengah atas untuk anak-anak pribumi pertama kalinya dibagi atas 2 course yaitu Budaya (Kelompok A) dan Sains (kelompok B). Pada masa-masa selanjutnya sistem penjurusan di Indonesia diterapkan sejak SMP, yang kemudian dihapuskan pada tahun 1962. Sistem penjurusan kemudian hanya dikenal di SMA dengan 3 macam jurusan yaitu A (sains), B (bahasa/budaya) dan C (sosial). Pengistilahan ini mengalami perubahan dan spesifikasi pada masa-masa berikutnya seperti A1, A2, A3, dan A4. Dan akhirnya kembali seperti sekarang, penamaan jurusan tidak lagi menggunakan lambang huruf atau angka, tetapi dengan kategori IPA, IPS, dan Bahasa. Read the rest of this entry »
SMT…SLTA…SMA…SMU…SMA….capek!!!
In Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan, Serba-serbi Indonesia on Agustus 28, 2008 at 9:47 amSaya sedang menulis dan menganalisa bab terberat dalam disertasi saya karena kaitannya dengan sejarah,yaitu tentang perubahan dan reformasi yang terjadi dalam pendidikan menengah di Indonesia dengan membagi periode bahasan, yaitu jaman Belanda, Jepang, era merdeka, era pembangunan, dan era OTDA. Point yang saya soroti ada 2 yaitu memahami aspek vokasionalisasi dan generalisasi dalam pendidikan menengah, dan menganalisa konteks penjenjangan pendidikan menengah. Read the rest of this entry »
Belajar dari sistem dan budaya berkereta di Malaysia
In Pendidikan Indonesia, Renungan, Serba-serbi Indonesia on Agustus 1, 2008 at 2:42 amTulisan ini masih tentang kunjungan ke Kuala Lumpur dan sekitarnya beberapa pekan yang lalu. Seperti pernah saya tulis bahwa untuk mobilisasi selama berada di KL, saya menggunakan kereta, dan atau diantar dengan mobil. Read the rest of this entry »
Definisi kata cerdas- Memaksa untuk mencintai belajar (part 2.)
In Belajar Kepada Alam, Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan on Juli 21, 2008 at 11:33 amDalam tulisan sebelumnya saya telah kemukakan tentang pengonsepan ulang kata cerdas dalam ranah tujuan pendidikan dan pengajaran. Bagaimana bentuk aplikasinya, berikut ini akan saya paparkan yang sekarang terlintas di kepala
Artinya, konsep ini sangat mungkin untuk ditolak dan ditambahi. Read the rest of this entry »
Definisi kata cerdas-mengonsep ulang tujuan pendidikan (part.1)
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan, Renungan on Juli 21, 2008 at 11:03 amApa arti cerdas menurut anda ?
Biasanya orang yang pandai Bahasa Inggris secara otomatis akan menjawab ‘bright, intelegence, smart’(yang terakhir menurut English America), brilliant, genius. Kata cerdas banyak dipakai dalam hal yang berkaitan dengan pendidikan, terutama sekali saat merumuskan tujuan pendidikan, tujuan sekolah, dan beberapa target pendidikan. Read the rest of this entry »
Merasa terasing di konferensi negara muslim
In Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan, Renungan on Juli 20, 2008 at 7:28 amDari 14 Juli hingga 16 Juli 2008, saya berkesempatan mengikuti International Conference on Teacher Education in the Moslem World, yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Antar Bangsa Kuala Lumpur. Sekitar 112 presenter hadir dari berbagai negara membawakan hasil penelitiannya tentang pendidikan dan permasalahan guru di negara-negara muslim. Read the rest of this entry »
Mengapa harus ada SMP dan SMA ?
In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan on Juni 26, 2008 at 10:59 amTulisan saya yang lalu membahas tentang perubahan makna pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam sistem pendidikan di Indonesia. Kali ini saya akan menyampaikan sebuah pendapat mengapa pendidikan menengah harus dipisahkan menjadi SMP dan SMA. Bagian ini juga menjadi salah satu poin yang saya angkat dalam disertasi. Untuk pembahasan kali ini, saya menggunakan literatur berbahasa Jepang tentang reformasi SMA di Jepang yang ditulis secara bersama oleh dosen-dosen di Fak. Pendidikan, Nagoya University pada tahun 1998, sebagai acuan. Read the rest of this entry »
Pendidikan dasar dan pendidikan menengah
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan on Juni 23, 2008 at 10:25 amSaya tengah menulis disertasi tentang pendidikan menengah di Indonesia. Pada bab 2 saya mencoba membuat studi komparasi antara pengertian, perkembangan/perubahan pendidikan menengah selama masa penjajahan Belanda, Jepang, masa kemerdekaan, Repelita, dan reformasi. Objek kebijakan yang saya kaji adalah UU Sisdiknas dari tahun 1950, 1989 dan 2003, beserta PP, Permen, Kepmen lain yang terkait. Read the rest of this entry »
Menjadi guru tidak gampang, tapi menyenangkan
In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan, Renungan, SD di Jepang, Serba-Serbi Jepang on Juni 15, 2008 at 5:30 amSudah hampir 5 bulan kegiatan SD Bhinneka berjalan. Tidak terasa. Barangkali karena kami sibuk, sehingga tidak terasa bahwa saya dan teman-teman sedang mengelola sebuah sekolah kecil
Read the rest of this entry »
Kelas Excellent
In Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan on Mei 22, 2008 at 12:58 pmBeberapa waktu yang lalu di blog ini ada pertanyaan dari Bapak Dodik Priyambada di sini tentang kelas excellent. Saya berjanji menjawabnya dalam bentuk tulisan. Kebetulan hari ini saya mengikuti kelas tentang Neo liberalisme di Jepang. Dan dalam perjalanan menuju tempat mengajar, sempat membaca tulisan David Hursh yang banyak menulis tentang Neo liberalisme dan dampaknya di dunia pendidikan di Amerika. Setelah membaca tulisan tersebut, saya menyadari adanya keterpautan antara kelas excellent dengan neo liberalisme. Read the rest of this entry »
Wajib Sekolah atau Wajib Belajar ?
In Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan on Mei 2, 2008 at 1:30 pmDua istilah ini memiliki makna yang berbeda, tetapi di Indonesia istilah yang pertama mungkin tidak terlalu sering dipakai ketimbang yang kedua. Read the rest of this entry »
Wacana tentang team teaching
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan on Mei 2, 2008 at 12:35 pmKetidakseimbangan dalam penyebaran guru di seluruh Indonesia menjadi permasalahan pelik yang menghalangi proses kemajuan pendidikan di Indonesia. Beberapa sekolah kebingungan mempekerjakan guru-gurunya karena jumlah yang sudah melebihi batas, tetapi ada pula sekolah yang terpaksa memeras keringat guru untuk bekerja over time. Read the rest of this entry »
Pemikir, Karya dan Sejarahnya
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan on April 26, 2008 at 12:09 pmSeharusnya kredit kuliah saya sudah sangat berlebih dan tahun ini harus bergiat menulis thesis agar bisa lulus tahun depan. Tidak ada kewajiban kuliah atau seminar lagi, tapi saya tidak tahan untuk duduk saja menulis, akhirnya dua kelas seminar saya ambil tahun ini. Salah satunya manajemen sekolah. Saya sudah tiga kali mengambil kelas ini dan tidak pernah merasa bosan dengan materi yang disampaikan. Selalu saja ada yang baru menurut saya, sekalipun ilmu yang disampaikan sama. Read the rest of this entry »
Sekolah dan ilmu-ilmu dasar hidup
In Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan, Renungan, Sains on Maret 13, 2008 at 9:34 amSetiap pulang ke Indonesia, saya selalu menyempatkan membeli buku-buku pemikiran pakar pendidikan kita tentang pengembangan pendidikan di Indonesia. Ide-ide pakar kita sungguh sangat bagus, sayang sedikit yang diadopsi oleh pembuat keputusan di DIKNAS. Read the rest of this entry »
Reformasi The Board of Education di Jepang
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan on Desember 14, 2007 at 8:07 amBeberapa waktu yang lalu saya diberi tugas mempresentasikan tentang ide-ide pembaharuan the board of education yang dalam bahasa Jepang dikenal sebagai ‘kyouikuiinkai’ (教育委員会). Lembaga ini dibentuk sebagai perpanjangan tanagan Kementerian pendidikan Jepang di level prefektur dan kota/distrik. Read the rest of this entry »
Pengembangan pelajaran moral di sekolah
In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan, Renungan on Desember 4, 2007 at 9:03 amSaya mendapatkan pelajaran PMP dari SD hingga SMA dengan metode yang sama, yaitu menghafal. Menghafal butir-butir Pancasila, mengingat ayat-ayat UUD 45 hingga menghafal mati GBHN terutama bagian modal dasar pembangunan. Sejak SMP, perangkat hukum itu lebih saya hafal daripada Al-Quran, sebab dulu beberapa kali ikut cerdas cermat P4
Read the rest of this entry »
Sekolah Unggul vs Perbaikan sekolah untuk rakyat
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan on November 25, 2007 at 7:00 amMana yang lebih penting untuk mengembangkangkan pendidikan di daerah : membuat sekolah unggul atau mendorong perbaikan sekolah untuk rakyat ? Read the rest of this entry »
Kekuatan orang tua di dalam komite sekolah
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan on November 20, 2007 at 1:30 pmTadi siang saya mengobrol dengan seorang ibu, teman saya yang pandai memasak-terima kasih tomyangkung-nya Mba Puji-, pun ternyata sangat kaya dengan ide memajukan sekolah melalui jabatannya sebagai ketua komite sekolah sebuah SD negeri di Jakarta, sebelum dia berangkat ke Jepang. Read the rest of this entry »
Kampanye makan buah
In Belajar Kepada Alam, Pendidikan Indonesia, Renungan on November 17, 2007 at 12:04 pm
Judul tulisan ini terlalu mengada-ada barangkali, tapi saya terpikir mengkampanyekan acara makan buah di rumah dan di sekolah karena sekarang sedang musim gugur di Jepang dan harga jeruk sedang murah. Jadi, setiap hari saya makan 3-5 butir jeruk. Jeruknya memang kecil-kecil tapi manis. Read the rest of this entry »
Golongan darah dan konsep mendidik
In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan on November 14, 2007 at 2:08 pmOrang Jepang sangat peduli terhadap golongan darah, bahkan saat bekerja di mister donut, pertanyaan yang sering diajukan adalah golongan darah. Mulai dari Pak manajer hingga staf yang lain semuanya sangat ingin tahu apa golongan darah saya.
Saya sendiri tak begitu peduli dengan golongan darah, sebab tak begitu percaya juga dengan karakter bawaan akibat golongan darah yang dimiliki. Di antara yang disebutkan para pengamat karakter, ada beberapa sifat yang memang sesuai dengan pembawaan saya tapi ada juga yang melenceng. Dan banyak juga orang Jepang yang terlihat dan mengakui tak sesuai pengkategorian berdasarkan golongan darah. Read the rest of this entry »
Menjadi warganegara dunia
In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Renungan on November 5, 2007 at 5:07 amSebuah tulisan sangat menarik ditulis oleh Vivien Stewart, Vice President “Education at Asia Society” yang diterbitkan pada journal Educational leadership edisi April 2007, judulnya “Becoming citizens of the world”
Membaca judulnya saja sudah menimbulkan perasaan yang membuncah, tentang fenomena dunia yang semakin tak mengenal batas negara. Pertikaian yang muncul karena adanya gap seakan menyurut dan yang muncul adalah “menghargai” dan mengajak menuju kepada kehidupan yang penuh dengan kooperative dan harmoni. Read the rest of this entry »
Neo kolonialisasi dalam dunia pendidikan
In Pendidikan Indonesia on September 25, 2007 at 6:22 amDalam berita yang dirilis koran Jawa Pos, Minggu 23 Sept 2007, dikabarkan 7 SMA negeri di Jawa Timur akan mengikuti ujian Cambridge sebagai salah satu realisasi SNBI (sekolah nasional bertaraf internasional). Dengan mengikuti ujian level A, sekolah2 yakin siswanya dapat masuk Cambridge Univ, atau universitas yang lain di luar negeri. Read the rest of this entry »
Bagaimana dengan sertifikasi guru selanjutnya ?
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia on September 4, 2007 at 10:27 amPerbincangan tentang sertifikasi tak henti-hentinya muncul di media massa, mulai dari protes guru yang kebingungan dengan proses pelaksanaannya, wakil pemerintah yang berbicara tentang rencana sertifikasi yang akan dilaksanakan, atau orang-orang ekonom yang miris dengan anggaran pendidikan yang logikanya tak bisa terpenuhi (20%), karena pemasukan negara lebih kecil daripada belanjanya. Alhasil melaksanakan sertifikasi secara berkesinambungan pun mungkin akan tersendat-sendat.
Terlepas dari kerikil-kerikil itu, saya iseng-iseng mempelajari pola sertifikasi yang sedang dilaksanakan pemerintah dan mencoba berandai-andai menyiasati pelaksanaan sertifikasi. Read the rest of this entry »
Sudah 16 tahun PPI Jepang berKongres dan berTemu Ilmiah
In Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan on Agustus 29, 2007 at 8:37 amHari Sabtu, tanggal 25 Agustus 2007, mahasiswa Indonesia yang sedang menekuni beragam ilmu di berbagai universitas di seantero Jepang berkumpul di Kyoto University. Mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPIJ) mempunyai acara kumpul-kumpul sekali setahun. Ada dua acara utama yang diagendakan yaitu, Temu Ilmiah dan Kongres. Read the rest of this entry »
Pendidikan Guru yang semakin tak mengarah kepada keguruan
In Pendidikan Indonesia on Agustus 28, 2007 at 7:23 amTerkait dengan peningkatan profesionalisme guru di Indonesia, saya pernah mempresentasikan paper di Symposium Comparative Education di Tsukuba University, Jepang. Salah satu hal yang saya soroti adalah teacher education dan teacher quality di Indonesia. Read the rest of this entry »
Melibatkan masyarakat dalam reformasi sekolah
In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Serba-serbi Indonesia on Agustus 3, 2007 at 7:15 amPartisipasi dan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan sekolah sudah menjadi hal yang umum dibicarakan, baik di negara maju maupun negara berkembang. Dalam teori pengembangan sekolah di era desentralisasi, ada tiga segitiga stakeholder yang harus dibangun, yaitu kerjasama sekolah, orang tua dan masyarakat. Read the rest of this entry »
Belajar dari New Zealand tentang Higher Education
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia on Juli 21, 2007 at 11:31 amKamis malam yang lalu, sebagai kelas terakhir dalam course comparative education, di semester ganjil ini, saya kebagian mempresentasikan paper tentang kebijakan pendidikan tinggi di Australia dan New Zealand. Bahan diambilkan dari buku Ajia Oseania no koutou kyouiku, karangan Toru Umakoshi. Selama hampir 3 hari saya berkutat merangkum paper itu di sela-sela kegembiraan menikmati kue ultah dan ajakan makan
Read the rest of this entry »
Saya dan Orang Perancis
In Pendidikan Indonesia, Renungan on Juli 15, 2007 at 12:36 pmKemarin, tanggal 14 Juli, orang Perancis bergembira merayakan pembebasan penjara Bastille pada tahun 1789 yang lalu, yang sekaligus menjadi simbol revolusi Perancis, simbol kemerdekaan. Dan kemarin pun saya diundang untuk menjadi presenter di Chubu Regional Conference of the Japan Association for Current English Studies (JACES). Kisahnya saya diminta berbicara tentang kebijakan bahasa dan pembelajaran bahasa Inggris di negara multi ras dan multi kultur seperti Indonesia. Read the rest of this entry »
Kepala-kepala sekolah yang mengagumkan
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia on Juni 12, 2007 at 12:42 amSiapa bilang kepala sekolah di Indonesia tidak bergerak ? Kunjungan ke beberapa sekolah di Bogor, Semarang, dan Madiun membuka mata saya tentang keunikan pendidikan di Indonesia. Saya patut mengangkat topi dan membungkuk dalam-dalam kepada kepala sekolah yang saya wawancarai. Tidak ada rencana sebelumnya bahwa sekolah-sekolah yang saya pilih adalah yang baik-baik saja. Unsur keragaman sudah coba dibuat, tapi secara jujur bisa saya katakan, bapak kepala sekolah yang saya temui tak kalah dengan kepala sekolah yang saya jumpai di Jepang. Read the rest of this entry »
Sekolah nasional bertaraf internasional
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia on Juni 11, 2007 at 1:11 pmAda 3 hal pokok yang dijadikan sebagai rencana strategis pendidikan menengah di Indonesia (Renstra Mendiknas 2005-2009), akses sekolah, sekolah berbasis keunggulan lokal dan sekolah nasional bertaraf internasional. Read the rest of this entry »
Sekereta dengan rombongan anak SD
In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, SD di Jepang on Juni 7, 2007 at 11:14 pmKemarin pagi saya berangkat kerja sekitar jam 7.30 pagi dan kebetulan berbarengan dengan rombongan anak SD yang sekolahnya sekitar Sunada bachi station, sekitar 5 stasiun dari Motoyama, tempat mereka naik. Kelihatannya ada perubahan dalam lokalisasi pendidikan di Jepang, sehingga anak SD harus pergi jauh-jauh dari tempat tinggalnya untuk bersekolah.
Rombongan anak-anak SD dengan baju sailor, plus tas khas yang padat berbentuk seperempat lingkaran, dan segala jenis gantungan kunci. Tubuh-tubuh kecil mereka yang separuh tigginya dari badan saya (150 cm), timbul tenggelam di antara rombongan orang dewasa yang juga sedang mengantri kereta. Saya suka sekali memperhatikan mereka. Paper yang sedang saya baca, saya masukkan ke tas kemudian mulai tersenyum-senyum memandangi anak-anak itu. Read the rest of this entry »
Jawa tengah dan PGRI-nya
In Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan on Mei 21, 2007 at 1:29 amSaya hanya berkunjung 2 hari 3 malam di kota Semarang. Kedatangan saya pagi dini hari sekitar jam 3 waktu setempat disambut dengan penuh kehangatan keluarga oleh Ibu Yeti, dosen UNDIP Semarang dan Ketua Pusat Studi Asia UNDIP. Beliaulah yang kemudian menelepon ke sana kemari, menghubungi pihak-pihak yang ingin saya wawancarai, plus mengantar saya selama 2 hari menemui tokoh-tokoh tersebut. Saya sangat berterima kasih kepada beliau dan keluarganya yang rela diganggu dengan kedatangan saya. Saya kenal dengan Bu Yeti melalui sebuah seminar di Nagoya University, ketika itu beliau menyampaikan tentang sejarah perkembangan sekolah pekojan, pecinan, dan juga sekolah berkurikulum Turki yang ada di kota Semarang. Ketiga sekolah itu menarik sekali untuk dipelajari, bahkan kami sempat bincang-bincang untuk menindaklanjutinya ke arah penelitian yang lebih serius. Insya Allah. Read the rest of this entry »
Jakarta dan kebijakan pendidikannya
In Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan, Serba-serbi Indonesia on Mei 17, 2007 at 7:03 amHari-hari terakhir penelitian saya di Indonesia berlangsung di Jakarta. Atas jasa baik Pak Dedi Dwitagama, Kepala Sekolah SMK 3 jakarta yang sangat energik dan padat jadwal kesehariannya, saya berhasil mewawancarai Kepala Diknas Provinsi DKI, Bpk Margani M. Suatu kesempatan yang tak pernah saya pikir akan mulus jalannya. Saya selalu merasa enggan atau bahkan segan berbicara dengan para pejabat, mungkin karena saya selalu memposisikan diri sebagai rakyat tak berdaya. Tapi kesempatan saya pulang kemarin, benar-benar menyadarkan saya bahwa orang-orang di atas perlu mendengar suara rakyat. Dan salah satunya melalui keberanian rakyat untuk bersuara tidak melalui `teriakan` di demonstrasi-demonstrasi tetapi melalui diskusi yang cerdas. Read the rest of this entry »
UAN serius, UAS nyantai
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia on Mei 14, 2007 at 7:05 amSelain pelaksanaan UAN yang menuai banyak penyelewengan, beberapa guru yang saya temui pun mengeluhkan pelaksanaan UAN yang berlangsung sebelum UAS. Di sebuah media saya membaca alasan yang agak sulit saya mengerti, bahwa pelaksanaan UAN diusahakan sebelum HARDIKNAS karena ditakutkan banyak protes yang masuk pada tanggal 2 Mei, untuk menggagalkannya. Apakah ini bukan sebuah paranoid yang berlebihan ? Read the rest of this entry »
Pulang Berguru di Bogor : Sekolah Berubah
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia on Mei 14, 2007 at 5:22 amAlhamdulillah kemarin saya tiba di Nagoya dengan tubuh yang sangat lemas, karena dalam perjalanan pulang mendadak sakit jam 2 pagi di atas pesawat Korean Air dan berlanjut saat transit di Seoul dan di atas pesawat menuju Nagoya. Barangkali karena makan malam yang terlambat atau tubuh saya sudah kelelahan selama 22 hari berputar-putar di beberapa kota. Kemarin pun cuaca mendung di Nagoya membuat pesawat sulit mendarat dan terjadi turblensi selama 20 menit, mulut saya tak henti mengucapkan dzikir : la haula wala quwatta illa billah, astaghfirullah dan melantunkan ayat kursiy. Read the rest of this entry »
Hubungan antar jenjang pendidikan
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan on April 12, 2007 at 12:04 pmPukul 18.15 kuliah 比較教育研究 (hikaku kyouiku kenkyuu-comparative education research) mulai, dan saya sekedar hadir tanpa tujuan yang jelas. Saya juga belum mengecek apa sebenarnya materi kuliahnya. Pekan ini adalah pekan visiting segala course, sebelum memutuskan kuliah apa yang akan diambil. Karena saya tidak perlu kredit lagi, saya sebenarnya tak terlalu urgen mengambil kuliah. Tapi di sela-sela kesibukan saya bekerja dan mengerjakan penelitian, hanya satu yang saya rasa kuat sekali dorongannya, yaitu keinginan untuk belajar. Read the rest of this entry »
Menghargai Sejarah dan Orang
In Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan, Renungan, Serba-serbi Indonesia on Maret 30, 2007 at 7:56 amSeorang teman baik menunjukkan buku tentang pendidikan Islam dan pesantren yang ditulis Professor Nishino dan Prof Hattori. Bukunya sangat cantik dilengkapi dengan foto-foto kegiatan pesantren dan pengajian di Indonesia.
Saya terkagum-kagum melihatnya. Seperti yang saya tulis di blog ini tentang orang Jepang yang suka mikir njlimet, hal yang sama saya rasakan ketika membuka-buka halaman demi halaman buku baru tersebut. Hal-hal yang sangat detil terungkap dengan sangat baik, sebagaimana buku2 karangan orang Jepang. Read the rest of this entry »
Orang-orang brilian pulang
In Pendidikan Indonesia, Serba-serbi Indonesia on Maret 27, 2007 at 6:05 amHari Sabtu tanggal 17 Maret 2007, PPIJ Nagoya mengadakan acara suksesi kepengurusan, sekaligus updated kegiatan penyaluran bantuan kepada korban gempa di Yogyakarta, plus mendengarkan presentasi ilmiah beberapa lulusan universitas di Nagoya yang akan pulang tahun ini.
Saya tidak mengikuti acara secara lengkap, hanya sempat mendengarkan presentasi beberapa senior yang membuat saya berdecak kagum. Banyak sekali manusia Indonesia yang brilian di sini ! Read the rest of this entry »
Kebiasaan mengobrol orang Indonesia
In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang on Maret 4, 2007 at 6:10 amBeberapa waktu yang lalu, Dekan Fakultas Pendidikan Nagoya University, Prof Moriki TERADA berkunjung ke Indonesia dalam rangka menjajaki perjanjian kerjasama dengan Universitas Diponegoro (Pusat Studi Asia). Kira-kira 2 minggu setelah kunjungan saya bertemu beliau di cafetaria kampus saat jam makan siang dan terjadilah obrolan yang membuat saya sedikit malu.
Beliau menyatakan sangat menikmati perjalanan kedua kalinya ke Indonesia, apalagi sedang musim durian. Sekitar 4 buah durian beliau makan habis plus minum air yang diletakkan di bekas buah supaya tidak mabuk kata orang-orang. Sebelumnya Prof Mina HATTORI yang menemani kepergian beliau ke Semarang sempat menunjukkan foto Terada Sensei sedang duduk di warung penjual durian, melahap durian dengan nikmatnya. Selain durian Sensei juga sangat doyan makanan Indonesia. Saya sendiri bukan termasuk penggemar durian, setiap mencium baunya, saya langsung teler (>_<), tapi kalau sudah diolah menjadi lempo duren atau selain duren….itu enaknya selangit \(^o^)/ Read the rest of this entry »
Ayo Sarapan
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan on Februari 27, 2007 at 9:42 amWaktu saya kecil, tidak pernah ada hari tanpa sarapan. Menu sarapan yang diracik mamak biasanya bubur bersantan-yang bisa ditaburi gula atau abon, plus telur rebus belah (ini karena ayamnya makan silet sebelum bertelur (^_~)), sejilatan madu dan teh atau susu segelas. Sarapan senikmat itu biasanya cukup sampai jam 11 siang. Setelah itu harus diisi lagi bensinnya.
Kebiasaan sarapan berlanjut hingga saya SMA karena masih tinggal dengan mamak dan Bapak. Menunya sudah agak beda, pakai ikan atau tempe. Ketika saya tinggal di Bogor untuk kuliah, ritual sarapan saya mulai kacau. Karena ada penjual gorengan yang suka lewat pagi-pagi atau chikua, atau bubur yang kebanyakan vetsin, maka saya melahapnya di pagi hari sebelum berangkat ke kampus. Untungnya saya se-kost dengan seorang teman yang rajin sekali membuat sarapan walaupun hanya tempe goreng, maka jadilah saya ikut-ikutan rajin masak untuk sarapan. Jadi boleh dikatakan saya tetap sarapan saat kuliah. Read the rest of this entry »
Membangun pendidikan di sebuah kota
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan on Februari 25, 2007 at 2:54 amDulu waktu masih mengajar di Darul Fallah, saya suka iseng masuk ke perpustakaan di kantor pimpinan pesantren dan membuka-buka buku lama yang jarang disentuh. Beberapa buku berharga juga saya temukan tergeletak di rak2 perpustakaan, masih rapih, baru karena tidak ada yang menyentuhnya. Kita sepertinya lebih gemar mengoleksi buku daripada membacanya.
Sebuah buku yang ditulis oleh pakar pendidikan/psikologi UI, Prof Slamet Imam Santoso (alm), saya tidak ingat judulnya, tapi buku itu saya baca sampai habis karena saking menariknya.
Ada satu bab yang menceritakan bagaimana sebuah pendidikan di sebuah negara dibangun. Saya memperkecil aspeknya ke sebuah kota. Bagaimana mengembangkan pendidikan di sebuah kota ? Read the rest of this entry »
Survey Sekolah
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan on Februari 20, 2007 at 6:30 amBeberapa waktu lalu Ibu Tuti dari SMA Kebangsaan (di daerah mana ya, Bu ?) menulis komentar di tulisan `SMA Tatsuno`, beliau menanyakan tentang instrumen survey SMA Tatsuno. Kebetulan sekali dokumen-dokumen di sekolah-sekolah Jepang tertulis dalam bahasa Jepang dan hampir tidak ada terjemahan dalam bahasa Inggris, sehingga menyulitkan bagi siapa saja yang ingin belajar tentang pendidikan di Jepang tanpa memahami bahasa Jepang. Demikian pula saya.
Survey sekolah berkembang sebagai program nasional di Jepang beberapa tahun yang lalu, sejak ide open school system didengungkan oleh Monbukagakusho (Kementrian Pendidikan Jepang) di tahun 2001, melalui program reformasi Raibow Plan-nya. Read the rest of this entry »
Belajar menjadi Guru adalah siklus yang tak berujung
In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan on Februari 20, 2007 at 4:17 amSaya sedang menikmati buku John S Mayher berjudul Search and Re-Search what the Inquiring Teacher Needs To Know. Buku lama terbitan tahun 1991 ini menarik perhatian saya ketika sedang mencari literatur untuk artikel yang sedang saya persiapkan. Sudah agak lama saya pinjam dari perpustakaan, tapi waktu luang untuk membaca rasanya hampir tidak ada. Beberapa buku masih menumpuk di meja, menunggu waktu untuk dibaca.
Saya merasa seperti didikte oleh pekerjaan dan penelitian saya, sehingga tidak ada waktu untuk memanjakan diri dengan membaca, sebuah hobbi yang saya senangi sejak kecil. Bagaimanapun saya harus memaksa diri untuk meluangkan waktu untuk membaca. Jadi, saya pikir2 saya menghabiskan waktu 1-3 jam dalam kereta. Daripada tidur seperti yang biasa saya lakukan karena kecapekan bekerja, sekarang saya mulai aktivitas baru : membaca dalam kereta. Sebenarnya bukan hal baru, sebelum-sebelumnya banyak bacaan yang saya habiskan di kereta, hanya setelah agak sibuk bekerja saja, tubuh saya tidak bisa melawan kantuk yang teramat sangat. Read the rest of this entry »
Survey Iseng : Kalau besar mau jadi apa, Nak ?
In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Serba-Serbi Jepang, Serba-serbi Indonesia on Februari 10, 2007 at 10:10 amBerawal dari saran seorang teman untuk menulis tentang cita-cita anak Indonesia dan anak Jepang, saya secara iseng melakukan survey sederhana dengan satu pertanyaan dan dengan metode sederhana pula. Survey iseng ini saya kirim ke milis ibu-ibu taman quran nagoya, sebuah wadah komunikasi ibu-ibu Indonesia di Nagoya. Pertanyaan survey hanya satu item yaitu : Kalau besar mau jadi apa ? Dengan pesan sponsor anak tidak boleh dipaksa, diarahkan, dituntun ketika menjawab, jawaban harus LUBER (tanpa R), maka saya menerima jawaban survey dari para ibu yang mewawancarai anaknya, berupa hasil wawancara tanpa editing.
Berikut ini cuplikannya (Mohon maaf, nama tidak dirahasiakan dengan alasan sengaja tidak mematuhi aturan Kojin Jouhou (^_~) :
Pesan sponsor : Siapkan kopi panas dan pisang goreng sebelum melanjutkan bacaanya…..(^0~) Read the rest of this entry »
Kenapa Anak Tidak Doyan Sayur ?
In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Serba-Serbi Jepang, Serba-serbi Indonesia on Februari 6, 2007 at 4:37 amHari Sabtu saya diundang untuk mengajari sekitar 27 anak SD Jepang memasak masakan Indonesia. Acara ini diprakarsai oleh Tenpaku, sebuah pusat belajar masyarakat milik kota Nagoya. Saya dan seorang teman mengajari anak2 itu 3 jenis masakan, gado-gado, mie goreng dan kolak. Makanan yang ke-2 dan ke-3 lumayan digemari, tapi yang pertama bersisa buanyaaak. Saya agak sedih melihat tumpukan sayuran yang sedikit saja disentuh oleh anak-anak.
Ada banyak kemungkinan memang kenapa gado-gado tak digemari :
Mungkin karena bumbu gado-gado yang saya buat benar-benar tidak enak, atau anak-anak sudah kecapekan masak sayur yang demikian banyak jenisnya sehingga tidak berselera lagi ketika acara makan tiba. Tapi kenapa mereka makan ludes mie goreng dan kolaknya ? Read the rest of this entry »
Saya tak akan lupa : dibonceng Bapak
In Pendidikan Indonesia, Serba-serbi Indonesia on Januari 30, 2007 at 2:40 amOrang sering mengatakan bahwa kenangan di masa kecil sangat membekas hingga kita berumur lanjut. Saya pun mengamini ini, karena banyak sekali kenangan yang kadang-kadang terlintas bak putaran slide film di benak saya.
Pagi ini sepulang bekerja, saya melihat seorang ibu dengan susah payah membonceng anaknya. Udara musim dingin menggigit di Nagoya pagi ini. Saya tidak bisa melihat wajah si anak yang terbungkus rapat di punggung sang ibu. Tertutup jaket hangat si ibu. Si ibu berhenti sejenak di depan saya memperbaiki letak si anak, lalu setelah beres dengan semangat sambil bersenandung beliau mengayuh sepedanya.
Saya langsung teringat kenangan dibonceng bapak. Read the rest of this entry »
Setuju Pasal 19 UU Guru dan Dosen 14/2005
In Pendidikan Indonesia on Januari 10, 2007 at 7:13 amDi sela-sela waktu senggang di kala melakukan part time job di sebuah restoran, saya mencoba membaca tuntas UU No 14/2005 tentang Guru dan Dosen yang ada dalam sebuah buku yang saya pinjam dari seorang teman. Judulnya `Profesionalisasi Guru & Implementasi KBK`, karangan Martinis Yamin. Ada beberapa pasal yang sangat menggembirakan, seandainya dapat terwujud.
Kalimat yang tertera dalam pasal demi pasal sebagaimana halnya bahasa UU pada umumnya adalah bahasa baku, standar, tanpa bunga-bunga. Ketika membacanya pun badan harus tegak dan konsentrasi penuh, karena ayat-ayatnya saking rapihnya bahasa yang dipergunakan membuatnya sangat sulit untuk dipahami apatah lagi untuk diwujudkan.
Anyway, saya cukup menikmati membaca UU ini karena kebetulan ada rencana mempresentasikan makalah tentang `pendidikan guru` di era OTDA di sebuah seminar bulan Juni mendatang. Ada 2 pasal yang sangat membahagiakan, yaitu pasal 15 ayat (1) dan pasal 19 ayat (1). Read the rest of this entry »
Membenahi Pesantren
In Pendidikan Indonesia on Juli 29, 2006 at 6:30 amKalau Al-Quran sudah kita akui sebagai pedoman hidup, maka sebagai muslim sepantasnya kita tidak sekedar membacanya tapi mempelajari kandungan isinya dan berusaha mengamalkan isinya. Di Pesantren kami belajar dan mengajarkan ini, tapi masih banyak yang harus dibenahi….(rewrite artikel di homepage : http://www.geocities.com/moernier/tulisanku/pesantren1.html ) Read the rest of this entry »


